Media90.id – Musisi asal Indonesia Timur, Toton Caribo, menyampaikan tuntutan terbuka kepada label sekaligus distributor musik Ide Timur melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @totoncaribo.
Dalam unggahan tersebut, Toton meminta agar hak pengelolaan kanal YouTube miliknya, TC Creative, segera dikembalikan. Ia menyebut kanal tersebut masih berada dalam kendali pihak manajemen yang sebelumnya bekerja sama dengannya.
Pernyataan tersebut kemudian menarik perhatian publik, khususnya penggemar musik serta pelaku industri musik independen di Indonesia Timur.
Soroti Pemilik dan Direktur Baru Ide Timur
Dalam pernyataannya, Toton secara khusus menyebut pemilik Ide Timur, Evan Vibration, serta direktur baru perusahaan tersebut, HS Wahyu.
Musisi yang dikenal melalui sejumlah karya dari kawasan Indonesia Timur itu mengaku sudah mencapai batas kesabaran setelah merasa dirugikan dalam waktu yang cukup lama.
Toton menilai sejumlah persoalan internal yang terjadi di perusahaan turut memberikan dampak kepada para seniman yang berada di bawah naungan maupun bekerja sama dengan manajemen.
Tuntut Kanal TC Creative Dikembalikan
Salah satu tuntutan utama Toton adalah pengembalian akses penuh terhadap kanal YouTube TC Creative.
Ia meminta proses pengembalian dilakukan tanpa syarat sehingga dirinya dapat kembali mengelola aset digital yang berkaitan dengan karya-karyanya secara mandiri.
Bagi musisi, kanal YouTube merupakan salah satu aset penting karena tidak hanya berfungsi sebagai media distribusi karya, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan melalui monetisasi digital.
Soroti Dugaan Pemotongan Royalti
Selain persoalan kanal YouTube, Toton juga menyoroti dugaan pemotongan pendapatan royalti yang menurutnya merugikan kreator musik.
Berdasarkan pengakuannya, pemotongan tersebut disebut dilakukan secara rutin. Ia menilai praktik tersebut tidak adil bagi para kreator yang mengandalkan pendapatan dari distribusi karya secara digital.
Namun, Toton belum menjelaskan secara rinci besaran maupun mekanisme pemotongan royalti yang dimaksud.
Ia menegaskan persoalan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya memilih menyampaikan masalah secara terbuka kepada publik.
Mengaku Turut Memperjuangkan Musisi Indonesia Timur
Toton menyebut persoalan yang dihadapinya bukan semata-mata berkaitan dengan kepentingan pribadi.
Menurutnya, situasi serupa berpotensi dialami oleh musisi lain, terutama para pelaku industri musik dari kawasan Indonesia Timur.
Karena itu, keberaniannya menyampaikan persoalan tersebut secara terbuka disebut sebagai upaya untuk memperjuangkan hak para seniman yang mungkin mengalami permasalahan serupa.
Ia berharap para musisi semakin memahami hak mereka atas karya, royalti, serta berbagai aset digital yang berkaitan dengan aktivitas bermusik.
Minta Konflik Internal Tidak Merugikan Musisi
Toton juga meminta agar berbagai konflik maupun dinamika internal perusahaan tidak berdampak terhadap para musisi dan klien yang bekerja sama dengan pihak manajemen.
Menurutnya, hak kreator seharusnya tetap mendapatkan perlindungan meskipun terjadi perubahan kepengurusan maupun persoalan internal dalam perusahaan.
Musisi, lanjutnya, tidak seharusnya menjadi pihak yang menanggung dampak dari persoalan yang terjadi di tingkat manajemen.
Ajak Publik Sebarkan Informasi
Di akhir pernyataannya, Toton mengajak masyarakat dan sesama pelaku industri musik untuk ikut menyebarkan informasi mengenai persoalan tersebut.
Ia berharap semakin banyak pihak mengetahui masalah yang disampaikannya sehingga dapat menjadi perhatian bersama sekaligus mendorong kesadaran mengenai pentingnya perlindungan hak kreator.
Seruan tersebut juga dapat menjadi pengingat bagi musisi independen untuk memahami aspek kepemilikan karya, pengelolaan aset digital, royalti, serta perjanjian kerja sama dengan label atau distributor.
Ide Timur Belum Berikan Tanggapan Resmi
Hingga artikel ini ditulis, pihak Ide Timur, termasuk pihak yang disebut dalam pernyataan Toton Caribo, belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan dan tuntutan yang disampaikan melalui media sosial.
Dengan demikian, klaim mengenai pengelolaan kanal YouTube TC Creative dan dugaan pemotongan royalti tersebut masih merupakan pernyataan dari pihak Toton Caribo dan belum mendapat klarifikasi dari pihak terkait.
Persoalan antara Toton Caribo dan Ide Timur kini menjadi perhatian setelah sang musisi menyampaikan tuntutan secara terbuka.
Selain meminta pengembalian kanal YouTube TC Creative, Toton juga menyoroti dugaan pemotongan royalti yang dinilainya merugikan kreator musik.
Kasus ini sekaligus menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan aset digital, distribusi karya, serta pembagian royalti di industri musik, terutama bagi musisi independen dan kreator dari Indonesia Timur.














