Media90.id – Apple dikabarkan mulai menguji penggunaan chip RAM buatan Tiongkok untuk sejumlah produknya. Langkah ini menyusul laporan sebelumnya yang menyebut perusahaan asal Amerika Serikat tersebut tengah mempertimbangkan penggunaan memori dari produsen lokal China dan bahkan disebut telah berupaya memperoleh persetujuan dari pemerintah AS.
Meski demikian, penggunaan komponen tersebut tampaknya tidak akan diterapkan secara global. Apple disebut hanya akan memanfaatkannya pada perangkat yang dipasarkan khusus di Tiongkok.
Apple Uji DRAM Buatan CXMT
Berdasarkan laporan yang beredar, Apple saat ini telah mulai menguji chip DRAM produksi ChangXin Memory Technologies (CXMT), salah satu perusahaan semikonduktor asal Tiongkok yang fokus mengembangkan teknologi memori.
Langkah ini dinilai sebagai upaya Apple untuk memperluas rantai pasok sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produsen memori dari negara lain.
Hanya untuk Produk yang Dijual di Tiongkok
Hal yang cukup menarik, Apple disebut tidak akan menggunakan RAM buatan CXMT pada produk yang dipasarkan secara global.
Sebaliknya, chip memori tersebut hanya akan dipasang pada perangkat yang diproduksi dan dijual khusus di pasar Tiongkok.
Strategi tersebut diyakini menjadi cara Apple untuk memanfaatkan pasokan lokal tanpa memicu persoalan regulasi maupun geopolitik dengan pemerintah Amerika Serikat.
Status CXMT Jadi Sorotan
Keputusan Apple ini tidak lepas dari status CXMT yang saat ini masuk dalam Entity List Amerika Serikat.
Daftar tersebut berisi sejumlah perusahaan yang dinilai memiliki hubungan dengan kepentingan militer Tiongkok sehingga aktivitas bisnisnya mendapat pengawasan lebih ketat dari pemerintah AS.
Meski status tersebut tidak secara otomatis melarang perusahaan Amerika membeli produk dari CXMT, terdapat sejumlah konsekuensi yang perlu dipertimbangkan.
Ada Risiko bagi Produk Apple
Apabila Apple menggunakan komponen dari perusahaan yang masuk Entity List, terdapat potensi sejumlah produknya tidak dapat digunakan dalam kontrak maupun pengadaan yang melibatkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Selain itu, jika hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali memanas, bukan tidak mungkin akan muncul kebijakan baru yang membatasi kerja sama perusahaan AS dengan mitra tertentu dari Tiongkok.
Karena itulah Apple diduga memilih pendekatan yang lebih hati-hati dengan membatasi penggunaan RAM buatan CXMT hanya untuk perangkat yang dipasarkan di dalam negeri Tiongkok.
Strategi untuk Menjaga Keseimbangan
Apabila laporan tersebut benar, langkah Apple bisa menjadi kompromi antara kebutuhan memperkuat rantai pasok di pasar Tiongkok dan kepatuhan terhadap regulasi Amerika Serikat.
Dengan hanya memanfaatkan RAM buatan Tiongkok pada produk yang dipasarkan secara lokal, Apple berpotensi memperoleh keuntungan dari pasokan domestik tanpa harus menghadapi risiko yang lebih besar di pasar internasional.
Hingga saat ini Apple maupun CXMT belum memberikan pernyataan resmi mengenai pengujian tersebut. Namun, kabar ini menunjukkan bahwa dinamika industri semikonduktor global masih sangat dipengaruhi oleh hubungan dagang dan kebijakan geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok.














