Media90.id – Salah satu pemain otomotif yang paling agresif mengembangkan teknologi mobil terbang adalah XPeng. Produsen asal Tiongkok ini tidak hanya dikenal lewat kendaraan listrik pintar, tetapi juga mulai membangun ekosistem mobilitas udara melalui divisi khusus bernama Aridge XPeng.
Dalam kunjungan yang berlangsung pada 12–15 Mei 2026 di pusat pengembangan XPeng di Guangzhou, China, berbagai kendaraan terbang dipamerkan secara langsung. Menariknya, sebagian besar bukan lagi sekadar konsep, melainkan sudah memiliki kemampuan terbang aktif dengan dukungan teknologi autonomous flight berbasis AI.
Mulai dari multicopter dua penumpang, eVTOL, hingga konsep mobil terbang antar kota, semuanya menunjukkan bahwa masa depan transportasi udara semakin mendekati realita.
XPeng Traveller X2 Jadi Sorotan Utama
Di ruang pamer utama, perhatian langsung tertuju pada XPeng Traveller X2 yang tampil dengan desain kapsul futuristis.
Kendaraan ini memiliki delapan baling-baling besar di sisi bodi, menyerupai perpaduan antara drone raksasa dan kapsul penumpang masa depan. X2 dirancang untuk dua orang dan mampu lepas landas secara vertikal layaknya multicopter.
XPeng mengklaim X2 dapat terbang hingga sekitar 35 menit dengan kecepatan maksimum mencapai 130 km/jam. Yang paling menarik, kendaraan ini juga sudah mendukung autonomous flight, di mana sistem AI dapat mengendalikan penerbangan secara otomatis tanpa intervensi pilot.
Teknologi ini membuka peluang baru untuk mobilitas perkotaan berbasis udara di masa depan.
Traveller T1: Terbang Ultra Rendah
Tidak jauh dari X2, terdapat XPeng Traveller T1 yang menawarkan konsep berbeda.
Kendaraan ini mampu melakukan penerbangan ultra-rendah pada ketinggian sekitar 5–25 meter. Konsep ini dinilai cocok untuk mobilitas jarak pendek di area tertentu, termasuk skenario penggunaan urban atau kebutuhan khusus di masa depan.
XPeng tampak ingin mengeksplorasi berbagai model penggunaan transportasi udara, bukan hanya untuk perjalanan jauh, tetapi juga mobilitas harian jarak dekat.
XPeng X1: Manual dan Otomatis dalam Satu Kendaraan
Model lain yang dipamerkan adalah XPeng X1, sebuah multicopter satu penumpang berukuran ringkas.
Keunggulannya terletak pada fleksibilitas kontrol:
- Mode manual: pengguna mengendalikan langsung seperti pilot pesawat ringan
- Mode otomatis: sistem AI mengambil alih seluruh proses penerbangan
Pendekatan ini membuat pengalaman terbang lebih adaptif, baik untuk pengguna profesional maupun pemula.
Land Aircraft Carrier: Konsep Paling Revolusioner
Salah satu inovasi paling mencolok adalah XPeng Land Aircraft Carrier.
Konsep ini terdiri dari dua bagian:
- “Mothership”: MPV listrik enam roda sebagai kendaraan darat
- Kendaraan terbang: unit eVTOL yang dapat dilepas dari mobil utama
Mothership tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan pengangkut, tetapi juga sebagai stasiun pengisian daya. Bahkan, kendaraan ini diklaim mampu mengisi baterai unit terbang hingga enam kali pengisian.
Konsep modular ini menjawab salah satu tantangan terbesar mobil terbang: infrastruktur dan suplai energi.
XPeng eVTOL: Baling-Baling Lipat Futuristis
Model eVTOL XPeng juga menarik perhatian karena mengusung desain aerodinamis dengan baling-baling yang bisa dilipat ke dalam bodi kendaraan.
Teknologi ini memungkinkan kendaraan tetap efisien saat di darat, tanpa mengorbankan kemampuan lepas landas vertikal di udara.
Konsep eVTOL sendiri memang menjadi standar baru dalam industri mobilitas udara karena tidak membutuhkan landasan panjang seperti pesawat konvensional.
A868: Mobil Terbang Terbesar XPeng
Model paling besar dalam pameran adalah XPeng A868.
Kendaraan ini menggunakan teknologi full tilt rotor, di mana rotor dapat berubah posisi dari vertikal ke horizontal. Artinya, A868 bisa lepas landas seperti helikopter dan kemudian melaju seperti pesawat.
Spesifikasi yang diklaim:
- Jarak tempuh: lebih dari 500 km
- Kecepatan maksimum: 360+ km/jam
- Kapasitas: hingga 6 penumpang
- Sistem tenaga: hybrid (belum full listrik)
Model ini diposisikan sebagai solusi transportasi antar kota berkecepatan tinggi di masa depan.
Masa Depan Mobilitas Udara Semakin Nyata
Melihat langsung seluruh lini kendaraan terbang XPeng membuat batas antara fiksi ilmiah dan teknologi nyata terasa semakin tipis. Jika dulu mobil terbang hanya ada di film, kini prototipe dan unit demonstrasi sudah mulai menunjukkan kemampuan terbang sesungguhnya.
XPeng tidak hanya ingin menjadi produsen mobil listrik, tetapi juga membangun ekosistem mobilitas udara berbasis AI dan elektrifikasi.
Meski masih menghadapi tantangan besar seperti regulasi dan infrastruktur, arah pengembangannya menunjukkan bahwa transportasi masa depan sedang bergerak ke dimensi baru.
Kesimpulan
Kehadiran berbagai mobil terbang XPeng—mulai dari Traveller X2, T1, X1, Land Aircraft Carrier, eVTOL, hingga A868—menunjukkan keseriusan perusahaan dalam membangun ekosistem mobilitas udara masa depan.
Setiap model memiliki peran berbeda, mulai dari mobilitas personal, perjalanan jarak pendek, hingga transportasi antar kota berkecepatan tinggi.
Dengan dukungan AI, sistem autonomous, dan teknologi listrik/hybrid, XPeng memperlihatkan bahwa era mobil terbang bukan lagi sekadar konsep, tetapi sudah berada di tahap pengembangan yang sangat serius.
FAQ
1. Apa itu mobil terbang XPeng?
Mobil terbang XPeng adalah kendaraan udara yang dikembangkan oleh XPeng melalui divisi Aridge dengan teknologi AI dan sistem elektrifikasi.
2. Apakah sudah bisa digunakan publik?
Sebagian masih dalam tahap pengujian dan demonstrasi, belum diproduksi massal.
3. Berapa kecepatan XPeng Traveller X2?
Sekitar 130 km/jam dengan durasi terbang ±35 menit.
4. Apa itu Land Aircraft Carrier?
Kendaraan modular yang terdiri dari MPV darat dan mobil terbang yang dapat docking serta mengisi daya.
5. Apakah semua mobil terbang XPeng full listrik?
Tidak, beberapa masih menggunakan sistem hybrid seperti A868.














