NASIONAL

WNA Italia Diduga Ngamuk di Denpasar, Warga Jadi Korban Kekerasan, Polisi Diminta Bertindak

Avatar
26
×

WNA Italia Diduga Ngamuk di Denpasar, Warga Jadi Korban Kekerasan, Polisi Diminta Bertindak

Sebarkan artikel ini
WNA Italia Mengamuk di Bali Warga Denpasar Diduga Dipukul dan Motor Dirusak

Media90 – Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan seorang Warga Negara Asing (WNA) kembali menyita perhatian publik. Peristiwa ini terjadi di Denpasar, ketika seorang pria asal Italia diduga melakukan aksi brutal terhadap warga lokal.

Insiden tersebut viral di media sosial setelah video kejadian beredar luas dan memicu kemarahan netizen.

Ads
close ads

Kronologi Berawal dari Keluhan Sepele

Peristiwa ini pertama kali diungkap oleh akun Instagram korban, Instagram @yuniliawt. Kejadian berlangsung pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WITA.

Konflik bermula dari hal yang terbilang sepele. Korban saat itu sedang beraktivitas memasak di dapur rumahnya. Namun, pelaku merasa terganggu oleh suara tersebut.

Alih-alih menyelesaikan secara baik-baik, pelaku justru menunjukkan sikap agresif dengan menggedor tembok secara keras sebelum akhirnya mendatangi rumah korban.

Dalam video yang beredar, pelaku terlihat mengamuk dan menendang sepeda motor milik korban hingga mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, pelaku juga diduga melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap suami korban.

Aksi tersebut langsung menuai kecaman luas dari publik yang menilai tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi.

Desakan ke Polisi dan Kekhawatiran Korban

Kasus ini turut mendapat perhatian dari aktivis kemanusiaan Bali, Niluh Djelantik. Ia secara terbuka meminta pihak kepolisian untuk segera mengambil tindakan tegas.

Dalam pernyataannya di media sosial, Niluh menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga lokal dari tindakan kekerasan, terutama yang dilakukan oleh WNA.

Korban diketahui telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Denpasar pada hari yang sama. Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pun telah dilakukan.

Namun hingga kini, pelaku disebut belum dipanggil maupun diamankan. Hal ini memicu kekhawatiran dari pihak korban.

“Kami sudah membuat laporan ke Polresta tadi pagi, sudah dilakukan olah TKP. Tapi pelaku WNA-nya sama sekali belum dipanggil ataupun diamankan. Kami disuruh menunggu maksimal beberapa hari, takutnya terlapor keburu pindah atau kabur,” ungkap korban.

Diduga Sudah Berulang Kali Terjadi

Fakta mengejutkan lainnya, korban mengungkap bahwa tindakan pelaku bukanlah yang pertama kali terjadi. WNA tersebut disebut kerap menunjukkan perilaku intimidatif setiap kali mendengar aktivitas rumah tangga seperti mandi atau menyapu.

Hal ini diduga karena posisi kamar pelaku berdekatan langsung dengan dapur dan kamar mandi korban. Situasi tersebut membuat korban dan keluarganya merasa tidak aman di lingkungan tempat tinggalnya sendiri.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik, sekaligus menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam memberikan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan