Media90.id – Di era digital seperti sekarang, akun media sosial telah menjadi aset yang sangat berharga bagi banyak orang. Tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi dan berbagi momen, Instagram juga dimanfaatkan sebagai sarana bisnis, membangun personal branding, hingga menyimpan berbagai informasi penting. Sayangnya, meningkatnya aktivitas digital juga dibarengi dengan ancaman kejahatan siber yang semakin beragam.
Belakangan ini, kasus pembobolan akun Instagram kembali marak terjadi. Para pelaku menggunakan berbagai metode untuk mengambil alih akun korban, mulai dari mencuri kata sandi, mengirim tautan phishing, hingga menyamar sebagai pihak resmi Instagram. Setelah berhasil masuk ke akun, hacker biasanya langsung mengganti alamat email dan nomor telepon yang terhubung sehingga pemilik asli kesulitan mendapatkan akses kembali.
Tidak sedikit akun yang kemudian disalahgunakan untuk mengirim spam, melakukan penipuan, atau meminta sejumlah uang kepada para pengikutnya. Oleh karena itu, penting bagi setiap pengguna untuk memahami langkah-langkah pencegahan agar akun tetap aman dari ancaman peretasan.
Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan keamanan akun Instagram adalah dengan mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah atau Two-Factor Authentication (2FA).
Fitur ini menambahkan lapisan keamanan ekstra ketika pengguna melakukan login. Meski seseorang berhasil mengetahui kata sandi akun, mereka tetap membutuhkan kode verifikasi tambahan untuk masuk ke dalam akun.
Untuk mengaktifkannya, pengguna dapat membuka menu Settings, kemudian masuk ke Security dan memilih Two-Factor Authentication. Instagram menyediakan beberapa metode verifikasi, seperti SMS, WhatsApp, maupun aplikasi autentikator. Di antara ketiganya, aplikasi autentikator umumnya dianggap lebih aman karena tidak mudah disadap.
Gunakan Password yang Kuat dan Unik
Masih banyak pengguna yang menggunakan kata sandi sederhana seperti tanggal lahir, nama pribadi, atau kombinasi angka yang mudah ditebak. Kebiasaan ini dapat mempermudah hacker untuk membobol akun.
Gunakan password yang terdiri dari kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Semakin kompleks dan unik password yang digunakan, semakin sulit pula akun diretas.
Selain itu, hindari menggunakan kata sandi yang sama untuk beberapa akun sekaligus. Jika satu akun mengalami kebocoran data, akun lain yang menggunakan password serupa juga berisiko ikut diretas.
Waspadai Link dan Pesan Mencurigakan
Phishing masih menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan untuk mencuri akun Instagram. Biasanya pelaku mengirimkan tautan palsu melalui DM, email, atau komentar yang tampak menyerupai halaman resmi Instagram.
Modus yang digunakan beragam, mulai dari tawaran giveaway, peluang kerja sama, verifikasi akun, hingga peringatan palsu bahwa akun akan diblokir. Ketika korban memasukkan username dan password pada halaman palsu tersebut, data login langsung jatuh ke tangan pelaku.
Karena itu, jangan mudah mengklik tautan yang dikirim oleh akun tidak dikenal. Pastikan alamat situs yang dikunjungi benar-benar resmi sebelum memasukkan informasi login.
Rutin Memeriksa Aktivitas Login
Instagram menyediakan fitur Login Activity yang memungkinkan pengguna melihat perangkat dan lokasi yang sedang mengakses akun.
Fitur ini sangat berguna untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini. Jika terdapat perangkat atau lokasi yang tidak dikenali, segera keluarkan akses perangkat tersebut dan ubah kata sandi akun.
Pengguna dapat mengakses fitur ini melalui menu Settings, kemudian memilih Security dan membuka Login Activity.
Jangan Pernah Membagikan Kode OTP
Kode OTP merupakan kode rahasia yang digunakan untuk memverifikasi proses login atau perubahan penting pada akun. Sayangnya, masih banyak pengguna yang tertipu dan memberikan kode tersebut kepada pihak lain.
Perlu diketahui bahwa Instagram maupun Meta tidak pernah meminta kode OTP melalui pesan pribadi, email, atau aplikasi percakapan seperti WhatsApp.
Jika ada pihak yang mengaku sebagai tim Instagram dan meminta kode OTP, hampir dapat dipastikan itu adalah upaya penipuan. Jangan pernah memberikan kode tersebut kepada siapa pun dengan alasan apa pun.
Hindari Aplikasi Pihak Ketiga yang Tidak Jelas
Banyak aplikasi tambahan yang menawarkan fitur menarik seperti penambah followers, auto likes, atau melihat siapa yang sering mengunjungi profil Instagram.
Namun, sebagian aplikasi tersebut meminta akses login akun yang berpotensi membahayakan keamanan data pengguna. Tidak sedikit kasus peretasan yang bermula dari penggunaan aplikasi pihak ketiga yang tidak terpercaya.
Jika pernah menghubungkan akun Instagram ke aplikasi semacam itu, segera cabut aksesnya melalui menu Apps and Websites pada pengaturan akun.
Selalu Perbarui Aplikasi Instagram
Menggunakan aplikasi Instagram versi lama dapat meningkatkan risiko keamanan karena masih mungkin memiliki celah yang belum diperbaiki.
Instagram secara rutin merilis pembaruan untuk meningkatkan keamanan sistem, memperbaiki bug, dan menghadirkan fitur baru. Oleh sebab itu, pastikan aplikasi selalu diperbarui melalui Google Play Store atau App Store agar mendapatkan perlindungan terbaru.
Simpan Informasi Pemulihan Akun
Langkah penting lainnya adalah memastikan data pemulihan akun selalu aktif dan dapat diakses. Pastikan alamat email serta nomor telepon yang terhubung dengan akun masih digunakan.
Selain itu, simpan backup codes yang diberikan Instagram di tempat yang aman. Kode tersebut dapat membantu proses pemulihan apabila akun mengalami masalah atau diretas.
Pengguna juga perlu mewaspadai beberapa tanda akun mulai dibajak, seperti akun tiba-tiba logout sendiri, perubahan email tanpa izin, mengikuti akun asing secara otomatis, atau mengirim pesan kepada orang lain tanpa sepengetahuan pemilik.
Jika menemukan gejala tersebut, segera ganti password, aktifkan kembali verifikasi dua langkah, dan laporkan masalah melalui pusat bantuan Instagram agar akun dapat diamankan secepat mungkin.
Menjaga keamanan akun Instagram bukanlah hal yang sulit, tetapi membutuhkan kesadaran dan kebiasaan yang baik. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, risiko akun diretas dapat diminimalkan sehingga aktivitas di media sosial tetap aman dan nyaman.














