Media90 – Sebuah video singkat mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Unggahan tersebut menampilkan interaksi hangat antara seorang dokter, bayi yang baru lahir, serta keluarga pasien di sebuah klinik yang berada di Jalan Binjai Kuala, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.
Tokoh dalam video tersebut adalah dr. Indra Tarigan. Ia terekam tengah menggendong bayi yang baru saja lahir usai proses persalinan. Dengan raut wajah penuh ketulusan dan kasih sayang, dr. Indra memperlihatkan sikap humanis yang langsung menarik perhatian warganet.
Dalam suasana ruang persalinan yang hangat, dr. Indra Tarigan secara spontan mengajak sang ayah untuk melakukan tradisi yang lazim dilakukan dalam keluarga Muslim.
“Ayo, Pak, adzani dulu anaknya,” ucap dr. Indra dengan nada ramah dan penuh perhatian.
Namun, momen tersebut justru berkembang menjadi peristiwa yang mengundang senyum dan rasa saling menghormati. Tak lama kemudian diketahui bahwa keluarga bayi tersebut merupakan non-Muslim. Menyadari hal itu, sang ayah merespons dengan sikap sopan dan penuh kekeluargaan, tanpa menyinggung perbedaan keyakinan yang ada.
Alih-alih canggung, suasana di ruang bersalin tetap terasa hangat. Interaksi tersebut mencerminkan empati dan saling pengertian antara dokter dan pasien, serta memperlihatkan bagaimana perbedaan keyakinan dapat disikapi dengan cara yang bijak dan penuh rasa hormat.
Momen tersebut kemudian dibagikan oleh dr. Indra Tarigan melalui akun Instagram pribadinya. Dengan gaya santai dan rendah hati, ia menuliskan caption, “Ah padahal hampir saja berhasil…,” yang merujuk pada niat baiknya yang spontan namun terhalang oleh perbedaan keyakinan.
Unggahan tersebut justru menuai gelombang komentar positif dari netizen. Banyak warganet menilai kejadian ini sebagai gambaran indah tentang toleransi dan empati lintas iman, khususnya di tengah masyarakat Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Langkat.
“Ini adalah pengingat penting bagi kita semua tentang pentingnya saling menghormati dan menjaga empati. Perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling memberikan perhatian terbaik,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Aksi sederhana dr. Indra Tarigan di ruang bersalin ini pun menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan empati dapat menjembatani perbedaan, serta menghadirkan kehangatan di momen paling berharga dalam kehidupan manusia.














