Media90 – Industri telekomunikasi global kembali dikejutkan dengan terobosan revolusioner yang berpotensi mengubah lanskap internet masa depan. Sebuah perangkat ringkas, diklaim sebesar konsol PlayStation 5 (PS5), diperkenalkan dengan janji mampu memberikan konektivitas super cepat hingga 25Gbps. Menariknya, alih-alih menggunakan kabel fisik atau jaringan satelit, perangkat ini mengandalkan pancaran cahaya tak kasat mata untuk mentransmisikan data.
Taara Beam: Penantang Internet Satelit
Perangkat bernama Taara Beam ini langsung diposisikan sebagai penantang serius bagi dominasi layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk. Dikembangkan oleh Taara, inisiatif yang lahir dari proyek Google Moonshot (Alphabet), perangkat ini menawarkan solusi untuk mengatasi keterbatasan jaringan kabel dan nirkabel tradisional.
Kecepatan Setara Serat Optik Tanpa Kabel
Akses internet berkecepatan tinggi biasanya identik dengan proses instalasi rumit, mulai dari penggalian tanah hingga penarikan kabel serat optik yang mahal. Taara Beam menawarkan pendekatan berbeda: teknologi Free Space Optical Communication yang memancarkan berkas cahaya langsung antar-perangkat (titik ke titik).
Meskipun menggunakan cahaya, sistem ini aman dan tidak terlihat oleh mata telanjang, sehingga tidak menimbulkan polusi visual. Kecepatan transfer datanya mencapai 25 Gbps, setara atau bahkan melebihi kabel serat optik kelas komersial saat ini.
Latensi Super Rendah
Salah satu keunggulan utama Taara Beam adalah latensinya yang ekstrem rendah, hanya sekitar 100 mikrodetik (μs). Sebagai perbandingan, layanan internet satelit LEO seperti Starlink memiliki latensi puluhan milidetik. Latensi nyaris tanpa jeda ini ideal untuk transfer data real-time dan aplikasi yang membutuhkan respons seketika.
Solusi untuk Rintangan Geografis dan Logistik
Dalam praktiknya, tantangan terbesar penyedia internet bukan hanya membuat koneksi cepat, tetapi juga menyalurkannya tanpa merombak infrastruktur kota. Penggalian kabel serat optik memerlukan izin dan biaya tinggi, terutama di lokasi dengan rintangan fisik seperti sungai, rel kereta, jalan tol, atau tanah berbatu.
Taara Beam dirancang untuk mengatasi hambatan ini. Dengan ukuran sebesar PS5, perangkat mudah dipasang di atap gedung atau menara telekomunikasi. Selama terdapat garis pandang langsung antara dua perangkat, koneksi berkecepatan tinggi dapat langsung terjalin.
Fokus untuk Segmen Komersial
Meskipun spesifikasinya menggiurkan, Taara Beam tidak ditujukan untuk penggunaan rumah tangga. Target pasar adalah pelanggan korporasi dan institusional, termasuk penyedia layanan jaringan, pusat data, dan kampus besar. Perangkat ini dapat berfungsi sebagai backhaul untuk menyalurkan internet berkapasitas tinggi melewati rintangan geografis, yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat melalui menara seluler 5G atau jaringan Wi-Fi lokal.














