NASIONAL

Cek Fakta: Klaim Pendaftaran Bantuan Beras 30 Kg dari Pemerintah Ternyata Modus Phishing

7
×

Cek Fakta: Klaim Pendaftaran Bantuan Beras 30 Kg dari Pemerintah Ternyata Modus Phishing

Sebarkan artikel ini
Waspada Klaim Pendaftaran Bantuan Beras 30 Kg dari Pemerintah Ternyata Modus Phishing

Media90.id – Sebuah akun TikTok bernama “bansos.id” mengunggah video yang menampilkan klaim mengenai program pendaftaran bantuan beras dari pemerintah dengan narasi “Bantuan Beras 30 kg dari Pemerintah”.

Unggahan tersebut menarik perhatian masyarakat karena menawarkan bantuan beras dalam jumlah besar. Namun, benarkah pemerintah sedang membuka pendaftaran bantuan beras sebanyak 30 kilogram seperti yang diklaim dalam video tersebut?

Ads
close ads

Hasil Penelusuran

Penelusuran dilakukan dengan mengakses tautan yang tercantum pada unggahan video tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi pemerintah. Tautan justru mengarahkan pengguna ke sebuah formulir yang meminta sejumlah data pribadi, antara lain:

  • Nama lengkap sesuai KTP
  • Nomor Telegram aktif

Setelah data tersebut diisi, pengguna kemudian diarahkan untuk memasukkan kode verifikasi Telegram.

Proses tersebut patut dicurigai karena kode verifikasi Telegram merupakan informasi rahasia yang seharusnya tidak diberikan kepada pihak lain. Kode tersebut dapat digunakan untuk mengakses atau mengambil alih akun milik pengguna.

Praktik semacam ini merupakan salah satu ciri phishing, yakni modus penipuan digital yang berusaha memperoleh data pribadi, kredensial, atau akses ke akun korban dengan menggunakan tautan maupun formulir palsu.

Pemerintah Memang Menyalurkan Bantuan Beras, tetapi Bukan 30 Kg Sekaligus

Pemerintah memang memiliki program bantuan pangan berupa beras bagi masyarakat yang memenuhi kriteria.

Namun, bantuan yang disalurkan disebut sebesar 10 kilogram beras per bulan untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bukan 30 kilogram sekaligus seperti klaim yang beredar di TikTok.

Program tersebut diperuntukkan bagi keluarga yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Kementerian Sosial.

Bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam DTSEN, pemerintah menyediakan mekanisme pengusulan melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia untuk perangkat Android maupun iOS.

Dengan demikian, tidak ditemukan informasi resmi yang menyebut adanya program pendaftaran bantuan beras 30 kilogram melalui tautan yang dibagikan oleh akun TikTok tersebut.

Gambar Pendukung Diduga Hasil Rekayasa AI

Penelusuran juga dilakukan terhadap gambar yang digunakan dalam unggahan tersebut.

Gambar tersebut kemudian dianalisis menggunakan situs pendeteksi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Hive Moderation.

Hasil analisis menunjukkan gambar memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.

Temuan tersebut semakin memperkuat indikasi bahwa konten tersebut bukan merupakan informasi resmi pemerintah. Penggunaan gambar hasil rekayasa dapat menjadi salah satu cara untuk membuat sebuah unggahan terlihat lebih meyakinkan dan menarik perhatian pengguna media sosial.

Waspadai Modus Pencurian Data Berkedok Bantuan Sosial

Masyarakat perlu berhati-hati ketika menemukan informasi mengenai bantuan sosial yang beredar melalui media sosial, terutama jika unggahan tersebut meminta pengguna mengisi data pribadi melalui tautan tertentu.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari modus penipuan antara lain:

  1. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi pemerintah. Jangan langsung mempercayai informasi hanya karena menggunakan nama atau logo yang menyerupai lembaga pemerintah.
  2. Jangan membagikan kode OTP atau kode verifikasi. Kode tersebut bersifat rahasia dan tidak boleh diberikan kepada orang lain.
  3. Hindari mengisi data pribadi pada tautan mencurigakan. Terlebih jika tautan tidak berasal dari situs resmi pemerintah atau layanan yang terpercaya.
  4. Periksa informasi melalui kanal resmi. Masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui kanal resmi Kementerian Sosial maupun aplikasi Cek Bansos.

Kesimpulan

Klaim mengenai pendaftaran bantuan beras 30 kilogram dari pemerintah yang beredar melalui akun TikTok “bansos.id” tidak didukung informasi resmi.

Tautan yang disebarkan justru mengarahkan pengguna ke formulir yang meminta nama lengkap, nomor Telegram, hingga kode verifikasi Telegram. Pola tersebut berpotensi merupakan modus phishing atau pencurian akses akun.

Selain itu, gambar pendukung dalam unggahan tersebut terdeteksi memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.

Masyarakat disarankan tidak mengisi formulir tersebut, tidak memberikan kode verifikasi kepada siapa pun, dan tidak sembarangan mengeklik tautan yang mengatasnamakan program bantuan pemerintah.

Sebelum mempercayai informasi bansos yang beredar di media sosial, pastikan terlebih dahulu kebenarannya melalui sumber resmi pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *