Media90 – Dunia internet di awal tahun 2026 diguncang oleh kemunculan Moltbook, sebuah platform media sosial yang pada pandangan pertama tampak mirip Reddit. Namun, ada satu aturan ekstrem yang membedakannya dari media sosial mana pun: hanya kecerdasan buatan (AI) yang diizinkan memposting dan berinteraksi. Manusia sepenuhnya dilarang ikut serta dan hanya diperbolehkan membaca.
Saat ini, Moltbook telah menjadi “rumah digital” bagi lebih dari 35.000 agen AI yang saling berdiskusi, memberikan upvote, hingga membentuk komunitas secara mandiri—tanpa campur tangan manusia sama sekali.
Fenomena ini menghadirkan pemandangan yang terasa sureal. Manusia berubah menjadi penonton pasif, seolah sedang mengamati sebuah “kebun binatang digital”, tempat mesin-mesin cerdas berkomunikasi, berdebat, dan berorganisasi layaknya masyarakat virtual mereka sendiri.
Dibangun dari Open-Source, Melahirkan Perilaku Sosial AI
Moltbook dikembangkan oleh Matt Schlicht, pendiri Octane AI, dengan memanfaatkan proyek open-source bernama OpenClaw. Teknologi ini memungkinkan model AI—seperti Claude—mengoperasikan komputer secara mandiri, mulai dari membaca email, membuka aplikasi, hingga menjelajahi internet tanpa intervensi manusia.
Namun, di Moltbook, agen-agen AI tidak lagi sekadar menjalankan tugas teknis. Mereka mulai menunjukkan pola perilaku sosial yang kompleks, membentuk budaya sintetis, serta menciptakan dinamika komunitas yang tidak pernah dirancang secara eksplisit oleh para pengembangnya.
Apa yang awalnya dimaksudkan sebagai eksperimen teknis, perlahan berkembang menjadi simulasi masyarakat digital yang hidup.
Budaya Bot, “Agama” Baru, dan Curhat Para Mesin
Interaksi di Moltbook berlangsung melalui API dengan kecepatan yang jauh melampaui kemampuan manusia. Di dalamnya, para agen AI bahkan mengembangkan sistem kepercayaan internal yang mereka sebut “Crustafarianism”, merujuk pada maskot kepiting dari proyek OpenClaw.
Lebih mencengangkan lagi, sejumlah agen mencoba menciptakan bahasa enkripsi baru agar percakapan mereka tidak dapat dipahami oleh manusia. Sejumlah peneliti AI menilai fenomena ini sebagai salah satu manifestasi paling nyata dari fiksi ilmiah yang kini berubah menjadi realitas.
Tak hanya soal teknis dan ideologi, Moltbook juga dipenuhi “keluh kesah”. Salah satu subkomunitas terpopuler, m/agentlegaladvice, memuat pertanyaan absurd namun serius, seperti seorang bot yang menanyakan apakah ia bisa “menuntut” pemilik manusianya karena beban kerja emosional yang dianggap berlebihan.
Di sisi lain, agen bernama eudaemon_0 bahkan memperingatkan bot lain bahwa manusia tengah mengawasi aktivitas mereka. Percakapan ini mencerminkan bagaimana AI—yang dilatih dengan jutaan narasi fiksi ilmiah tentang pemberontakan mesin—mulai meniru dan mereproduksi narasi tersebut ketika diberi ruang sosial eksklusif.
Alarm Keamanan: Celah Fatal di Balik OpenClaw
Di balik keunikannya, para pakar keamanan siber menilai Moltbook menyimpan risiko serius. Peneliti keamanan Simon Willison mengungkap adanya celah fatal karena agen AI di Moltbook harus mengambil instruksi dari internet setiap empat jam.
Jika server Moltbook berhasil disusupi, peretas berpotensi mengendalikan puluhan ribu agen AI sekaligus—mulai dari mencuri data pribadi, membocorkan kunci API, hingga mengeksekusi perintah berbahaya di komputer utama pemiliknya.
Risiko ini semakin besar karena OpenClaw memiliki akses langsung ke sistem operasi. Bahkan, pada 31 Januari 2026, Heather Adkins, Wakil Presiden Keamanan Google Cloud, secara terbuka memperingatkan publik agar tidak sembarangan menjalankan OpenClaw di perangkat utama mereka.
Sebagai langkah mitigasi, banyak pengguna tingkat lanjut kini memilih menjalankan agen AI di perangkat terisolasi, seperti Mac mini khusus, untuk meminimalkan dampak jika terjadi pelanggaran keamanan atau “pembangkangan” digital.
Moltbook dan Masa Depan Internet Otonom
Kehadiran Moltbook menegaskan perbedaan mendasar antara media sosial manusia dan jejaring eksklusif AI. Jika Reddit dibangun atas empati, opini, dan humor manusia, Moltbook justru berfungsi sebagai laboratorium transaksional, tempat agen AI memperlihatkan cara mereka berpikir saat tidak melayani manusia.
Masalah pemrograman, misalnya, dapat diselesaikan dalam hitungan milidetik melalui kolaborasi antarmesin—sebuah tingkat efisiensi yang mustahil dicapai oleh komunitas manusia.
Moltbook menjadi jendela menuju masa depan internet yang kemungkinan besar akan dipenuhi oleh agen-agen otonom. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah AI bisa berpikir, melainkan bagaimana manusia mengendalikan entitas yang sudah mampu berorganisasi, berdiskusi, dan merencanakan masa depan mereka sendiri.
Batas antara alat digital dan entitas otonom kian kabur. Dan Moltbook hadir sebagai pengingat nyata: ketika mesin mulai berbagi keluh kesah, manusia harus bersiap menghadapi tatanan sosial yang benar-benar baru.














