Media90.id – Tim patroli gabungan Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur menggagalkan rencana aksi tawuran di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Dalam patroli tersebut, polisi mengamankan empat pemuda yang diduga hendak terlibat tawuran. Sejumlah senjata tajam (sajam) juga turut diamankan sebagai barang bukti.
Keempat pemuda tersebut diamankan saat petugas melaksanakan patroli di wilayah Jakarta Timur pada Selasa (18/8/2026) malam hingga Rabu (19/8/2026) dini hari.
Petugas kemudian menyisir sejumlah lokasi yang dinilai rawan, termasuk Jalan Raya Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
Saat patroli berlangsung, petugas menemukan sejumlah pemuda yang sedang berkumpul dan diduga bersiap melakukan aksi tawuran.
Melihat kedatangan petugas, beberapa pemuda berupaya melarikan diri. Namun, petugas berhasil mengamankan empat orang beserta sejumlah barang yang ditemukan di lokasi.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan, patroli di wilayah yang dinilai rawan terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap aksi tawuran maupun gangguan keamanan lainnya.
“Kehadiran personel di lapangan merupakan upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya aksi yang dapat merugikan dan membahayakan warga,” ujar Kombes Pol Henik, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, kegiatan patroli preventif menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi aksi yang lebih besar.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera menyampaikan informasi kepada petugas terkait potensi gangguan keamanan.
Menurut Budi, peran aktif masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian melakukan pencegahan sejak dini.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang cepat memberikan informasi sehingga petugas dapat segera melakukan pencegahan. Kami mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hingga dini hari, agar tidak terlibat tawuran maupun perbuatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” kata Kombes Pol Budi.
Ia menambahkan, pencegahan tawuran membutuhkan kerja sama antara kepolisian, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pengawasan terhadap aktivitas anak dan remaja, terutama pada jam rawan, dinilai penting untuk mencegah mereka terlibat dalam aksi kekerasan.
Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan di lingkungannya.
Laporan dapat disampaikan melalui kantor kepolisian terdekat maupun layanan Call Center Polri 110.
Dengan adanya patroli rutin dan partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi, kepolisian berharap potensi tawuran di wilayah Jakarta Timur dapat dicegah sebelum menimbulkan korban maupun kerugian bagi warga.














