Media90.id – Pengujian riil membuktikan konsumsi bahan bakar BYD M6 plug-in hybrid sangat irit berkat prioritas tenaga listrik untuk mobilitas harian.
Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus kedatangan lini produk baru yang menawarkan efisiensi tinggi bagi konsumen. Salah satu teknologi yang mulai menarik perhatian adalah sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin dalam satu kendaraan.
Melalui model BYD M6 terbaru, teknologi ini diposisikan sebagai solusi transisi di tengah tantangan fluktuasi harga energi global. Banyak yang penasaran seberapa irit konsumsi bahan bakarnya dalam penggunaan nyata di jalan.
Untuk menjawab hal tersebut, dilakukan pengujian langsung di rute perkotaan hingga antarkota guna melihat efisiensi riil BYD M6 saat digunakan sehari-hari.
Skema Pengujian Jalur Perkotaan dan Antarkota
Pengujian efisiensi ini dilakukan pada rute yang merepresentasikan mobilitas komuter masyarakat sub-urban.
Perjalanan dimulai dari diler BYD Harmony Sudirman di pusat Jakarta, kemudian dilanjutkan menuju Summarecon Bogor melalui jalan tol. Setelah itu, rute berlanjut ke kawasan BSD, Tangerang Selatan, sebelum kembali lagi ke Jakarta.
Sebelum pengujian dimulai, baterai dan tangki BBM diisi penuh menggunakan metode full to full untuk mendapatkan data konsumsi yang akurat. Total jarak yang ditempuh mencapai 149,2 kilometer.
Cara Kerja Sistem DM di Lapangan
Selama pengujian, teknologi DM-i pada BYD M6 bekerja dengan filosofi Electric-First, yang memprioritaskan motor listrik sebagai penggerak utama.
Pada awal perjalanan, kendaraan sepenuhnya bergerak menggunakan tenaga listrik. Mesin bensin tidak aktif sama sekali, sehingga kabin terasa senyap seperti mobil listrik murni.
Mesin bensin baru aktif setelah mobil menempuh 119,2 kilometer, ketika kapasitas baterai berada di batas tertentu. Saat itu, mesin berfungsi dalam mode HEV Series sebagai generator untuk mengisi ulang daya baterai.
Perpindahan sistem ini berlangsung halus tanpa hentakan, sehingga pengemudi hampir tidak merasakan transisi antara mode listrik dan hybrid.
Hasil Konsumsi Bahan Bakar BYD M6
Setelah pengujian selesai dan kendaraan kembali ke titik awal, pengisian ulang bahan bakar dilakukan di SPBU menggunakan Pertamax.
Hasilnya cukup mengejutkan. Untuk menempuh jarak 149,2 kilometer, BYD M6 hanya mengonsumsi 0,26 liter bensin.
Jika dikonversi ke biaya, pengeluaran bahan bakar tersebut hanya sekitar Rp3.198.
Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar energi selama perjalanan disuplai oleh baterai, sementara mesin bensin hanya bekerja dalam kondisi efisien saat dibutuhkan.
Efisiensi tinggi ini juga didukung oleh mesin dengan tingkat efisiensi termal hingga 46 persen, serta motor listrik yang menjaga respons akselerasi tetap halus dan instan.
Solusi Transisi yang Relevan untuk Indonesia
Hasil pengujian ini relevan dengan kondisi pasar otomotif Indonesia saat ini. Kendaraan elektrifikasi terus tumbuh, namun mobil berbahan bakar bensin masih mendominasi pasar.
Di sisi lain, infrastruktur pengisian daya listrik juga belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi ini membuat banyak konsumen masih ragu untuk beralih ke mobil listrik murni.
Di sinilah teknologi plug-in hybrid seperti BYD M6 menjadi solusi jembatan. Pengguna bisa mengandalkan mode listrik untuk penggunaan harian, sementara mesin bensin menjadi cadangan untuk perjalanan jauh.
Kesimpulan
BYD M6 plug-in hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar yang sangat rendah dalam penggunaan nyata. Pada pengujian sejauh 149,2 kilometer, mobil ini hanya mengonsumsi 0,26 liter bensin.
Untuk kebutuhan harian di perkotaan, kendaraan ini bahkan bisa digunakan tanpa mengonsumsi bensin sama sekali jika rutin diisi daya di rumah. Sementara untuk perjalanan jauh, mesin bensin memberikan rasa aman tambahan.
Kombinasi ini menjadikan BYD M6 sebagai pilihan rasional bagi keluarga modern yang menginginkan efisiensi, fleksibilitas, dan kenyamanan dalam satu paket kendaraan.
FAQ
▪ Berapa konsumsi bahan bakar BYD M6 Plug-in Hybrid?
Pada pengujian 149,2 km, konsumsi hanya sekitar 0,26 liter bensin dengan biaya Rp3.198.
▪ Kenapa BYD M6 bisa sangat irit?
Karena motor listrik menjadi penggerak utama, sementara mesin bensin hanya bekerja saat baterai membutuhkan bantuan.
▪ Apakah cocok untuk harian?
Sangat cocok, terutama untuk komuter perkotaan yang bisa mengandalkan mode EV sepenuhnya.














