BERITA

Dosen Polinela Dorong Pemberdayaan Perempuan Desa Wiyono Lewat Inovasi Buak Tart Pala

Luluk RJMP
8
×

Dosen Polinela Dorong Pemberdayaan Perempuan Desa Wiyono Lewat Inovasi Buak Tart Pala

Sebarkan artikel ini
Dosen Polinela Berdayakan Perempuan Desa Wiyono melalui Inovasi Kue Tart Pala dalam Program PKM

Media90.id – Upaya pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal kembali dilakukan oleh dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pengolahan Buak Tart Kue Khas Lampung Berbasis Pala Komoditas Unggulan Desa Wiyono”.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Polinela dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat kapasitas usaha perempuan di pedesaan. Tidak hanya berfokus pada pengolahan produk, kegiatan juga mencakup peningkatan kualitas kemasan, penguatan pemasaran digital, hingga pendampingan legalitas usaha bagi kelompok perempuan setempat.

Ads
close ads

Desa Wiyono dikenal sebagai salah satu sentra penghasil pala di Kabupaten Pesawaran. Komoditas tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah yang mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan pengabdian dipimpin oleh Ketua Tim, Dr. Ir. Widia Rini Hartari, S.T.P., M.Si., bersama sejumlah dosen dan tenaga ahli Polinela, yakni Dr. Ir. Zukryandry, S.T., M.Si.; Ir. Ersan, M.T.A.; Ir. Martina Anggi Silova, S.T., S.Pd., M.T.; Zuhrotul Mujayanah, S.Tr.P., M.T.P.; Siti Herdianti Elza, S.P., M.Si.; Ir. Ailsa Azalia, S.T.P., M.T.P.; Ir. Maryanti, S.T.P., M.Si.; Ir. Febrina Delvitasari, S.T.P., M.Si.; Ir. Tomy Pratama Zuhelmi, S.T., M.T.; Tinda Yuvita, S.Gz., M.Tr.P.; serta Bigi Undadraja, S.T.P., M.Si.

Tim memberikan pelatihan, pendampingan, serta transfer pengetahuan kepada anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari yang menjadi mitra utama dalam program tersebut.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Wiyono, Marlina Pujiastuti, serta Ketua KWT Mentari, Sunari, bersama para anggota kelompok. Kolaborasi antara perguruan tinggi, penyuluh pertanian, dan kelompok masyarakat tersebut menjadi kekuatan penting dalam mendorong lahirnya usaha berbasis komoditas lokal yang inovatif dan berkelanjutan.

Dalam sesi praktik, peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai pembuatan Buak Tart Pala, mulai dari persiapan bahan baku, penyusunan formulasi adonan, teknik pengolahan, hingga menghasilkan produk siap konsumsi. Produk ini dirancang sebagai inovasi pangan berbahan dasar pala yang memiliki cita rasa khas sekaligus nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan penjualan pala dalam bentuk mentah.

Melalui pendekatan learning by doing, anggota KWT Mentari tidak hanya diperkenalkan pada resep dan teknik pengolahan, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga konsistensi mutu produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Widia Rini Hartari, menjelaskan bahwa pengembangan Buak Tart Pala merupakan salah satu strategi diversifikasi produk berbasis komoditas unggulan desa.

“Melalui inovasi ini, kami ingin mendorong agar komoditas pala tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya perempuan di desa,” ujarnya.

Selain pelatihan pengolahan produk, peserta juga mendapatkan materi mengenai smart packaging atau kemasan cerdas sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM. Materi yang diberikan meliputi pemilihan bahan kemasan, desain label yang menarik, pencantuman informasi produk sesuai regulasi, hingga penggunaan kemasan yang mampu menjaga kualitas dan umur simpan produk.

Dalam pelatihan tersebut, kemasan dipandang tidak hanya sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pemasaran. Kemasan yang baik diyakini mampu membangun identitas merek, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan menambah nilai jual produk di pasaran.

Transformasi usaha KWT Mentari juga diperkuat melalui pelatihan pemasaran digital. Peserta dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial, marketplace, dan berbagai platform digital sebagai sarana promosi sekaligus perluasan pasar.

Selain itu, peserta diajarkan cara membuat konten promosi sederhana, teknik fotografi produk menggunakan telepon pintar, pengelolaan akun media sosial, hingga strategi membangun komunikasi yang efektif dengan calon pembeli. Langkah ini diharapkan mampu membantu KWT Mentari memperluas jangkauan pemasaran tanpa terbatas wilayah geografis.

Tak hanya itu, tim pengabdian Polinela juga memberikan pendampingan terkait legalitas usaha melalui fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pendampingan pendaftaran Sertifikasi Halal.

Legalitas usaha dinilai sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk ritel modern maupun program pengadaan pemerintah.

Ketua KWT Mentari, Sunari, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan tim Polinela. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang sangat dibutuhkan anggota kelompok dalam mengembangkan usaha olahan pala secara profesional dan berkelanjutan.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata, melainkan menjadi pintu masuk bagi penguatan ekonomi keluarga melalui usaha berbasis potensi lokal. Kehadiran inovasi Buak Tart Pala dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi perempuan desa sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas pala yang selama ini menjadi andalan masyarakat Wiyono.

Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Lampung kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang aktif mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis inovasi dan teknologi tepat guna. Sinergi antara kampus, penyuluh pertanian, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem usaha desa yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Pengembangan Buak Tart Pala bersama KWT Mentari diharapkan tidak hanya menjadi program pengabdian biasa, tetapi juga menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mampu mengangkat komoditas lokal menjadi produk unggulan bernilai ekonomi tinggi. Dengan dukungan inovasi produk, kemasan modern, pemasaran digital, dan legalitas usaha, produk olahan pala dari Desa Wiyono diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat daya saing UMKM desa di era digital.

Tinggalkan Balasan