Media90.id – Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mendorong kenaikan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Provinsi Lampung.
Hal tersebut disampaikan Yanuar saat menjadi narasumber dalam Lampung Post Executive Forum (LPEF) II Tahun 2026 bertajuk “Penguatan Mutu SMA/SMK, Payung Regulasi APBD, dan Peran Perguruan Tinggi dalam Mendongkrak APK Lampung”, yang digelar pada Kamis (18/6/2026).
Dalam forum tersebut, DPRD Lampung menegaskan bahwa peningkatan APK Pendidikan Tinggi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan melalui penguatan kebijakan, kolaborasi antarlembaga, serta perluasan akses pendidikan bagi generasi muda.
Yanuar mengatakan, salah satu langkah strategis yang perlu mulai dikembangkan adalah membangun kerja sama yang lebih erat antara sekolah menengah atas (SMA/SMK) dengan perguruan tinggi.
“Pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan minat melanjutkan pendidikan tinggi sejak dini,” ujar Yanuar.
Menurutnya, program pengenalan kampus atau campus visit yang telah diterapkan di sejumlah negara dapat dijadikan referensi untuk diterapkan secara bertahap di Lampung. Melalui program tersebut, siswa kelas akhir dapat mengenal lingkungan perguruan tinggi secara langsung sebelum menentukan jenjang pendidikan berikutnya.
Selain mendorong kolaborasi pendidikan, Yanuar juga memaparkan tiga fokus utama yang perlu menjadi perhatian bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Lampung.
Pertama, meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan tenaga pendidik. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh kualitas guru yang memperoleh dukungan memadai untuk fokus pada proses pembelajaran serta pembentukan karakter peserta didik.
Kedua, memperkuat pendidikan karakter di seluruh lingkungan pendidikan. Ia menilai pembangunan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan prestasi akademik.
“Sekolah, keluarga, dan lingkungan harus bersama-sama membangun kembali budaya disiplin, tanggung jawab, kepedulian, serta semangat kebersamaan dalam mendukung proses pendidikan,” katanya.
Yanuar juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi sekolah di lapangan. Menurutnya, dibutuhkan kesamaan persepsi dan dukungan yang kuat antara pihak sekolah dengan orang tua dalam membangun budaya positif dan pembentukan karakter peserta didik.
Fokus ketiga adalah mendorong sistem pendidikan yang berbasis kompetensi, adil, transparan, dan akuntabel. DPRD Lampung, kata Yanuar, mendukung kebijakan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh akses pendidikan berdasarkan kemampuan dan capaian yang dimiliki.
Ia menjelaskan, mekanisme yang diterapkan saat ini telah memberikan ruang melalui keberadaan sekolah unggulan maupun sekolah reguler. Seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama mengikuti seleksi sekolah unggulan, sementara bagi yang belum memenuhi persyaratan tetap dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur reguler.
Melalui forum tersebut, DPRD Lampung kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pemerataan akses, peningkatan mutu pendidikan, serta penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah dan upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.














