BERITA

Bunda Literasi Lampung Dorong Penguatan Budaya Baca Saat Buka Musda II IKAPI

Luluk RJMP
4
×

Bunda Literasi Lampung Dorong Penguatan Budaya Baca Saat Buka Musda II IKAPI

Sebarkan artikel ini
Musda II IKAPI Dibuka Purnama Wulansari Ajak Tingkatkan Budaya Literasi di Lampung

Media90.id – Ketua TP PKK Provinsi Lampung yang juga Bunda Literasi Lampung, Purnama Wulansari, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan budaya baca dan pengembangan literasi di Provinsi Lampung. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-II Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Lampung di Nuwo Baca Lantai III Perpustakaan Provinsi Lampung, Rabu (24/6/2026).

Kehadiran Bunda Literasi Lampung dalam forum tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat gerakan literasi di daerah. Menurut Purnama Wulansari, peningkatan literasi tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari organisasi, komunitas, dunia pendidikan, hingga masyarakat luas.

Ads
close ads

Ia menilai gerakan literasi harus dibangun melalui kebersamaan dan kolaborasi agar mampu meningkatkan minat baca masyarakat di Lampung. Dengan sinergi yang kuat, budaya membaca diharapkan semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Semoga dengan kebersamaan dalam satu tujuan untuk meningkatkan literasi di Provinsi Lampung, kita bisa terus meningkatkan minat baca masyarakat,” ujarnya.

Purnama Wulansari menyampaikan bahwa saat ini terdapat perkembangan positif dalam dunia literasi di Lampung, terutama di kalangan pelajar. Hal itu terlihat dari meningkatnya kunjungan siswa ke Perpustakaan Provinsi Lampung serta berbagai program yang dijalankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dalam mendukung budaya baca di sekolah.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal baik bahwa minat baca generasi muda mulai tumbuh. Karena itu, momentum tersebut harus terus dijaga dan diperkuat melalui program-program yang mampu mendekatkan masyarakat dengan buku dan sumber pengetahuan lainnya.

Ia menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi merupakan jendela peradaban dan pondasi penting dalam membangun masyarakat yang maju, cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital yang begitu cepat, kemampuan literasi menjadi kebutuhan yang semakin penting. Masyarakat tidak hanya dituntut mampu membaca informasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk memilah, memahami, dan menyikapi informasi secara kritis dan bijak.

“Di era informasi yang bergerak sangat cepat seperti sekarang, kemampuan literasi menjadi kebutuhan utama. Masyarakat harus mampu memilih dan memahami informasi secara kritis dalam koridor yang baik,” katanya.

Menurut Purnama Wulansari, budaya membaca dan menulis harus terus diasah sepanjang hayat karena menjadi bekal penting dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan global yang terus berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan perhatian khusus terhadap peran IKAPI sebagai bagian penting dalam ekosistem literasi. Menurutnya, para penerbit memiliki kontribusi besar dalam menjaga arus pengetahuan tetap hidup melalui buku-buku dan bahan bacaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota IKAPI, khususnya di Provinsi Lampung, yang selama ini konsisten mengawal penyebaran ilmu pengetahuan melalui berbagai karya yang bermanfaat, termasuk bagi anak-anak.

Selain itu, Purnama Wulansari mengingatkan bahwa dunia penerbitan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, kemajuan digital tidak dapat dihindari sehingga para penulis, editor, dan penerbit perlu terus berinovasi agar karya-karya mereka tetap relevan dan mampu menjangkau pembaca yang lebih luas.

Saat ini, banyak masyarakat yang mengakses bahan bacaan melalui perangkat elektronik dalam bentuk buku digital maupun dokumen elektronik. Karena itu, pelaku literasi perlu berjalan seiring dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan kualitas isi dan nilai edukatif dalam setiap karya yang diterbitkan.

“Kita tidak bisa menolak kemajuan teknologi. Karena itu, harus ada inovasi dan kreasi baru dari para penulis, editor, hingga penerbit agar literasi tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Lebih jauh, Purnama Wulansari menilai penyelenggaraan Musda II IKAPI Lampung menjadi bukti bahwa gerakan literasi bukan hanya tanggung jawab satu lembaga. Upaya membangun budaya baca membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat, dan Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik konsistensi IKAPI dalam menjaga semangat literasi di daerah.

Ia juga menyoroti tema Musda ke-II IKAPI Lampung, yakni “Buku Titi Gematti, Ilmu Sai Wawai: Buku Sebagai Warisan Berharga, Ilmu Sebagai Sumber Kebaikan”. Menurutnya, tema tersebut menggambarkan pentingnya buku sebagai jembatan pengetahuan sekaligus warisan intelektual yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan Bunda Literasi Lampung adalah penerbitan buku cerita rakyat Lampung yang menghimpun kisah dari 15 kabupaten/kota di provinsi ini. Buku tersebut dirancang sebagai bahan bacaan anak-anak yang memuat sejarah lokal, cerita rakyat, serta kekayaan budaya dari masing-masing daerah.

Program tersebut diharapkan tidak hanya menumbuhkan minat baca sejak dini, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan identitas, sejarah, dan kearifan lokal Lampung kepada generasi muda. Dengan demikian, literasi tidak hanya memperkuat kemampuan membaca, tetapi juga menanamkan kebanggaan terhadap budaya daerah.

Melalui berbagai langkah tersebut, Bunda Literasi Lampung menegaskan bahwa penguatan budaya baca harus terus menjadi gerakan bersama. Dukungan terhadap buku, penerbitan, perpustakaan, dan pendidikan literasi dinilai menjadi bagian penting dalam mencetak generasi Lampung yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Tinggalkan Balasan