Media90.id – Mobil TikTok sempat menjadi salah satu isu paling hangat di industri otomotif China setelah muncul rumor bahwa ByteDance, perusahaan induk TikTok, tengah menyiapkan merek kendaraan baru bersama Seres Group. Spekulasi ini berkembang cepat karena dikaitkan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang saat ini menjadi fokus utama berbagai perusahaan teknologi global.
Rumor tersebut semakin ramai setelah muncul nama baru Saidou Technology, sebuah entitas hasil restrukturisasi dari anak perusahaan Seres. Banyak pihak menduga perusahaan ini merupakan proyek kolaborasi antara Seres dan ByteDance untuk mengembangkan kendaraan berbasis AI generasi baru.
Namun, sebelum spekulasi semakin meluas, ByteDance akhirnya memberikan klarifikasi resmi dan menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk masuk ke bisnis manufaktur kendaraan.
Awal Mula Rumor Mobil TikTok dari Saidou Technology
Dikutip dari CarNewsChina, Senin (8/6/2026), rumor proyek mobil TikTok berawal dari langkah restrukturisasi Seres Group terhadap Chongqing Landian Technology. Dari proses tersebut lahirlah entitas baru bernama Saidou Technology yang langsung menarik perhatian industri otomotif China.
Saidou kemudian mendapat suntikan dana besar mencapai 6,67 miliar yuan atau sekitar Rp15 triliun dari sejumlah investor strategis. Salah satu yang paling menonjol adalah Wending Investment, yang terafiliasi dengan raksasa baterai China, CATL.
Nama “Saidou” sendiri ikut memicu spekulasi. Banyak pengamat menilai istilah tersebut merupakan kombinasi dari “Seres (Sai Li Si)” dan “Doubao”, platform AI milik ByteDance. Dugaan ini membuat publik semakin yakin bahwa kedua perusahaan sedang bekerja sama.
Spekulasi semakin menguat setelah Saidou disebut akan mengembangkan merek kendaraan baru berbasis kecerdasan buatan, yang dianggap sebagai cikal bakal “mobil TikTok”.
ByteDance Resmi Bantah Proyek Mobil TikTok
Menanggapi rumor yang berkembang luas, ByteDance akhirnya memberikan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk memproduksi mobil maupun meluncurkan merek otomotif baru.
Perusahaan juga menekankan bahwa Saidou Technology bukan bagian dari ByteDance, serta tidak memiliki hubungan kepemilikan dengan platform AI mereka, Doubao.
Dalam klarifikasinya, ByteDance menyampaikan tiga poin utama:
- Pernyataan terkait keterlibatan ByteDance dalam produksi mobil adalah tidak benar. Perusahaan tidak memiliki rencana membuat kendaraan atau merek otomotif.
- Saidou bukan merek mobil milik ByteDance maupun Doubao, dan tidak ada kerja sama ekuitas antara kedua pihak.
- Kolaborasi ByteDance di sektor otomotif hanya sebatas teknologi, seperti penyediaan model AI Doubao dan sistem kokpit pintar untuk meningkatkan pengalaman pengguna di dalam kendaraan.
ByteDance juga menegaskan bahwa mereka tidak memiliki saham di Saidou Technology, sehingga tidak terlibat dalam struktur kepemilikan perusahaan tersebut.
Dengan demikian, berbagai spekulasi yang mengaitkan ByteDance dengan proyek mobil TikTok resmi dibantah.
Fokus ByteDance Tetap di AI dan Kokpit Pintar
Meski membantah keterlibatan dalam produksi kendaraan, ByteDance mengakui bahwa mereka tetap aktif di industri otomotif—namun dari sisi teknologi.
Melalui Doubao AI dan Volcano Engine, perusahaan lebih berfokus pada pengembangan sistem kokpit pintar, layanan kecerdasan buatan, dan teknologi interaksi digital di dalam kendaraan.
Pendekatan ini sejalan dengan tren industri otomotif global yang kini semakin bergantung pada perangkat lunak dan AI. Banyak produsen mobil membutuhkan mitra teknologi untuk meningkatkan pengalaman pengguna di dalam kabin.
Dengan strategi tersebut, ByteDance dapat tetap berperan di industri otomotif tanpa harus menanggung beban besar dalam produksi kendaraan.
Perjalanan Seres dan Lahirnya AITO
Nama Seres Group sendiri bukan pemain baru di industri otomotif China. Perusahaan ini mulai mencuri perhatian sejak bekerja sama dengan Huawei dalam proyek Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA).
Kolaborasi tersebut melahirkan model SF5 dan kemudian berkembang menjadi merek AITO, yang kini menjadi salah satu pemain penting di segmen kendaraan listrik premium di China.
Keberhasilan itu membuat Seres dikenal sebagai produsen yang agresif dalam mengadopsi teknologi canggih. Karena itu, ketika Saidou muncul dengan konsep kendaraan berbasis AI, publik langsung mengaitkannya dengan ByteDance.
Namun hingga saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan langsung ByteDance dalam proyek tersebut.
Transformasi Landian Menjadi Saidou
Sebelum menjadi Saidou Technology, entitas ini dikenal sebagai Landian, merek SUV milik Seres yang menyasar segmen kendaraan terjangkau.
Landian sempat menghadirkan beberapa model seperti E3 EV, E5 PHEV, dan E5 Plus PHEV. Namun, di tengah ketatnya persaingan pasar China, merek ini kesulitan mencatatkan performa signifikan.
Pada April 2026, Landian hanya mencatat penjualan sekitar 472 unit, angka yang tergolong kecil di pasar domestik yang sangat kompetitif.
Transformasi menjadi Saidou dinilai sebagai langkah Seres untuk memperbaiki strategi bisnis sekaligus membangun identitas baru yang lebih relevan dengan tren kendaraan berbasis AI.
AI Jadi Arah Baru Industri Otomotif
Terlepas dari isu mobil TikTok, satu hal yang pasti adalah peran kecerdasan buatan semakin besar di industri otomotif global.
AI kini tidak hanya digunakan untuk sistem hiburan, tetapi juga navigasi, asisten virtual, hingga pengelolaan kendaraan secara real-time.
Dalam konteks ini, perusahaan teknologi seperti ByteDance memiliki peluang besar untuk berkontribusi tanpa harus menjadi produsen mobil.
Keahlian mereka di bidang perangkat lunak dan AI justru menjadi aset penting yang dibutuhkan industri otomotif masa depan.
Kesimpulan
Rumor proyek mobil TikTok yang melibatkan ByteDance akhirnya resmi dibantah. Perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk memproduksi kendaraan maupun terlibat dalam kepemilikan Saidou Technology.
Namun, ByteDance tetap aktif di industri otomotif melalui pengembangan teknologi AI dan sistem kokpit pintar.
Di sisi lain, perkembangan Saidou dan Seres menunjukkan bahwa industri otomotif China memang tengah bergerak cepat menuju era kendaraan berbasis kecerdasan buatan.
Kolaborasi antara teknologi dan otomotif pun diperkirakan akan semakin sering terjadi, meski tidak selalu dalam bentuk produksi mobil secara langsung.














