Media90 – Nama komika Indra Frimawan mendadak trending setelah potongan video podcast Close The Door yang tayang pada 6 Februari 2026 viral di berbagai platform media sosial.
Dalam video tersebut, aksi yang dianggap berlebihan oleh sebagian netizen langsung menuai beragam reaksi. Kolom komentar di akun pribadi Indra pun dipenuhi kritik dan hujatan dari warganet.
Tak hanya Indra, sosok Fajar yang juga hadir dalam podcast tersebut, serta aktris Amanda Manopo turut terseret dalam perbincangan publik.
Tuai Kritik Soal Batas Humor
Sejumlah netizen menilai aksi Indra dalam podcast tersebut tidak sesuai dengan selera humor mereka. Salah satu komentar yang ramai dibahas berbunyi:
“Mau videonya dipotong apa nggak, tetep lawakan ngeludah nggak masuk di gue secara pribadi. Selera humor gue yang rendah kali ya.”
Komentar serupa bermunculan dan memicu perdebatan mengenai batasan candaan dalam dunia komedi, terutama ketika ditampilkan di ruang publik digital.
Momen Podcast Jadi Sorotan
Dalam episode podcast bersama Deddy Corbuzier, suasana percakapan antara Indra dan Fajar sempat mencuri perhatian. Indra bahkan mengaku kelelahan menghadapi respons Fajar selama sesi berlangsung.
“Tuh bayangin Om, satu jam gue ngadepin kayak begini,” ujar Indra dalam potongan video yang beredar.
Sementara itu, Fajar memberikan tanggapan santai saat ditanya mengenai interaksi tersebut.
“Aku jalani aja sih, menurut aku, ‘Oh kayak gitu ya’. Apa namanya, pasrah aja sih,” ucapnya.
Potongan momen inilah yang kemudian viral setelah tersebar luas di media sosial.
Amanda Manopo dan Klarifikasi Fajar
Viralnya video tersebut membuat Amanda Manopo ikut menyinggung kejadian itu saat melakukan siaran langsung di TikTok bersama Fajar. Dalam kesempatan tersebut, Fajar memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa situasi yang terjadi hanyalah candaan antar sesama komedian.
“Mereka baik banget kok sama aku. Maksudnya kan itu bercanda juga. Beliau kan komedian, terus aku juga kan komedian. Mungkin kalau dari aku karena salah aku ya,” jelas Fajar.
Pernyataan tersebut kembali memicu diskusi publik. Sebagian netizen menerima klarifikasi tersebut, namun tidak sedikit yang tetap mempertanyakan bentuk candaan yang dianggap kurang pantas.
Perdebatan Soal Batasan Humor
Kasus ini kembali membuka perbincangan mengenai batasan humor di ruang publik, terutama dalam format podcast yang memiliki jangkauan luas dan audiens beragam.
Sebagian netizen menilai candaan fisik tertentu sudah tidak relevan di era sekarang. Sementara itu, ada pula yang berpendapat bahwa konteks komedi antar komika seharusnya dipahami sebagai bagian dari dinamika dunia hiburan.
Perdebatan ini menunjukkan bahwa selera humor masyarakat terus berkembang, dan batasan antara hiburan dan sensitivitas publik menjadi semakin dinamis di era digital.














