Media90.id – Lomba Agustusan di sebuah perumahan Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur, mendadak berubah menjadi ajang “sidang rumah tangga”. Para istri bergantian mengomeli suami melalui Lomba Ngomel Bojo yang digelar di halaman RT 05 RW 04.
Dilansir Media90.id, Rabu (19/8/2026), lomba tersebut digelar pada Minggu malam (16/8/2026) sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berbeda dari lomba 17-an pada umumnya, peserta dalam kegiatan ini justru diminta menyampaikan omelan kepada suami masing-masing. Materi yang disampaikan pun cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sejumlah peserta menyinggung kebiasaan suami yang terlalu sering nongkrong, gemar ngopi, hingga terlalu fokus dengan hobi bermain burung.
Suasana lomba pun berlangsung meriah. Para peserta bebas menyampaikan “keluhan” dengan gaya masing-masing, sementara warga yang menyaksikan dibuat tertawa dengan berbagai celotehan yang dilontarkan.
Sekretaris RW setempat, Nur Sholeh, mengatakan konsep Lomba Ngomel Bojo sengaja dibuat santai agar keresahan para ibu dapat disampaikan tanpa suasana yang terlalu serius.
Menurutnya, peserta diberikan kebebasan berkreasi dalam menyampaikan omelan, selama tetap mengandung pesan moral dan tidak keluar dari tujuan kegiatan.
“Suami tetap boleh menjalankan hobi, ngopi maupun berkumpul dengan teman. Namun, semua harus dilakukan secukupnya dan tidak sampai mengabaikan keluarga,” ujar Nur Sholeh.
Meski terdengar seperti ajang membongkar kebiasaan para suami, lomba tersebut tidak dimaksudkan untuk mempermalukan kaum bapak.
Sebaliknya, warga ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai media hiburan sekaligus pengingat pentingnya membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, hobi, dan pergaulan.
Dengan kemasan yang unik dan menghibur, pesan rumah tangga yang disampaikan para peserta justru terasa lebih ringan. Keluhan yang biasanya disampaikan dalam suasana serius diubah menjadi bahan candaan dalam perayaan kemerdekaan.
Nur Sholeh mengatakan, Lomba Ngomel Bojo juga menjadi wadah bagi para ibu untuk menyampaikan keresahan mereka. Namun, karena dikemas dalam bentuk perlombaan, pesan tersebut dapat disampaikan dengan cara yang mengundang tawa.
“Lomba ini untuk hiburan sekaligus menyampaikan keresahan ibu-ibu,” ucapnya.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu warna berbeda dalam perayaan HUT ke-81 RI di lingkungan warga Desa Sekarkurung. Selain menghadirkan hiburan, lomba unik tersebut juga menyelipkan pesan tentang pentingnya komunikasi dan keseimbangan dalam kehidupan rumah tangga.
Melalui cara yang sederhana dan penuh canda, warga berharap semangat kebersamaan dalam perayaan kemerdekaan tidak hanya terjalin antarwarga, tetapi juga semakin mempererat hubungan dalam keluarga.














