TEKNO

Data Pelanggan Trump Mobile Diduga Terekspos di Website Resmi, Bukan Akibat Peretasan

11
×

Data Pelanggan Trump Mobile Diduga Terekspos di Website Resmi, Bukan Akibat Peretasan

Sebarkan artikel ini
Trump Mobile Diduga Alami Kebocoran Data, Informasi Pelanggan Muncul di Situs Sendiri
Trump Mobile Diduga Alami Kebocoran Data, Informasi Pelanggan Muncul di Situs Sendiri

Media90.id – Trump Mobile kembali menjadi sorotan. Di tengah ketidakjelasan peluncuran smartphone pertamanya, perusahaan tersebut kini menghadapi persoalan baru yang lebih serius, yakni dugaan kebocoran data pelanggan.

Informasi yang sempat terekspos disebut mencakup data pribadi pengguna, seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat rumah, hingga alamat email. Insiden ini memicu kekhawatiran terkait keamanan data pelanggan yang telah mendaftar pada layanan Trump Mobile.

Ads
close ads

Data Terekspos Bukan Karena Diretas

Kasus tersebut pertama kali dilaporkan oleh TechCrunch. Meski demikian, Trump Mobile menegaskan bahwa insiden ini bukan disebabkan oleh peretasan terhadap sistem perusahaan.

Menurut penjelasan perusahaan, data pelanggan dapat diakses melalui website mereka sendiri dan bukan akibat serangan siber atau pembobolan server oleh peretas.

Juru bicara Trump Mobile, Chris Walker, menyatakan bahwa sumber masalah berasal dari platform milik pihak ketiga yang digunakan untuk mendukung sebagian operasional perusahaan. Namun, hingga saat ini identitas penyedia layanan tersebut belum diungkapkan kepada publik.

Masih Dalam Tahap Investigasi

Trump Mobile menyebut proses investigasi masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

Menurut perusahaan, sejauh ini belum ditemukan bukti bahwa data pelanggan yang sempat terekspos telah disalahgunakan oleh pihak lain. Meski begitu, Trump Mobile mengaku masih mengevaluasi apakah perlu memberikan pemberitahuan resmi kepada seluruh pelanggan yang terdampak.

Keputusan tersebut akan diambil setelah proses penyelidikan selesai dilakukan.

Menambah Deretan Masalah Trump Mobile

Insiden kebocoran data ini semakin memperpanjang daftar persoalan yang dihadapi Trump Mobile.

Sebelumnya, perusahaan telah menuai perhatian karena smartphone pertamanya belum juga dikirim kepada konsumen meski sempat dijanjikan meluncur pada tahun lalu.

Selain itu, perangkat tersebut juga sempat menjadi bahan perbincangan setelah muncul dugaan bahwa smartphone yang dipasarkan bukanlah produk yang benar-benar baru, melainkan hasil rebranding dari HTC U24 Pro.

Hingga kini, Trump Mobile belum memberikan informasi terbaru mengenai jadwal peluncuran perangkat tersebut maupun perkembangan lebih lanjut terkait penyelidikan insiden kebocoran data pelanggan.

Tinggalkan Balasan