NASIONAL

Yayasan Sekolah Jaksel Ungkap Eks Pemilik Pakai Kredit Bank untuk Bangun Lapangan Padel

Novta Tria
8
×

Yayasan Sekolah Jaksel Ungkap Eks Pemilik Pakai Kredit Bank untuk Bangun Lapangan Padel

Sebarkan artikel ini
Yayasan Sekolah di Jaksel Ungkap Eks Pemilik Berutang ke Bank untuk Bangun Lapangan Padel

Media90.id – Ratusan senjata ditemukan di sebuah ruangan yang disebut pernah digunakan IWD, mantan pemilik yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan. Pihak yayasan kemudian mengungkap dugaan penggunaan yayasan untuk kepentingan pribadi.

Salah satu pengacara yayasan, Hermawanto, mengatakan IWD diduga menggunakan nama yayasan sebagai jaminan untuk mengajukan pinjaman kepada bank. Dana pinjaman tersebut disebut digunakan untuk membangun lapangan padel yang dikelola oleh keluarga IWD.

Ads
close ads

“Termasuk juga peminjaman kredit Bank atas nama yayasan namun uangnya digunakan untuk membangun lapangan padel, yang dikelola keluarga IWD,” kata Hermawanto dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Selain persoalan pinjaman tersebut, pihak yayasan juga mempersoalkan penggunaan area sekolah sebagai tempat penyimpanan senjata. Menurut Hermawanto, sejumlah hal tersebut kemudian menjadi dasar pihak yayasan melaporkan persoalan tersebut kepada kepolisian.

“Serangkaian perbuatan-perbuatan yang kemudian menjadi dasar pelaporan kepada kepolisian,” tuturnya.

Kuasa IWD Sebut Senjata Milik Perusahaan

Sementara itu, Alhadid Endar Putra selaku kuasa hukum IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin sebelumnya memberikan penjelasan mengenai temuan 995 pucuk senjata airsoft gun tersebut.

Alhadid menyebut seluruh senjata itu merupakan milik PT Lokta Karya Perbakin. Menurut dia, senjata tersebut disimpan di gudang sekolah berkaitan dengan rencana kerja sama kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) menembak antara perusahaan dan pengurus yayasan sekolah sebelumnya pada 2020.

Dia juga mengklaim senjata-senjata tersebut resmi dan memiliki izin. Alhadid mengatakan dokumen perizinan bahkan telah diperlihatkan kepada pihak kepolisian.

“Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut,” kata Alhadid.

Alhadid juga mengaku heran dengan sikap pihak yayasan saat ini yang seolah baru mengetahui keberadaan senjata tersebut. Menurutnya, pengurus yayasan disebut telah mengetahui adanya senjata yang disimpan di gudang sekolah.

“Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya,” ungkapnya.

Kuasa IWD Sebut Ada Konflik Internal Yayasan

Alhadid menduga persoalan mengenai keberadaan senjata tersebut berkaitan dengan konflik internal yang terjadi di tubuh yayasan sekolah.

Dia menyebut konflik tersebut telah berlangsung sejak adanya pergantian pembina yayasan yang sebelumnya diberhentikan secara sepihak.

“Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain,” jelasnya.

Persoalan mengenai penggunaan yayasan, pembangunan lapangan padel, hingga penyimpanan ratusan senjata tersebut kini menjadi perhatian. Masing-masing pihak memberikan keterangan berbeda terkait latar belakang dan kepemilikan senjata yang ditemukan di area sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *