OTOMOTIF

Peluncuran GAC E9 PHEV Kembali Ditunda, GAC Indonesia Beberkan Penyebabnya

Solhan Khairi
9
×

Peluncuran GAC E9 PHEV Kembali Ditunda, GAC Indonesia Beberkan Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Peluncuran GAC E9 PHEV Kembali Ditunda GAC Indonesia Beberkan Penyebabnya

Media90.id – GAC Indonesia kembali menunda peluncuran MPV plug-in hybrid andalannya, GAC E9 PHEV, di pasar Indonesia. Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan mempertimbangkan kondisi pasar yang dinilai belum kondusif, mulai dari kenaikan harga bahan bakar hingga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Tak hanya GAC E9 PHEV, GAC Indonesia juga memutuskan menunda peluncuran SUV GS3 Emzoom yang sebelumnya direncanakan meluncur pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Ads
close ads

Sudah Beberapa Kali Mengalami Penundaan

Rencana kehadiran GAC E9 PHEV di Indonesia sebenarnya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu. Pada Maret lalu, GAC Indonesia sempat mengonfirmasi akan menghadirkan model baru pada pertengahan tahun 2026.

Meski saat itu identitas mobil masih dirahasiakan, berbagai petunjuk yang diberikan mengarah pada GAC E9 PHEV.

Sebelumnya lagi, MPV tujuh penumpang berteknologi plug-in hybrid tersebut telah dipamerkan kepada publik dalam ajang GIIAS 2025. Namun, saat itu GAC hanya memperkenalkannya tanpa membuka penjualan resmi.

Hingga akhir 2025, peluncuran GAC E9 PHEV belum juga terealisasi. Kala itu, GAC Indonesia menjelaskan penundaan dilakukan agar dapat menghadirkan versi terbaru yang lebih dulu diluncurkan di China.

Memasuki 2026, harapan kembali muncul setelah GAC memastikan E9 PHEV akan meluncur tahun ini. Bahkan, proses uji coba produksi sempat dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

Namun, melihat perkembangan ekonomi dan pasar otomotif saat ini, perusahaan kembali memilih menunda peluncuran model tersebut.

Tidak Hanya GAC E9 PHEV

CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, mengatakan keputusan tersebut tidak hanya berlaku untuk E9 PHEV, tetapi juga untuk SUV bermesin bensin turbo GS3 Emzoom.

Menurutnya, situasi pasar saat ini belum mendukung peluncuran kendaraan yang masih menggunakan bahan bakar fosil.

“Untuk GIIAS 2026, saya menunda peluncuran kendaraan E9 PHEV dan Emzoom. Saya harus sebut namanya karena sudah saya tunda. Karena Emzoom itu adalah kendaraan berteknologi ICE (Internal Combustion Engine) 1.500 Turbo. Dengan fenomena yang sekarang lagi marak, setelah harga Pertamax naik, demonstrasi di mana-mana, saya melihat bahwa ini bukan saat yang tepat untuk melahirkan kendaraan tersebut,” ujar Andry Ciu di Jakarta.

Harga BBM dan Kurs Rupiah Jadi Pertimbangan

Selain kenaikan harga bahan bakar, GAC Indonesia juga mempertimbangkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat maupun yuan China.

Andry menilai kondisi tersebut berpotensi membuat harga jual kendaraan menjadi kurang kompetitif apabila dipaksakan meluncur dalam waktu dekat.

“Exchange rate sekarang naik, dolar naik, yuan naik. Kalau saya luncurkan saat ini tentunya harganya menjadi tidak terlalu ekonomis. Lebih baik saya menunda sampai situasi stabil kembali. Harga Pertamax kembali stabil, turun kembali. Tidak terlambat untuk kami luncurkan Emzoom di kemudian hari,” jelasnya.

PHEV Tetap Menggunakan Bahan Bakar Fosil

Meski mengusung teknologi plug-in hybrid yang lebih hemat bahan bakar dibanding mobil konvensional, Andry menegaskan bahwa GAC E9 PHEV tetap membutuhkan bensin dalam pengoperasiannya.

Karena itu, alasan penundaan juga berlaku untuk model elektrifikasi tersebut.

“Kenapa yang E9 PHEV juga ditunda, karena PHEV tetap menggunakan bahan bakar fosil. Oleh karena itu, karena dengan fenomena yang sekarang masih marak, GAC menunda peluncuran segala kendaraan yang berbahan bakar fosil,” katanya.

Belum Ada Jadwal Peluncuran Baru

Hingga saat ini, GAC Indonesia belum dapat memastikan kapan GAC E9 PHEV maupun GS3 Emzoom akan resmi diluncurkan di Indonesia.

Perusahaan berharap kondisi ekonomi nasional segera membaik, harga bahan bakar kembali stabil, dan nilai tukar rupiah menguat sehingga kedua model tersebut dapat dipasarkan dengan harga yang lebih kompetitif.

“Semoga tidak berkepanjangan, harga Pertamax bisa terkendali, kurs kembali normal, ekonomi kembali membaik, dan kami bisa luncurkan,” pungkas Andry.

Meski membatalkan peluncuran model baru pada GIIAS 2026, GAC Indonesia memastikan tetap berpartisipasi dalam pameran otomotif tahunan tersebut. Pabrikan asal China itu juga menjanjikan akan menghadirkan sejumlah kejutan lain selama ajang berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *