Media90.id – Masih banyak orang yang mengira mobil hybrid hanya memiliki satu baterai besar sebagai sumber tenaga utama. Padahal, anggapan tersebut kurang tepat.
Selain baterai bertegangan tinggi yang digunakan untuk menggerakkan motor listrik, mobil hybrid juga tetap dibekali aki 12 volt seperti mobil bermesin bensin atau diesel.
Meski sama-sama disebut aki, komponen yang digunakan pada mobil hybrid memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan aki mobil konvensional. Mulai dari fungsi, teknologi, lokasi pemasangan, hingga biaya penggantiannya.
Memahami perbedaan tersebut penting agar pemilik kendaraan tidak keliru saat melakukan perawatan maupun penggantian aki.
Lalu, apa saja perbedaan aki mobil hybrid dengan aki biasa? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Aki Mobil Hybrid?
Sebelum membahas perbedaannya, penting untuk mengetahui fungsi aki pada mobil hybrid.
Banyak orang mengira mobil hybrid hanya mengandalkan baterai berukuran besar yang biasanya berada di bawah lantai atau jok kendaraan.
Padahal, selain baterai tegangan tinggi, mobil hybrid juga memiliki aki 12 volt yang berfungsi menyuplai listrik ke berbagai sistem elektronik, seperti:
- Electronic Control Unit (ECU)
- Sistem keamanan kendaraan
- Lampu
- Audio
- Sensor
- Modul komunikasi kendaraan
Tanpa aki 12 volt yang bekerja dengan baik, mobil hybrid berpotensi gagal masuk ke mode Ready, meskipun baterai utama masih memiliki daya yang cukup.
1. Fungsi Aki Berbeda dengan Mobil Konvensional
Perbedaan paling mendasar terletak pada fungsinya.
Pada mobil bermesin bensin maupun diesel, aki memiliki tugas utama menghidupkan motor starter yang memutar mesin hingga menyala. Selain itu, aki juga menyuplai listrik ke berbagai perangkat elektronik saat mesin belum hidup.
Sementara pada mobil hybrid, proses menghidupkan kendaraan tidak lagi mengandalkan motor starter konvensional.
Motor listrik yang memperoleh energi dari baterai tegangan tinggi membantu proses tersebut sehingga beban kerja aki 12 volt menjadi lebih ringan.
Meski demikian, aki tetap memiliki peran penting karena bertugas mengaktifkan seluruh sistem elektronik sebelum kendaraan siap digunakan.
2. Teknologi Aki Lebih Modern
Mobil hybrid umumnya menggunakan aki berteknologi Absorbent Glass Mat (AGM) atau Enhanced Flooded Battery (EFB).
Kedua jenis aki tersebut dirancang untuk menghadapi siklus pengisian dan pengosongan daya yang lebih sering dibandingkan aki biasa.
Keunggulan aki AGM antara lain:
- Lebih tahan terhadap getaran
- Pengisian daya lebih cepat
- Umur pakai lebih panjang
- Performa lebih stabil
Sementara itu, mobil konvensional masih banyak menggunakan aki basah atau maintenance free (MF) yang cukup andal untuk penggunaan harian, tetapi tidak memiliki ketahanan siklus sebaik AGM maupun EFB.
3. Lokasi Pemasangan Tidak Selalu di Ruang Mesin
Pada mobil konvensional, aki hampir selalu berada di dalam ruang mesin sehingga mudah ditemukan.
Berbeda dengan mobil hybrid.
Pada sejumlah model, aki justru ditempatkan di:
- Bagasi belakang
- Bawah jok belakang
Penempatan tersebut bertujuan menjaga distribusi bobot kendaraan agar lebih seimbang sekaligus memberikan ruang bagi komponen sistem hybrid yang berada di ruang mesin.
Akibatnya, proses pemeriksaan maupun penggantian aki pada mobil hybrid terkadang lebih rumit dibandingkan mobil biasa.
4. Kapasitas dan Karakteristik Penggunaan Berbeda
Walaupun sama-sama menggunakan tegangan 12 volt, karakteristik aki mobil hybrid berbeda.
Pada mobil hybrid, kebutuhan listrik lebih banyak difokuskan untuk mendukung berbagai komputer dan sistem elektronik kendaraan.
Selain itu, mobil hybrid memiliki sistem manajemen energi yang membuat aki 12 volt dan baterai tegangan tinggi bekerja secara terintegrasi sehingga distribusi daya menjadi lebih efisien.
Karena itu, pemilik kendaraan tidak disarankan mengganti aki dengan produk yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan.
5. Harga Aki Hybrid Umumnya Lebih Mahal
Perbedaan lainnya terlihat dari sisi harga.
Aki mobil konvensional umumnya dijual mulai ratusan ribu rupiah hingga sekitar Rp2 juta, tergantung kapasitas dan merek.
Sementara itu, aki AGM yang banyak digunakan pada mobil hybrid biasanya dipasarkan mulai Rp2 juta hingga lebih dari Rp5 juta.
Harga yang lebih tinggi tersebut sebanding dengan teknologi serta daya tahan yang ditawarkan untuk mendukung sistem elektrifikasi kendaraan.
Apakah Mobil Hybrid Memiliki Dua Baterai?
Ya. Sebagian besar mobil hybrid memiliki dua sumber penyimpanan energi yang berbeda fungsi.
Yang pertama adalah aki 12 volt yang mendukung seluruh sistem kelistrikan kendaraan.
Sedangkan yang kedua merupakan baterai bertegangan tinggi yang menyimpan energi hasil regenerative braking sekaligus menjadi sumber tenaga motor listrik.
Keduanya memiliki fungsi berbeda sehingga tidak dapat saling menggantikan.
Tanda-Tanda Aki Mobil Hybrid Mulai Lemah
Seperti komponen lainnya, aki mobil hybrid juga memiliki masa pakai tertentu.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Mobil sulit masuk ke mode Ready
- Muncul indikator peringatan pada panel instrumen
- Lampu kendaraan mulai redup
- Audio kurang stabil
- Gangguan pada fitur elektronik
Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan di bengkel resmi atau bengkel yang memiliki kompetensi menangani kendaraan hybrid.
Cara Merawat Aki Mobil Hybrid
Agar usia pakainya lebih panjang, pemilik kendaraan dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Membersihkan terminal aki dari kotoran dan korosi.
- Menggunakan mobil secara rutin agar tegangan aki tetap stabil.
- Melakukan pemeriksaan berkala pada sistem pengisian.
- Mengganti aki sesuai spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan.
Dengan perawatan yang baik, usia pakai aki mobil hybrid dapat mencapai lebih dari empat tahun, tergantung pola penggunaan dan kondisi kendaraan.
Apakah Aki Mobil Hybrid Lebih Awet?
Secara teori, aki mobil hybrid memiliki potensi umur pakai yang cukup panjang.
Hal ini karena aki tidak digunakan untuk memutar motor starter seperti pada mobil konvensional sehingga beban kerjanya relatif lebih ringan.
Namun, usia pakai tetap dipengaruhi berbagai faktor, seperti:
- Suhu lingkungan
- Intensitas penggunaan kendaraan
- Kualitas aki
- Kondisi sistem pengisian listrik
Karena itu, pemeriksaan rutin tetap diperlukan agar potensi kerusakan dapat diketahui lebih awal.
Kesimpulan
Perbedaan aki mobil hybrid dengan aki mobil biasa tidak hanya terletak pada harga, tetapi juga mencakup fungsi, teknologi, lokasi pemasangan, serta karakteristik penggunaannya.
Mobil hybrid tetap membutuhkan aki 12 volt untuk mengoperasikan berbagai sistem elektronik, sedangkan baterai tegangan tinggi bertugas menggerakkan motor listrik.
Sebagian besar kendaraan hybrid menggunakan aki berteknologi AGM atau EFB yang lebih sesuai dengan kebutuhan sistem elektrifikasi modern. Meski biaya penggantiannya lebih mahal, aki jenis ini menawarkan performa dan daya tahan yang lebih baik apabila dirawat sesuai rekomendasi pabrikan.
FAQ
Apakah aki mobil hybrid sama dengan aki mobil biasa?
Tidak. Mobil hybrid umumnya menggunakan aki AGM atau EFB yang memiliki teknologi dan karakteristik berbeda dibandingkan aki mobil konvensional.
Berapa umur aki mobil hybrid?
Rata-rata berkisar antara 3 hingga 5 tahun, tergantung pola penggunaan, kualitas aki, dan kondisi kendaraan.
Apakah mobil hybrid memiliki dua baterai?
Ya. Mobil hybrid memiliki aki 12 volt untuk sistem kelistrikan serta baterai tegangan tinggi sebagai sumber tenaga motor listrik.
Mengapa harga aki mobil hybrid lebih mahal?
Karena menggunakan teknologi yang lebih canggih serta dirancang untuk memenuhi kebutuhan sistem elektrifikasi kendaraan modern.
Apakah aki mobil hybrid bisa diganti dengan aki biasa?
Tidak disarankan. Penggantian aki harus mengikuti spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan agar seluruh sistem kendaraan tetap bekerja secara optimal.














