BERITA

Komisi V DPRD Lampung dan Dewan Pendidikan Bahas Masa Depan Pendidikan Lampung yang Masih “Rapor Merah”

Luluk RJMP
8
×

Komisi V DPRD Lampung dan Dewan Pendidikan Bahas Masa Depan Pendidikan Lampung yang Masih “Rapor Merah”

Sebarkan artikel ini
Komisi V DPRD Lampung dan Dewan Pendidikan Bahas Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan

Media90.id – Komisi V DPRD Lampung menggelar rapat dengar pendapat bersama Dewan Pendidikan Lampung dengan agenda tunggal menakar masa depan pendidikan di Provinsi Lampung yang hingga kini dinilai belum lepas dari “rapor merah”. Rapat tersebut berlangsung pada Senin (22/6/2026).

Pertemuan ini berangkat dari kegelisahan bersama terhadap dua indikator utama pembangunan manusia, yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK), yang dinilai belum menunjukkan peningkatan signifikan. Keduanya bahkan disebut stagnan, jika tidak ingin dikatakan mengalami perlambatan.

Ads
close ads

Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan, dalam forum tersebut menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan pendidikan daerah. Ia menilai, persoalan pendidikan tidak bisa lagi ditangani secara parsial atau sekadar responsif terhadap masalah yang muncul di permukaan.

Menurutnya, pendekatan “pemadam kebakaran” sudah tidak relevan untuk mengatasi persoalan mendasar yang telah berlangsung lama. Dibutuhkan langkah terintegrasi lintas sektor untuk benar-benar memperbaiki kualitas pendidikan di Lampung.

Dalam pembahasan rapat, peningkatan mutu pendidikan disepakati sebagai prioritas utama. Fokus tidak lagi hanya pada pembangunan fisik sekolah atau program bantuan seragam untuk mengejar angka partisipasi, melainkan bergeser pada peningkatan kualitas pengajaran serta relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.

Rapat yang berlangsung hangat tersebut dihadiri jajaran Komisi V DPRD Lampung, di antaranya Yanuar Irawan, Mardiana, Puji Sartono, Abdullah Sura Jaya, Budi Condrowati, dan Marsha Dhita Pitaloka.

Dari pihak Dewan Pendidikan Lampung, hadir Ketua Syafrimen, Wakil Ketua As’ad Muzzammil, Sekretaris Gino Vanolie, serta sejumlah anggota lainnya seperti Topan Indrakarsa, Abdul Karim, Azkia Akidatul Izzah, Tiara, Burhan, Mansyur, Hengki, dan Tedy Purwoko.

Di akhir pertemuan, kedua belah pihak menyepakati komitmen bersama bahwa rapat tersebut bukan sekadar seremonial. Dalam waktu dekat, forum lanjutan yang lebih teknis akan digelar dengan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung untuk merumuskan langkah konkret perbaikan pendidikan di daerah.

Dengan adanya kelanjutan pembahasan ini, diharapkan lahir solusi nyata yang tidak hanya berhenti di ruang diskusi, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di ruang-ruang kelas sekolah di seluruh Lampung.

Tinggalkan Balasan