NASIONAL

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 600 Meter, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya

8
×

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 600 Meter, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya

Sebarkan artikel ini
Semeru Erupsi Lagi Abu Vulkanik Membubung 600 Meter Warga Diminta Waspada

Media90.id – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Selasa, 25 Agustus 2026. Aktivitas vulkanik tersebut tercatat terjadi pada pukul 05.20 WIB.

Saat erupsi berlangsung, tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau mencapai sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut.

Ads
close ads

Kolom abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut.

Aktivitas erupsi tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi selama 136 detik.

Kolom Abu Gunung Semeru Terlihat Tebal

Berdasarkan hasil pengamatan saat erupsi, material vulkanik dari Gunung Semeru membentuk kolom abu berwarna putih hingga kelabu.

Kolom abu tersebut teramati cukup tebal dan bergerak menuju arah timur laut. Kondisi ini menjadi perhatian karena aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat di kawasan rawan bencana.

Masyarakat maupun wisatawan yang berada di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk selalu mengikuti perkembangan aktivitas gunung api serta mematuhi rekomendasi keselamatan dari otoritas terkait.

Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan hingga 13 Kilometer

Salah satu rekomendasi keselamatan setelah erupsi adalah masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Kawasan tersebut perlu dihindari karena masih memiliki potensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.

Radius 5 Kilometer dari Puncak Masih Berbahaya

Selain sektor Besuk Kobokan, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

Zona tersebut memiliki potensi bahaya berupa lontaran batu pijar. Karena itu, masyarakat maupun wisatawan tidak disarankan mendekati kawasan tersebut demi menjaga keselamatan.

Kondisi visual gunung yang tampak relatif aman juga tidak menjadi alasan untuk memasuki area yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

Waspadai Awan Panas, Guguran Lava, dan Lahar

Potensi bahaya Gunung Semeru tidak hanya berasal dari erupsi dan abu vulkanik.

Masyarakat juga perlu mewaspadai ancaman awan panas, guguran lava, serta lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di kawasan puncak Gunung Semeru.

Sejumlah jalur sungai yang perlu mendapat perhatian antara lain:

  • Besuk Kobokan
  • Besuk Bang
  • Besuk Kembar
  • Besuk Sat

Potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan, terutama ketika terjadi hujan di kawasan puncak.

Patuhi Rekomendasi Keselamatan

Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dan tidak memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya.

Informasi mengenai aktivitas Gunung Semeru juga sebaiknya diperoleh dari sumber resmi agar masyarakat tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Gunung Semeru kembali erupsi pada Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 05.20 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 600 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu teramati tebal bergerak ke arah timur laut.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak serta menjauhi radius 5 kilometer dari kawah atau puncak karena masih terdapat potensi bahaya.

Selain itu, ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar perlu tetap diwaspadai, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak sungai Besuk Kobokan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *