NASIONAL

Viral Guru SD di Medan Diduga Hukum Murid karena PR, Netizen Justru Beri Pembelaan

3
×

Viral Guru SD di Medan Diduga Hukum Murid karena PR, Netizen Justru Beri Pembelaan

Sebarkan artikel ini
Guru SD di Medan Dilaporkan Gegara Diduga Hukum Murid karena PR, Netizen Angkat Suara
Guru SD di Medan Dilaporkan Gegara Diduga Hukum Murid karena PR, Netizen Angkat Suara

Media90.id – Kasus dugaan pemberian hukuman kepada sejumlah murid sekolah dasar (SD) di Kota Medan menjadi sorotan publik setelah orang tua siswa melaporkan salah satu guru ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan.

Peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.

Ads
close ads

Laporan disampaikan oleh orang tua dari 10 murid yang mengaku anak-anak mereka mendapat hukuman karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Dugaan tindakan tersebut disebut meliputi pukulan menggunakan buku hingga hukuman fisik berupa push-up atau squat jump.

Disdik Medan Terima Laporan Orang Tua Murid

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Medan, Mujiono, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari para orang tua siswa.

Menurut Mujiono, laporan yang diterima menyebut adanya tindakan disiplin yang diberikan kepada murid, termasuk menyuruh siswa melakukan push-up serta dugaan pemukulan menggunakan buku.

Meski tidak ditemukan laporan mengenai adanya luka fisik pada siswa, Disdik Kota Medan menegaskan bahwa tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dibenarkan di lingkungan sekolah.

Pihak dinas juga akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan meminta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.

Guru dan Kepala Sekolah Akan Dipanggil

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan Kota Medan berencana memanggil pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan guru yang dilaporkan.

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta klarifikasi mengenai dugaan pemberian hukuman kepada para siswa.

Mujiono berharap penyelesaian kasus dapat dilakukan secara baik dan menjadi pembelajaran bagi sekolah lain agar kejadian serupa tidak terulang.

Menurutnya, setiap persoalan yang muncul di lingkungan pendidikan perlu diselesaikan berdasarkan fakta serta mempertimbangkan kepentingan siswa dan tenaga pendidik.

Pihak Sekolah Beri Penjelasan

Sementara itu, perwakilan sekolah bernama Adiana memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut.

Ia menyebut guru yang bersangkutan awalnya mempertanyakan tugas Bahasa Inggris yang belum diselesaikan oleh sejumlah murid.

Pihak sekolah saat ini masih menunggu panggilan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Medan untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai laporan yang disampaikan para orang tua siswa.

Keterangan dari pihak sekolah nantinya akan menjadi bagian dari proses klarifikasi untuk mengetahui secara utuh peristiwa yang terjadi.

Mayoritas Netizen Justru Membela Guru

Di tengah proses penanganan kasus, reaksi publik di media sosial turut menjadi perhatian.

Sejumlah netizen justru memberikan pembelaan terhadap guru yang dilaporkan.

Sebagian netizen menilai persoalan utama dalam kasus tersebut berkaitan dengan ketidakdisiplinan siswa yang disebut tidak menyelesaikan tugas sekolah selama dua minggu.

Mereka juga mempertanyakan sejauh mana peran orang tua dalam mengawasi aktivitas belajar anak di rumah.

Tidak sedikit netizen yang berpendapat bahwa orang tua juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan tugas sekolah anak diselesaikan tepat waktu.

Meski demikian, terdapat pula pihak yang mengingatkan bahwa proses pendidikan tetap harus mengedepankan prinsip perlindungan anak dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kekerasan.

Publik Diminta Menunggu Hasil Klarifikasi

Hingga saat ini, proses klarifikasi masih berlangsung dan Dinas Pendidikan Kota Medan belum mengeluarkan kesimpulan resmi mengenai dugaan tindakan yang dilakukan guru tersebut.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh pihak memberikan keterangan secara lengkap.

Penyelesaian yang objektif dan berdasarkan fakta dinilai penting agar hak siswa maupun guru tetap terlindungi.

Hasil klarifikasi nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah dalam menerapkan kedisiplinan terhadap siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *