TEKNO

Spotify Rilis Group Chat, Kini Bisa Chat Sambil Dengar Musik Bareng

9
×

Spotify Rilis Group Chat, Kini Bisa Chat Sambil Dengar Musik Bareng

Sebarkan artikel ini
Spotify Luncurkan Fitur Group Chat, Dengarkan Musik Sambil Ngobrol
Spotify Luncurkan Fitur Group Chat, Dengarkan Musik Sambil Ngobrol

Media90 – Spotify kembali memperkuat aspek sosial di dalam platformnya dengan meluncurkan fitur Group Chat atau obrolan grup. Melalui fitur ini, pengguna kini dapat berbagi berbagai konten digital—mulai dari lagu, album, playlist, podcast, hingga buku audio (audiobook)—secara langsung di dalam aplikasi.

Kehadiran Group Chat memungkinkan interaksi antarpengguna tetap berada dalam satu ekosistem Spotify, tanpa perlu menyalin tautan atau berpindah ke aplikasi pesan instan pihak ketiga. Spotify menilai pendekatan ini dapat membuat aktivitas berbagi musik dan audio terasa lebih personal dan praktis.

Inovasi ini sejatinya bukan yang pertama bagi perusahaan asal Swedia tersebut. Lebih dari satu dekade lalu, Spotify sempat memiliki fitur perpesanan serupa, namun akhirnya dihentikan akibat rendahnya partisipasi pengguna. Kini, fitur tersebut dihidupkan kembali dengan berbagai peningkatan, seiring berubahnya perilaku pengguna yang semakin aktif berbagi konten digital dan berinteraksi secara sosial melalui musik.

Fungsionalitas Pesan Grup hingga 10 Orang

Melalui pembaruan fitur Spotify Messages, pengguna dapat membuat ruang percakapan grup yang berisi hingga 10 orang. Dalam satu grup, pengguna bebas mengirimkan berbagai konten audio selama konten tersebut memiliki tombol berbagi.

Baca Juga:  Tindakan Menghancurkan Ponsel: 7 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari Saat Menggunakan WiFi Publik Gratis

Untuk menggunakannya, pengguna cukup masuk ke menu Pesan, memilih opsi “Buat Grup”, lalu menentukan maksimal 10 kontak yang ingin diajak berinteraksi. Spotify memastikan bahwa seluruh fitur keamanan dan kontrol privasi yang berlaku pada pesan pribadi juga diterapkan sepenuhnya pada obrolan grup.

Menariknya, fitur Group Chat ini diluncurkan secara bertahap dan tersedia bagi seluruh pengguna, baik akun gratis maupun pelanggan Premium, sehingga pengalaman sosial ini dapat dinikmati secara lebih inklusif.

Interaksi Sosial Lewat Selera Musik

Salah satu keunggulan utama Group Chat adalah pembatasan interaksi demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna. Spotify hanya mengizinkan pembuatan grup dengan pengguna yang sebelumnya sudah pernah berinteraksi atau saling terhubung di dalam platform.

Baca Juga:  Ketika ChatGPT 'Offline': Spekulasi Terkait Downtime Beberapa Jam

Koneksi ini dapat berasal dari fitur playlist kolaboratif, Jam, Blend, atau pengguna yang tergabung dalam paket berlangganan yang sama. Dengan cara ini, Spotify memastikan percakapan terjadi di antara lingkaran pertemanan yang telah saling mengenal.

Tak hanya obrolan teks, Group Chat juga dilengkapi fitur Listening Activity yang terintegrasi di bagian atas percakapan. Selama fitur ini diaktifkan melalui pengaturan privasi, pengguna dapat melihat secara real-time lagu apa yang sedang diputar oleh anggota grup lainnya.

Interaksi pun menjadi lebih spontan. Anggota grup bisa langsung memutar lagu yang sama, memberikan reaksi emoji, hingga menyimpan lagu ke library pribadi tanpa harus keluar dari ruang obrolan. Fitur Jam turut melengkapi pengalaman ini, di mana pengguna Premium dapat mengundang teman—termasuk pengguna akun gratis—untuk mendengarkan musik bersama secara sinkron.

Baca Juga:  Tips & Trik: Panduan Download dan Update Aplikasi di Android

Keamanan Data dan Fokus Pengalaman Pengguna

Meski menghadirkan Group Chat, Spotify menegaskan bahwa fitur ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan aplikasi perpesanan instan yang sudah ada. Pengguna tetap bebas membagikan konten ke luar platform, sementara Group Chat dirancang sebagai sarana internal untuk berbagi yang lebih personal dan kontekstual.

Dari sisi keamanan, Spotify memastikan seluruh pesan pengguna dienkripsi saat disimpan dan dikirim. Namun, perusahaan juga secara transparan menyatakan bahwa enkripsi end-to-end belum diterapkan. Artinya, pesan secara teknis masih dapat diakses oleh pihak internal Spotify untuk keperluan moderasi dan keamanan.

Langkah ini diambil untuk menjaga ruang obrolan tetap aman dari penyalahgunaan, sekaligus mendukung visi Spotify dalam membangun pengalaman sosial yang lebih mendalam—melengkapi fitur sebelumnya seperti komentar podcast dan kemampuan mengikuti akun pengguna lain.

Dengan hadirnya Group Chat, Spotify berharap musik, podcast, dan audiobook tak lagi sekadar dinikmati secara individual, tetapi juga menjadi sarana berinteraksi dan berbagi cerita bersama komunitas kecil di dalam platform.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *