Media90 – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung dan KONI Banten terus memantapkan langkah untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2032. Komitmen tersebut diperkuat melalui pertemuan dan koordinasi langsung antar-pengurus kedua provinsi.
Upaya pemantapan ini terlihat dari kehadiran Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, bersama jajaran pengurus KONI Lampung dalam prosesi pelantikan pengurus KONI Provinsi Banten periode terbaru yang digelar pada Selasa (3/2/2026).
Kehadiran delegasi Lampung bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antarprovinsi dalam menyongsong agenda besar olahraga nasional di masa mendatang.
Ketua Umum KONI Banten, Agus Rasyid, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mematangkan rencana pengajuan diri sebagai tuan rumah PON 2032 bersama Provinsi Lampung.
“Kesiapan infrastruktur serta semangat kebersamaan antara Banten dan Lampung menjadi modal utama untuk meyakinkan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan olahraga di Indonesia,” kata Agus Rasyid.
Dukungan penuh juga datang dari Gubernur Banten, Andra Soni, yang memberikan lampu hijau terhadap kolaborasi strategis tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan PON 2032 di dua provinsi yang bertetangga akan memberikan dampak positif yang signifikan.
“Tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi atlet daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta pengembangan fasilitas olahraga bertaraf nasional dan internasional,” ujar Andra Soni.
KONI Lampung menyambut hangat dukungan tersebut dan menilai sinergi ini sebagai langkah maju bagi kemajuan olahraga, baik di Pulau Sumatera maupun Pulau Jawa.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, menambahkan bahwa kedekatan geografis Lampung dan Banten yang dihubungkan oleh Selat Sunda menjadi keunggulan tersendiri. Faktor tersebut dinilai akan mempermudah mobilisasi atlet, ofisial, serta koordinasi logistik selama pelaksanaan PON.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan standar baru dalam penyelenggaraan pesta olahraga multi-event di Indonesia,” ungkap Taufik Hidayat.
Dengan memadukan potensi pariwisata dan fasilitas olahraga yang dimiliki masing-masing daerah, Lampung dan Banten optimistis mampu menghadirkan pengalaman kompetisi yang berkualitas. Selain itu, ajang ini juga diharapkan menjadi sarana promosi kekayaan budaya lokal kepada peserta dan tamu dari seluruh penjuru Nusantara.
Sebagai tindak lanjut, tim teknis dari kedua provinsi akan segera menggelar pertemuan intensif untuk menyusun draf proposal kesiapan (bidding) sebagai tuan rumah PON 2032. Fokus utama dalam waktu dekat adalah menyelaraskan pembagian cabang olahraga yang akan dipertandingkan, serta melakukan pemetaan venue yang perlu direhabilitasi maupun dibangun baru agar memenuhi standar nasional.














