Media90.id – Kabar baik bagi para pengguna kendaraan bermotor di Indonesia. Memasuki Juli 2026, sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan harga di SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo dibandingkan harga yang berlaku pada 10 Juni 2026.
Penurunan harga terutama terjadi pada produk BBM non-subsidi, khususnya jenis diesel dan bahan bakar beroktan tinggi. Bahkan, beberapa produk mengalami penurunan harga hingga lebih dari Rp3.000 per liter.
Berikut daftar lengkap harga BBM terbaru di SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo untuk wilayah Jakarta.
Harga BBM Pertamina Juli 2026
PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga sejumlah BBM non-subsidi, terutama pada produk Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo.
Penurunan harga paling besar terjadi pada Pertamina Dex yang turun Rp3.650 per liter, disusul Dexlite yang turun Rp3.300 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax dan Pertamax Green masih tetap.
Daftar Harga BBM Pertamina Juli 2026
| Jenis BBM | Harga |
|---|---|
| Pertalite | Rp10.000 per liter |
| Pertamax | Rp16.250 per liter |
| Pertamax Green | Rp17.000 per liter |
| Pertamax Turbo | Rp19.300 per liter |
| Solar Subsidi | Rp6.800 per liter |
| Dexlite | Rp19.700 per liter |
| Pertamina Dex | Rp21.150 per liter |
Harga BBM Shell Juli 2026
Shell masih menawarkan satu jenis BBM di Indonesia, yakni Shell V-Power Diesel.
Sementara itu, stok Shell Super, V-Power, dan V-Power Nitro+ masih belum tersedia di sejumlah SPBU.
Kabar baiknya, harga Shell V-Power Diesel juga mengalami penurunan cukup signifikan.
Sebelumnya dijual Rp24.490 per liter, kini menjadi Rp21.340 per liter, atau turun sebesar Rp3.150 per liter.
Perlu diketahui, Shell V-Power Diesel saat ini hanya tersedia di beberapa wilayah, seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Harga BBM BP Juli 2026
SPBU BP juga melakukan penyesuaian harga pada produk diesel.
BP Ultimate Diesel turun dari Rp25.060 menjadi Rp21.340 per liter, atau lebih murah Rp3.720 per liter.
Sementara harga BP 92 dan BP Ultimate tetap.
Daftar Harga BBM BP Juli 2026
| Jenis BBM | Harga |
|---|---|
| BP 92 | Rp16.670 per liter |
| BP Ultimate | Rp17.240 per liter |
| BP Ultimate Diesel | Rp21.340 per liter |
Harga BBM Vivo Juli 2026
Vivo turut menyesuaikan harga produk diesel.
Diesel Primus Plus kini dibanderol Rp21.340 per liter, turun Rp3.720 dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp25.060 per liter.
Sementara harga Revvo 92 dan Revvo 95 tidak mengalami perubahan.
Daftar Harga BBM Vivo Juli 2026
| Jenis BBM | Harga |
|---|---|
| Revvo 92 | Rp16.670 per liter |
| Revvo 95 | Rp17.240 per liter |
| Diesel Primus Plus | Rp21.340 per liter |
Ringkasan Penurunan Harga BBM
Berikut beberapa produk yang mengalami penurunan harga paling signifikan pada Juli 2026:
Produk Penurunan BP Ultimate Diesel Rp3.720/liter Vivo Diesel Primus Plus Rp3.720/liter Pertamina Dex Rp3.650/liter Dexlite Rp3.300/liter Shell V-Power Diesel Rp3.150/liter Pertamax Turbo Rp1.450/liter
Kesimpulan
Harga BBM di berbagai SPBU pada Juli 2026 menunjukkan tren penurunan, khususnya untuk produk non-subsidi berbahan bakar diesel dan BBM beroktan tinggi.
Pertamina menurunkan harga Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo. Shell memangkas harga V-Power Diesel, sementara BP dan Vivo kompak menurunkan harga diesel premiumnya hingga Rp3.720 per liter.
Bagi masyarakat, khususnya pengguna kendaraan diesel maupun kendaraan yang menggunakan BBM non-subsidi, penyesuaian harga ini menjadi kabar baik karena dapat membantu menekan biaya operasional sehari-hari.
FAQ
Apakah harga BBM Pertamina turun pada Juli 2026?
Ya. Pertamina menurunkan harga Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo, sementara Pertamax dan Pertamax Green tetap.
Berapa harga Pertamax pada Juli 2026?
Harga Pertamax di wilayah Jakarta tetap Rp16.250 per liter.
Berapa harga Dexlite terbaru?
Dexlite kini dijual Rp19.700 per liter, turun Rp3.300 dibandingkan harga sebelumnya.
Apakah Shell juga menurunkan harga BBM?
Ya. Shell V-Power Diesel turun menjadi Rp21.340 per liter.
BBM mana yang mengalami penurunan harga terbesar?
BP Ultimate Diesel dan Vivo Diesel Primus Plus menjadi produk dengan penurunan terbesar, masing-masing turun Rp3.720 per liter.














