TEKNO

Apple Dikabarkan Minta Restu Pemerintahan Trump untuk Beli Chip Memori CXMT dari China

Luluk RJMP
8
×

Apple Dikabarkan Minta Restu Pemerintahan Trump untuk Beli Chip Memori CXMT dari China

Sebarkan artikel ini
Apple Dikabarkan Akan Minta Restu Trump untuk Gunakan RAM CXMT Asal China
Apple Dikabarkan Akan Minta Restu Trump untuk Gunakan RAM CXMT Asal China

Media90.id – Apple dikabarkan tengah berupaya memperoleh izin dari pemerintahan Presiden Donald Trump untuk membeli chip memori dari perusahaan asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT). Langkah ini disebut sebagai upaya perusahaan menekan biaya komponen di tengah masih tingginya harga chip memori yang membebani industri teknologi global.

Laporan Financial Times menyebutkan Apple telah melakukan komunikasi dengan Departemen Perdagangan Amerika Serikat serta sejumlah pejabat di Washington selama lebih dari satu bulan untuk membahas kemungkinan penggunaan chip memori buatan CXMT.

Ads
close ads

CXMT Masuk Daftar Hitam Pemerintah AS

Rencana tersebut tidak lepas dari status CXMT yang saat ini masuk dalam Chinese Military Company Blacklist, yaitu daftar perusahaan yang dinilai memiliki keterkaitan dengan militer China.

Meski keberadaan CXMT dalam daftar tersebut tidak secara otomatis melarang Apple membeli produknya, penggunaan chip dari perusahaan tersebut tetap berpotensi menimbulkan konsekuensi bagi raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu.

Salah satu dampaknya, perangkat Apple yang menggunakan chip memori CXMT berpotensi tidak dapat digunakan dalam proyek pengadaan maupun kontrak yang melibatkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Tak hanya itu, CXMT juga masih menghadapi risiko dimasukkan ke dalam Entity List. Jika hal itu terjadi, perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat dapat dilarang melakukan hubungan dagang dengan pemasok tersebut, sehingga kerja sama Apple dan CXMT otomatis akan terhenti.

Berpotensi Memicu Penolakan Politik

Rencana Apple menggunakan chip memori dari perusahaan China diperkirakan akan menuai penolakan dari sejumlah kalangan politik di Amerika Serikat.

Ketua House China Committee, John Moolenaar, menilai kerja sama dengan CXMT justru dapat memperkuat posisi China dalam rantai pasok semikonduktor global. Menurutnya, langkah tersebut juga berisiko meningkatkan ketergantungan industri teknologi Amerika terhadap pemasok asal China.

Pandangan tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian pemerintah AS terhadap keamanan rantai pasok teknologi, khususnya pada sektor semikonduktor yang menjadi salah satu industri strategis.

Bukan Kali Pertama Apple Hadapi Kontroversi

Ini bukan pertama kalinya Apple menghadapi polemik terkait pemasok chip memori dari China.

Pada 2022, perusahaan juga sempat mendapat sorotan tajam ketika mempertimbangkan penggunaan chip memori buatan YMTC untuk iPhone yang dipasarkan di China. Saat itu, rencana tersebut memicu kritik dari sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat karena dinilai berpotensi meningkatkan ketergantungan terhadap industri semikonduktor China.

Kini, Apple kembali berada pada posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, perusahaan membutuhkan tambahan pemasok guna menjaga stabilitas pasokan chip memori di tengah tingginya permintaan global dan tekanan biaya produksi. Namun di sisi lain, keputusan bekerja sama dengan CXMT berpotensi memicu tekanan politik yang lebih besar dibandingkan manfaat bisnis yang dapat diperoleh.

Apabila izin dari pemerintah Amerika Serikat berhasil diperoleh, langkah tersebut dapat membantu Apple memperluas rantai pasok komponen. Namun hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai apakah kerja sama dengan CXMT akan benar-benar terealisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *