BERITA

Gubernur Lampung Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan PKU Akbar PNM Berbasis Teknologi Digital

Luluk RJMP
11
×

Gubernur Lampung Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan PKU Akbar PNM Berbasis Teknologi Digital

Sebarkan artikel ini
Pelatihan PKU Akbar PNM Gubernur Lampung Tekankan Penguatan SDM UMKM Berbasis Digital

Media90 – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lampung di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (20/4/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Mirza tersebut menegaskan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Ia menyebut kontribusi UMKM sangat besar dalam menggerakkan roda ekonomi di Lampung.

Ads
close ads

“Ada 51 persen uang yang beredar di Lampung ini didukung oleh pergerakan ekonomi UMKM. Ada sekitar 498.000 pelaku UMKM yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” ujar Mirza.

Menurutnya, struktur ekonomi Lampung saat ini masih ditopang sektor pertanian dengan kontribusi sekitar 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai Rp520 triliun. Komoditas seperti padi, jagung, dan singkong menjadi penopang utama.

Ia juga menyoroti stabilitas harga komoditas sepanjang 2025 yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung berada di atas rata-rata nasional. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

“Ketika harga komoditas terjaga, maka pendapatan masyarakat meningkat dan konsumsi ikut naik. Ini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk berkembang lebih cepat,” jelasnya.

Meski demikian, Mirza mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, mulai dari keterbatasan manajerial, akses pemasaran, hingga daya saing produk. Ia menilai sebagian besar UMKM masih berjalan secara mandiri tanpa dukungan ekosistem yang kuat.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) UMKM melalui pelatihan, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi dinilai dapat menjadi solusi dalam meningkatkan efisiensi usaha, mulai dari manajemen keuangan, strategi pemasaran, hingga peningkatan kualitas produk.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti besarnya potensi sektor pariwisata sebagai pasar bagi produk UMKM. Pada tahun 2025, jumlah wisatawan ke Lampung mencapai sekitar 25 juta orang dengan total perputaran uang diperkirakan mencapai Rp50 triliun.

Sementara itu, Direktur Bisnis PNM, Kindaris, menjelaskan bahwa kegiatan PKU Akbar mengusung tema “AI untuk UMKM, Lebih Efisien dan Lebih Untung” sebagai upaya mendorong pelaku usaha beradaptasi dengan era digital.

Menurutnya, PNM tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan melalui tiga pilar utama, yakni modal finansial, intelektual, dan sosial.

“Selama lima tahun terakhir, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp346 triliun kepada lebih dari 22 juta nasabah di seluruh Indonesia,” ungkap Kindaris.

Khusus di Lampung, PNM mencatat memiliki 466.000 nasabah aktif dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp17,8 triliun dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2026, PNM menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp3 triliun, serta pelaksanaan 1.796 kegiatan pelatihan bagi 71.000 nasabah.

Kindaris menambahkan, pemanfaatan AI dapat membantu pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara lebih efisien, mulai dari pencatatan keuangan hingga strategi pemasaran.

“Dengan teknologi, UMKM bisa meningkatkan produktivitas, memahami pasar, dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Pemprov Lampung bersama PNM berharap dapat menciptakan UMKM yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Penguatan kapasitas tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan