OTOMOTIF

7 Fakta Mesin Turbo Mitsubishi Destinator, Aman Diisi Pertalite?

Solhan Khairi
4
×

7 Fakta Mesin Turbo Mitsubishi Destinator, Aman Diisi Pertalite?

Sebarkan artikel ini
Mengenal 7 Fakta Mesin Turbo Mitsubishi Destinator Termasuk Soal Penggunaan Pertalite

Media90.id – Mitsubishi Destinator langsung menjadi perbincangan sejak resmi diperkenalkan di Indonesia. Selain tampil sebagai SUV 7-penumpang dengan desain modern, perhatian publik juga tertuju pada mesin turbo 1.5 liter yang diusungnya.

Tak sedikit yang mempertanyakan kemampuan mesin tersebut, mulai dari performa hingga kompatibilitasnya dengan bahan bakar beroktan rendah seperti Pertalite. Namun, Mitsubishi mengklaim mesin ini telah dirancang untuk menghadirkan tenaga besar tanpa mengorbankan efisiensi maupun kepraktisan.

Ads
close ads

Lantas, apa saja keunggulan mesin turbo Mitsubishi Destinator? Berikut ulasannya.

Spesifikasi Mesin Mitsubishi Destinator

Sebelum membahas lebih jauh, berikut spesifikasi utama mesin yang digunakan Mitsubishi Destinator.

SpesifikasiDetail
Kode Mesin4B40 MIVEC Turbocharged
Kapasitas1.499 cc, 4 silinder DOHC
Tenaga Maksimum163 PS pada 5.000 rpm
Torsi Maksimum250 Nm pada 2.000–4.000 rpm
Sistem Pendingin TurboWater-cooled Intercooler
TransmisiCVT
PenggerakFWD (Front Wheel Drive)
BBM MinimumRON 90 (Pertalite)
Rekomendasi BBMRON 95
Kapasitas Tangki45 liter

Dengan tenaga mencapai 163 PS dan torsi 250 Nm, performa Destinator jauh lebih tinggi dibanding Mitsubishi Xpander yang menghasilkan sekitar 105 PS dan torsi 141 Nm.

1. Tenaga Besar, Tetap Efisien

Meski mengusung mesin turbo, Mitsubishi tetap mengutamakan efisiensi bahan bakar melalui penerapan teknologi Atkinson Cycle.

Teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi pembakaran sehingga konsumsi BBM tetap terjaga tanpa mengurangi performa.

Turbo juga baru bekerja optimal mulai sekitar 2.000 rpm, sehingga saat digunakan dalam kondisi lalu lintas perkotaan, mesin tetap terasa halus dan tidak boros.

2. Menggunakan Water-Cooled Intercooler

Salah satu pembeda utama Destinator adalah penggunaan water-cooled intercooler.

Berbeda dengan banyak mobil turbo lain yang memakai air-cooled intercooler di bagian depan kendaraan, Mitsubishi menempatkan intercooler berbasis cairan di atas mesin.

Sistem ini berfungsi menjaga suhu udara yang masuk ke ruang bakar tetap stabil sehingga performa mesin lebih konsisten dalam berbagai kondisi berkendara.

3. Aman Menggunakan Pertalite

Salah satu pertanyaan yang paling banyak muncul adalah apakah mesin turbo Mitsubishi Destinator bisa menggunakan Pertalite.

Jawabannya bisa.

Mitsubishi menyatakan mesin 4B40 MIVEC Turbocharged telah dirancang agar tetap aman menggunakan BBM RON 90 atau Pertalite.

Meski demikian, untuk memperoleh performa dan efisiensi terbaik, pabrikan tetap merekomendasikan penggunaan BBM RON 95.

4. Tidak Perlu Menunggu Sebelum Mematikan Mesin

Pada mobil turbo generasi lama, pengemudi biasanya dianjurkan membiarkan mesin idle beberapa saat setelah perjalanan jauh sebelum dimatikan.

Namun kebiasaan tersebut tidak lagi diperlukan pada Mitsubishi Destinator.

Berkat sistem water-cooled intercooler, suhu turbo tetap terjaga sehingga mesin dapat langsung dimatikan setelah kendaraan diparkir.

5. Perawatan Relatif Mudah

Mesin turbo identik dengan biaya perawatan tinggi. Namun Mitsubishi mengklaim Destinator tidak memerlukan perlakuan khusus.

Perawatan rutin yang disarankan meliputi:

  • Mengganti oli mesin sesuai jadwal servis.
  • Menggunakan oli sesuai spesifikasi pabrikan.
  • Menjaga kebersihan filter udara.
  • Memanaskan mesin apabila kendaraan lama tidak digunakan.

Dengan perawatan tersebut, usia turbo tetap dapat terjaga.

6. Dibekali Lima Mode Berkendara

Untuk menunjang performa di berbagai kondisi jalan, Mitsubishi Destinator menyediakan lima pilihan Drive Mode, yaitu:

  • Normal untuk penggunaan harian.
  • Wet saat jalan basah atau hujan.
  • Gravel untuk permukaan berbatu.
  • Mud ketika melintasi jalan berlumpur.
  • Tarmac yang menawarkan respons akselerasi paling agresif di jalan aspal.

Kehadiran mode berkendara ini membuat karakter mobil dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi.

7. CVT Responsif Dipadukan Active Yaw Control

Tenaga mesin disalurkan melalui transmisi CVT yang dirancang memberikan akselerasi halus namun tetap responsif.

Destinator juga dibekali fitur Active Yaw Control (AYC) yang membantu mengatur distribusi tenaga ke roda depan kiri dan kanan ketika menikung.

Hasilnya, kendaraan terasa lebih stabil dan mudah dikendalikan saat bermanuver.

Apakah Ada Kekurangannya?

Beberapa pengamat otomotif sempat menyoroti posisi water-cooled intercooler yang ditempatkan di atas mesin.

Secara teori, suhu udara di ruang mesin pada iklim tropis berpotensi lebih tinggi dibanding intercooler konvensional yang mendapat aliran udara langsung dari bagian depan kendaraan.

Meski demikian, Mitsubishi menyatakan sistem tersebut telah melalui proses pengembangan dan pengujian yang disesuaikan dengan kondisi jalan serta iklim Indonesia. Dalam pengujian penggunaan sehari-hari, performa Destinator tetap diklaim stabil.

Kesimpulan

Mesin turbo Mitsubishi Destinator menawarkan kombinasi performa dan kepraktisan yang menarik di kelas SUV 7-penumpang.

Tenaga 163 PS, torsi 250 Nm, dukungan penggunaan Pertalite (RON 90), sistem water-cooled intercooler, hingga lima mode berkendara menjadi nilai tambah yang membuat SUV ini layak dipertimbangkan.

Bagi konsumen yang menginginkan SUV keluarga dengan performa tinggi namun tetap mudah digunakan untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh, Mitsubishi Destinator menjadi salah satu pilihan yang patut dilirik.

FAQ

Apakah Mitsubishi Destinator bisa menggunakan Pertalite?
Ya. Mitsubishi menyatakan mesin turbo Destinator aman menggunakan BBM dengan oktan RON 90 (Pertalite). Namun untuk performa optimal tetap disarankan menggunakan RON 95.

Berapa tenaga mesin Mitsubishi Destinator?
Mesin 1.5L turbo menghasilkan tenaga 163 PS pada 5.000 rpm dan torsi 250 Nm pada 2.000–4.000 rpm.

Apakah mesin Destinator sama dengan Mitsubishi Xpander?
Tidak. Destinator menggunakan mesin 4B40 MIVEC Turbocharged, sedangkan Xpander memakai mesin naturally aspirated tanpa turbo.

Apakah setelah perjalanan jauh harus menunggu sebelum mematikan mesin?
Tidak. Berkat sistem water-cooled intercooler, mesin dapat langsung dimatikan setelah kendaraan berhenti.

Bagaimana perawatan mesin turbo Destinator?
Perawatannya relatif mudah, cukup mengikuti jadwal servis berkala, menggunakan oli sesuai rekomendasi pabrikan, serta menjaga kondisi filter udara agar sistem turbo tetap bekerja optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *