BERITA

Lampung Resmi Jadi Pilot Project Nasional Ekonomi Hijau, Gubernur Mirza Teken MoU dengan Nusantara Plastik Energi

Luluk RJMP
13
×

Lampung Resmi Jadi Pilot Project Nasional Ekonomi Hijau, Gubernur Mirza Teken MoU dengan Nusantara Plastik Energi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mirza Gandeng Nusantara Plastik Energi Lampung Menuju Pionir Pengelolaan Sampah Terintegrasi dan Energi Bersih

Media90.id – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Direktur Utama PT Nusantara Plastik Energi, Muhammad Dani SM Rabbani, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama pembangunan pengolahan sampah serta pengembangan potensi energi dan industri di Lampung, Rabu (17/6/2026).

Penandatanganan MoU ini menjadi bukti komitmen kuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan sistem pengolahan sampah, energi terbarukan, dan kawasan industri hijau di daerah tersebut.

Ads
close ads

Dengan kerja sama ini, Lampung resmi ditetapkan sebagai pilot project nasional dalam pengembangan ekosistem ekonomi hijau melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah dan energi bersih.

Langkah kolaboratif tersebut menjadi strategi konkret Pemprov Lampung dalam menjawab tantangan pengelolaan limbah terintegrasi sekaligus mendorong pertumbuhan industri berbasis energi ramah lingkungan.

Melalui kemitraan ini, Lampung akan mengadopsi standar pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Eropa selama lebih dari 30 tahun untuk membangun model pengelolaan sampah nasional yang berkelanjutan.

Fokus utama kerja sama ini meliputi pengembangan fasilitas waste to energy yang mampu mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi, produksi bahan bakar biomassa (biomass fuel), serta pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air skala kecil (micro hydro).

Pada tahap awal, investasi sebesar 25 juta Euro akan dialokasikan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah plastik dengan kapasitas 15.000 ton per tahun, yang diproyeksikan menyerap sekitar 40 tenaga kerja lokal.

Teknologi modular yang digunakan memungkinkan fasilitas tersebut untuk terus dikembangkan hingga mencapai kapasitas pengolahan 200.000 ton sampah per tahun.

Selain mengurangi volume sampah, proyek ini juga menghasilkan produk turunan bernilai tambah seperti minyak pirolisis, Refuse Derived Fuel (RDF), hingga potensi pendapatan tambahan melalui skema kredit karbon.

Pemilihan Lampung sebagai lokasi proyek percontohan didasarkan pada posisi strategis wilayah serta kesiapan dukungan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi menuju kawasan industri hijau.

Inisiatif ini menjadi akselerasi nyata Pemprov Lampung dalam memperkuat ketahanan energi daerah sekaligus mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan dan berdaya saing global.

Melalui kerja sama tersebut, kedua belah pihak berkomitmen mendorong percepatan pembangunan sektor energi dan industri berbasis keberlanjutan guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat Lampung.

Adapun objek kerja sama mencakup pembangunan fasilitas pengolahan sampah serta pengembangan potensi energi dan industri di wilayah Lampung.

PT Nusantara Plastik Energi sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan energi terbarukan, termasuk pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar melalui teknologi RDF dan pirolisis, pengembangan pembangkit listrik tenaga air dan surya, serta pembangunan kawasan industri berbasis energi hijau.

Tinggalkan Balasan