TEKNO

Hindari Burnout, CEO Instagram Ungkap Rahasia Jadwal Posting yang Berkelanjutan

6
×

Hindari Burnout, CEO Instagram Ungkap Rahasia Jadwal Posting yang Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Jadwal Posting yang Tepat Versi CEO Instagram, Konten Tetap Optimal
Jadwal Posting yang Tepat Versi CEO Instagram, Konten Tetap Optimal

Media90 – Tekanan untuk terus mengunggah konten setiap hari di media sosial kerap menjadi beban mental bagi kreator maupun pelaku bisnis. Banyak pengguna merasa harus mengejar frekuensi tinggi demi memuaskan algoritma, namun justru berakhir pada kelelahan fisik dan mental atau burnout. Menanggapi fenomena ini, Head of Instagram, Adam Mosseri, menyampaikan nasihat terbuka yang cukup mengejutkan melalui broadcast channel pribadinya.

Mosseri menegaskan bahwa jadwal posting yang “optimal” bukanlah soal seberapa sering konten diunggah, melainkan seberapa lama ritme tersebut bisa dipertahankan. Menurutnya, kesehatan mental dan keberlanjutan kreativitas jauh lebih penting dibandingkan mengejar statistik harian yang fluktuatif.

Ia mengingatkan kreator agar tidak terjebak pada standar jadwal posting yang dianggap ideal oleh pihak luar, tetapi sulit dijalani dalam kehidupan nyata.

Prioritaskan Konsistensi, Bukan Intensitas

Dalam pesannya, Mosseri mengajak kreator untuk mengubah cara pandang terhadap produktivitas di Instagram. Ia menyebut bahwa jadwal terbaik adalah jadwal yang terasa realistis dan tidak menimbulkan stres.

Baca Juga:  Mengungkap Rahasia: Temukan dan Tutup Aplikasi Tersembunyi di Ponsel Android!

“Saya lebih suka Anda posting dua kali seminggu selama dua tahun, daripada setiap hari selama dua bulan lalu berhenti,” tulis Mosseri.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa algoritma Instagram tidak semata-mata mengejar ledakan aktivitas jangka pendek. Sebaliknya, konsistensi yang stabil dalam jangka panjang dinilai lebih berdampak karena membantu membangun komunitas audiens yang kuat dan loyal.

Menemukan Titik Temu antara Minat dan Performa

Selain frekuensi, Mosseri juga menyoroti pentingnya pemilihan jenis konten. Ia mendorong kreator untuk menemukan keseimbangan antara konten yang benar-benar mereka nikmati dan format yang terbukti memiliki performa baik di platform.

Menurutnya, mengejar tren tanpa mempertimbangkan minat pribadi hanya akan membuat proses berkarya terasa seperti beban kerja. Sebaliknya, ketika kreator menemukan “titik temu” antara passion dan performa, aktivitas di Instagram bisa tetap menyenangkan sekaligus produktif.

Baca Juga:  10 Aplikasi Smartphone yang Rakus Menghabiskan Kuota Data!

“Temukan titik temu antara apa yang Anda sukai dan apa yang berhasil, lalu lakukan itu secara konsisten,” ujar Mosseri.

Standar Frekuensi yang Dinilai Efektif

Meski menekankan kenyamanan pribadi, sejumlah riset industri tetap memberikan gambaran frekuensi yang dianggap aman agar akun tetap relevan. Berdasarkan rangkuman dari Hopperhq, unggahan feed idealnya berada di kisaran 1–2 kali per hari untuk menjaga jangkauan tanpa membuat audiens merasa terganggu.

Untuk format Reels, frekuensi 3–5 kali per minggu dinilai cukup efektif dalam mempertahankan visibilitas. Sementara itu, Instagram Stories disarankan diunggah sebanyak 3–7 kali per hari agar interaksi harian tetap hidup tanpa memicu kejenuhan pengikut.

Namun, angka-angka tersebut sebaiknya dijadikan referensi fleksibel, bukan kewajiban mutlak, sesuai dengan kapasitas dan kenyamanan masing-masing kreator.

Baca Juga:  Jerat Promosi Berbayar: Enam Selebgram Terjebak Promosikan Judi Slot di Instagram, Berakhir di Penjara

Fitur Baru Instagram untuk Kurangi Beban Kreator

Sejalan dengan pesan tentang keberlanjutan, Mosseri juga mengungkapkan sejumlah pembaruan fitur yang bertujuan mempermudah manajemen konten. Melalui platform Threads, ia menyebut bahwa fitur penjadwalan postingan kini mulai tersedia secara langsung bagi pengguna.

Selain itu, Instagram juga menghadirkan metrik khusus untuk postingan individu di menu Insights, memungkinkan kreator memantau performa konten dengan lebih detail. Fitur markup untuk konten reshare turut diperkenalkan, sehingga pengguna dapat menambahkan sentuhan kreatif sebelum membagikan ulang unggahan orang lain.

Berbagai pembaruan ini dirancang untuk membantu kreator bekerja lebih efisien dan mengurangi beban pengelolaan manual yang repetitif. Dengan pendekatan ini, Instagram berharap para pengguna dapat tetap produktif tanpa harus mengorbankan kesehatan mental mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *