TEKNO

Pernyataan Kontroversial CEO OpenAI: Latih AI Setara Konsumsi Makanan 20 Tahun, Memicu Gelombang Kritik

10
×

Pernyataan Kontroversial CEO OpenAI: Latih AI Setara Konsumsi Makanan 20 Tahun, Memicu Gelombang Kritik

Sebarkan artikel ini
Heboh! Bos OpenAI Ungkap Latih AI Butuh Energi Setara 20 Tahun, Ini Faktanya
Heboh! Bos OpenAI Ungkap Latih AI Butuh Energi Setara 20 Tahun, Ini Faktanya

Media90 – Isu krisis lingkungan akibat konsumsi listrik dan air besar dari pusat data (data center) AI kian memanas. Di tengah sorotan tersebut, CEO Sam Altman justru melontarkan pernyataan kontroversial yang menyetarakan energi yang dibutuhkan untuk melatih model AI dengan total energi dari makanan yang dikonsumsi seorang manusia selama 20 tahun.

Pernyataan ini disampaikan Altman saat menjadi pembicara di acara Express Adda di sela-sela KTT India-AI Impact 2026 di New Delhi. Alih-alih meredakan kritik terkait isu lingkungan, analogi yang ia lontarkan justru memicu protes dan hitungan matematis telak dari kalangan pakar teknologi.

Analogi Kontroversial “Makanan 20 Tahun”

Dalam forum tersebut, Altman berargumen bahwa kritik terhadap konsumsi energi ChatGPT sering kali tidak adil. Menurutnya, publik hanya menyoroti pasokan listrik yang dibutuhkan untuk melatih AI, tanpa mempertimbangkan “biaya energi” yang diperlukan untuk melatih manusia menjadi cerdas.

Baca Juga:  Telkomsel Maksimalkan Infrastruktur 5G Demi Suksesnya FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023

“Butuh banyak energi juga untuk melatih manusia. Butuh waktu hidup 20 tahun dan semua makanan yang Anda makan selama waktu itu sebelum Anda menjadi pintar,” ujarnya di hadapan peserta KTT.

Dengan logika tersebut, Altman meyakini bahwa jika diukur dari efisiensi energi untuk menjawab satu pertanyaan atau memproses informasi spesifik, AI kemungkinan sudah mengejar atau bahkan melampaui otak manusia.

Bantah Isu Boros Listrik dan Air

Altman juga menepis berbagai laporan negatif mengenai jejak ekologis ChatGPT. Ia menolak klaim bahwa satu kueri ChatGPT setara dengan 1,5 kali pengisian daya baterai iPhone, menyebutnya “tidak mungkin sebanyak itu.”

Selain itu, isu konsumsi air sebesar 17 galon per kueri untuk mendinginkan server juga dibantah kerasnya. Menurut Altman, klaim tersebut adalah “berita palsu” karena infrastruktur pusat data modern kini sudah mulai meninggalkan sistem pendingin evaporasi yang rakus air. Ia menekankan pentingnya beralih ke sumber energi bersih seperti nuklir, angin, dan surya.

Baca Juga:  4 Kesalahan Umum Saat Membeli iPhone Baru: Tips Hindari Penjual Individu!

Hitungan Matematis Netizen Patahkan Klaim Altman

Namun, pernyataan Altman justru menjadi bumerang di media sosial X (dahulu Twitter). Pakar teknologi melaporkan bahwa rata-rata manusia mengonsumsi sekitar 2.000 kalori per hari. Jika dihitung selama 20 tahun, total energi makanan manusia hanya sekitar 17 MWh (17.000 kWh).

Sebaliknya, pelatihan satu model bahasa besar seperti GPT-4 diperkirakan menyedot hingga 50 GWh, setara energi dari 3.000 manusia untuk satu siklus pelatihan. Seorang pengembang AI menilai:

“Membandingkan perkembangan manusia dengan pelatihan model AI adalah pernyataan yang buta nada dan sangat sembrono.”

Sindir Ambisi Pusat Data Luar Angkasa Elon Musk

Selain membahas efisiensi pusat data, Altman menyindir ambisi Elon Musk yang sempat mengusulkan pusat data AI di luar angkasa untuk mengatasi krisis energi dan panas di Bumi.

Baca Juga:  Industri Baterai China Menjadi Mesin Uang Baru Energi Global, Ekspor Tembus US$65 Miliar

Altman menilai ide tersebut sangat tidak realistis saat ini, mengingat astronomisnya biaya peluncuran roket ke orbit dan kesulitan teknis untuk memperbaiki GPU atau cip semikonduktor yang rentan rusak di luar angkasa. Ia menyebut rencana itu “konyol” untuk dekade ini.

Pernyataan Sam Altman menyoroti ketegangan yang terus berkembang antara inovasi AI dan isu lingkungan global, sekaligus memicu diskusi publik mengenai seberapa besar dampak energi dan air yang sesungguhnya diperlukan untuk membangun model AI berskala besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *