Media90.id – Informasi lowongan kerja yang mengatasnamakan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial Threads. Unggahan tersebut berasal dari akun bernama “updatelokersetiap” pada 7 Mei 2026 dan mengklaim bahwa perusahaan telekomunikasi milik negara itu sedang membuka sejumlah posisi pekerjaan.
Dalam unggahan yang beredar, disebutkan beberapa posisi yang diklaim tersedia, antara lain Customer Service, Digital Marketing, Network Engineer, serta Administrasi dan Support. Selain itu, tercantum pula sejumlah persyaratan umum seperti usia maksimal 35 tahun, pendidikan minimal SMA/SMK hingga S1, serta kemampuan bekerja secara individu maupun dalam tim.
Informasi tersebut menarik perhatian banyak pencari kerja karena mencantumkan berbagai posisi yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini. Namun, sejumlah kejanggalan kemudian ditemukan dalam proses pendaftaran yang ditawarkan.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah tautan pendaftaran yang dicantumkan melalui bio akun tersebut. Setelah diakses, tautan tersebut mengarahkan pengguna ke sebuah formulir yang meminta sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap, alamat, dan nomor Telegram.
Permintaan data pribadi melalui formulir yang tidak terhubung dengan kanal resmi perusahaan menimbulkan kecurigaan di kalangan warganet. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa informasi rekrutmen tersebut tidak berasal dari sumber resmi PT Telkom Indonesia.
Berdasarkan informasi yang tersedia, rekrutmen resmi PT Telkom Indonesia dilakukan melalui portal karier perusahaan. Pelamar yang ingin memperoleh informasi terkait lowongan pekerjaan disarankan untuk mengakses situs resmi perusahaan dan memeriksa informasi melalui kanal karier yang telah disediakan.
Selain itu, proses rekrutmen resmi Telkom Indonesia juga dilakukan melalui platform rekrutmen perusahaan yang dapat digunakan untuk melihat posisi yang tersedia serta mengikuti tahapan seleksi sesuai prosedur yang berlaku.
Hasil penelusuran terhadap kanal resmi tersebut menunjukkan bahwa saat ini tidak ditemukan informasi mengenai pembukaan lowongan kerja yang sesuai dengan isi unggahan viral yang beredar di Threads. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa informasi tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut sebelum dipercaya atau dibagikan kepada orang lain.
Kasus semacam ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai informasi lowongan kerja yang beredar di media sosial. Terlebih jika informasi tersebut berasal dari akun yang tidak terverifikasi dan mengarahkan pengguna ke formulir yang meminta data pribadi.
Masyarakat diimbau untuk selalu mewaspadai beberapa ciri umum lowongan kerja yang patut dicurigai, seperti penggunaan akun tidak resmi, permintaan data pribadi yang tidak relevan pada tahap awal pendaftaran, tautan yang tidak terhubung dengan situs resmi perusahaan, serta informasi yang tidak dapat ditemukan melalui kanal resmi perusahaan.
Sebagai perusahaan BUMN, PT Telkom Indonesia umumnya mengumumkan proses rekrutmen melalui portal resmi dan saluran komunikasi yang telah diverifikasi. Oleh karena itu, calon pelamar disarankan untuk selalu melakukan pengecekan langsung melalui situs resmi perusahaan sebelum mengirimkan dokumen maupun data pribadi.
Dengan meningkatnya penyebaran informasi rekrutmen palsu di media sosial, kewaspadaan menjadi langkah penting untuk menghindari potensi penipuan dan penyalahgunaan data pribadi yang dapat merugikan masyarakat.














