Media90.id – Panggilan penipuan atau scam call kini semakin sulit dikenali karena pelaku tidak hanya mengandalkan nomor telepon palsu, tetapi juga mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meniru suara seseorang. Kondisi ini membuat pengguna semakin sulit membedakan antara panggilan asli dan telepon dari penipu.
Dengan teknik spoofing yang semakin canggih, pelaku bahkan dapat membuat nomor maupun nama kontak yang dikenal pengguna muncul di layar saat panggilan masuk. Hal tersebut membuat metode keamanan lama seperti mengecek nomor telepon menjadi tidak lagi sepenuhnya efektif.
Melihat ancaman tersebut, Google menghadirkan fitur baru bernama Fake Call Detection untuk membantu pengguna Android mengenali panggilan palsu. Fitur ini tersedia melalui aplikasi Phone by Google dan dirancang untuk mendeteksi panggilan yang menyamar sebagai kontak pengguna.
Google menyebut fitur tersebut menjadi salah satu langkah baru untuk menghadapi peningkatan kasus penipuan berbasis AI, termasuk penggunaan teknologi deepfake suara yang mampu menghasilkan suara tiruan dengan tingkat kemiripan tinggi.
Cara Kerja Fake Call Detection di Android
Berbeda dengan sistem pemblokiran panggilan biasa, Fake Call Detection bekerja melalui proses verifikasi identitas secara otomatis di balik layar.
Saat pengguna menerima panggilan dari kontak tertentu, aplikasi Phone by Google akan mengirimkan sinyal verifikasi melalui sistem RCS (Rich Communication Services) ke perangkat lawan bicara.
Apabila identitas pengirim panggilan tidak berhasil diverifikasi setelah melalui beberapa proses pengecekan, sistem Android akan memberikan peringatan kepada pengguna bahwa panggilan tersebut memiliki potensi sebagai aksi penipuan.
Dengan sistem ini, pengguna tidak hanya bergantung pada informasi nomor telepon yang tampil di layar, tetapi juga mendapatkan lapisan keamanan tambahan sebelum mempercayai panggilan masuk.
Hadapi Modus Scam Berbasis AI
Google menjelaskan bahwa cara lama untuk mengenali panggilan penipuan kini semakin tidak efektif. Nomor telepon dapat dipalsukan dengan mudah menggunakan berbagai layanan berbasis internet.
Tidak hanya itu, perkembangan AI generatif juga membuat pelaku dapat menciptakan suara palsu yang menyerupai orang asli. Teknologi tersebut sering digunakan dalam modus penipuan seperti mengaku sebagai keluarga, rekan kerja, maupun pihak resmi tertentu.
Karena itu, Google menilai sistem verifikasi identitas menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa panggilan benar-benar berasal dari pihak yang sah.
Baru Hadir di Google Pixel
Fitur Fake Call Detection mulai digulirkan pada bulan ini untuk perangkat yang menjalankan Android 12 atau versi lebih baru.
Namun, untuk saat ini fitur tersebut masih terbatas pada perangkat yang menggunakan aplikasi Phone by Google, dengan lini Google Pixel menjadi perangkat pertama yang mendapatkannya.
Pengguna Android dari berbagai merek lain masih harus menunggu apabila Google nantinya memperluas dukungan fitur ini ke lebih banyak perangkat atau aplikasi telepon bawaan dari produsen smartphone lainnya.
Dengan semakin maraknya modus penipuan menggunakan AI dan deepfake suara, kehadiran Fake Call Detection menjadi langkah penting Google dalam meningkatkan keamanan komunikasi digital di Android. Jika nantinya diadopsi lebih luas oleh berbagai merek smartphone, fitur ini berpotensi menjadi standar baru dalam perlindungan pengguna dari panggilan scam.














