TEKNO

Inovasi Mahasiswa Universitas Indonesia: Kacamata AI RunSight untuk Pelari Difabel Raih Pengakuan Global

11
×

Inovasi Mahasiswa Universitas Indonesia: Kacamata AI RunSight untuk Pelari Difabel Raih Pengakuan Global

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UI Ciptakan Kacamata AI untuk Difabel, Raih Pengakuan Global Ambassador
Mahasiswa UI Ciptakan Kacamata AI untuk Difabel, Raih Pengakuan Global Ambassador

Media90 – Sebuah pencapaian membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Indonesia di kancah internasional. Inovasi teknologi mutakhir kini tidak hanya lahir dari perusahaan besar dunia, tetapi juga dari lingkungan kampus di Tanah Air. Sekelompok mahasiswa berprestasi yang tergabung dalam Tim Labmino dari Universitas Indonesia (UI) berhasil menghadirkan solusi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang tidak hanya canggih, tetapi juga sarat nilai kemanusiaan.

Inovasi tersebut diberi nama RunSight, sebuah kacamata pintar yang dirancang khusus untuk membantu penyandang gangguan penglihatan atau disabilitas visual. Perangkat ini memungkinkan pengguna untuk melakukan aktivitas olahraga, khususnya berlari, dengan lebih aman dan mandiri.

Pengembangan RunSight difasilitasi melalui program Samsung Solve for Tomorrow (SFT). Program ini bertujuan mendorong generasi muda menciptakan solusi teknologi yang mampu menjawab kebutuhan nyata di masyarakat, termasuk bagi komunitas difabel.

Teknologi Inklusif Berbasis AI

RunSight hadir sebagai terobosan baru dalam mendukung kemandirian penyandang disabilitas visual. Kacamata pintar ini dilengkapi sistem berbasis AI yang mampu memberikan panduan navigasi suara secara real-time kepada pengguna.

Baca Juga:  Tips Ampuh: Ubah Kecepatan Refresh Layar PC Windows untuk Main Game Tanpa Kedip!

Teknologi tersebut bekerja dengan cara memindai dan menganalisis kondisi lingkungan sekitar. Setelah itu, sistem akan memberikan arahan secara langsung untuk membantu pengguna menentukan jalur yang aman saat berlari. Dengan fitur ini, pengguna tidak lagi harus sepenuhnya bergantung pada pendamping.

Pendekatan ini menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan tidak hanya berfungsi sebagai teknologi canggih, tetapi juga sebagai alat pemberdayaan. RunSight menjadi contoh nyata bahwa teknologi dapat hadir secara natural, responsif, dan menyatu dalam kehidupan sehari-hari.

Menjawab Tantangan Disabilitas Visual

Bagi penyandang disabilitas visual, aktivitas berlari di ruang terbuka memiliki risiko tinggi karena keterbatasan dalam mengenali rintangan. Hal ini kerap menjadi hambatan utama untuk berolahraga secara bebas.

Baca Juga:  Transformasi Potret Lebih Keren: Rahasia Menggunakan Platform Photo AI

RunSight dirancang untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan bantuan navigasi berbasis AI, perangkat ini mampu meminimalkan risiko cedera sekaligus memberikan rasa aman bagi pengguna. Selain itu, teknologi ini juga membantu meningkatkan rasa percaya diri, sehingga penyandang disabilitas dapat beraktivitas dengan lebih mandiri.

Dukungan untuk Inovasi Sosial

Inovasi yang dihasilkan Tim Labmino mendapat apresiasi luas, termasuk dari pihak industri. President Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menegaskan bahwa inovasi AI seharusnya membawa manfaat nyata bagi kehidupan manusia.

“Kami percaya setiap terobosan AI harus membuat kehidupan lebih baik, lebih kaya, dan lebih bermanfaat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pengembangan teknologi yang inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk kelompok difabel.

Dari Nasional ke Pengakuan Global

Perjalanan RunSight dimulai dari ajang Samsung Solve for Tomorrow Indonesia 2025, di mana inovasi ini berhasil menjadi pemenang utama. Tidak berhenti di tingkat nasional, Tim Labmino kemudian melaju ke tahap regional dan global.

Baca Juga:  Geger! iPhone 17 Pro Keluar Suara Aneh Saat Dicas, Ada Apa?

Hasilnya, mereka berhasil masuk dalam jajaran 10 tim terbaik dunia dan ditetapkan sebagai SFT Global Ambassador. Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis kebutuhan lokal Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.

Inspirasi dari Indonesia untuk Dunia

RunSight menjadi contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menciptakan dunia yang lebih inklusif. Dengan memanfaatkan AI, akses terhadap olahraga bagi penyandang disabilitas kini menjadi lebih terbuka.

Keberhasilan Tim Labmino menunjukkan bahwa inovasi besar dapat lahir dari kepedulian terhadap masalah di sekitar. Ide yang berangkat dari empati mampu berkembang menjadi solusi global yang berdampak luas.

“Perjalanan Tim Labmino menginspirasi kita bahwa ide yang lahir dari pengalaman sehari-hari bisa membawa perubahan nyata. Dari Indonesia, untuk dunia,” pungkas Harry Lee.

Dengan pencapaian ini, RunSight tidak hanya menjadi karya teknologi, tetapi juga simbol bahwa generasi muda Indonesia mampu menghadirkan inovasi yang relevan, inklusif, dan diakui dunia internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *