BERITA

Odisei Mie Gaga dan Indomie: Dari Usaha Bersama Menuju Perselisihan Kontroversial…

693
×

Odisei Mie Gaga dan Indomie: Dari Usaha Bersama Menuju Perselisihan Kontroversial…

Sebarkan artikel ini
Begini Kisah Perjalanan Mie Gaga dan Indomie, Berawal Kerja Sama Berakhir Sengketa...
Begini Kisah Perjalanan Mie Gaga dan Indomie, Berawal Kerja Sama Berakhir Sengketa...

Media90 (media90.id) – Belakangan ini, kisah sukses dari merek mi instan Indomie dan Mie Gaga tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Kabar yang beredar pun tidak terlepas dari klaim yang menyatakan bahwa Indomie adalah hasil dari sebuah kudeta bisnis yang dilakukan oleh PT Indofood terhadap perusahaan Djajadi Djaja, yang juga merupakan pemilik Mie Gaga.

Ads
close ads

Namun, Djajadi Djaja dengan tegas membantah klaim tersebut. Ia menjelaskan bahwa tidak ada keterlibatan dari pihaknya dalam perencanaan atau penyebaran informasi yang menyebutkan adanya kudeta bisnis tersebut.

Sebaliknya, Djajadi Djaja mengungkapkan bahwa Indomie dan Mie Gaga sebenarnya memiliki keterikatan dalam bentuk kerja sama.

Sejarah produk mi instan di Indonesia mencuat pada tahun 1968 ketika PT Lima Satu Sankyu memperkenalkan Supermi ke pasar.

Perusahaan ini dilaporkan menjalin kerja sama dengan perusahaan Jepang, Sankyo Shokuhin Kabushiki Kaisha, dengan melibatkan PT Lima Satu yang dimiliki oleh Eka Widjaja Moeis dan Sjarif Adil Sagala.

Kerja sama tersebut melibatkan aspek teknis produksi dan pengiriman tepung dari luar negeri. Namun, tahun 1970, muncul saingan baru yaitu Indomie.

Indomie lahir dari usaha PT Sanmaru Food yang didirikan oleh Waghyu Tjuandi, Djajadi Djaja, Ulong Senjaya, dan Pandi Kusuma, dengan dukungan dari jaringan Grup Djangkar Djati.

Grup ini, yang diprakarsai oleh Djajadi Djaja, seorang pengusaha asal Medan, memiliki keterlibatan dalam mendistribusikan produk Indomie melalui PT Wicaksana Overseas sejak tahun 1964.

Saat itu, juga muncul merek lain seperti Sarimi pada tahun 1980-an.

Produksi mi instan di era itu sebagian besar merespon kekurangan pasokan beras di Indonesia pada akhir tahun 1970-an.

Saat itu, beras menjadi makanan pokok yang sulit didapatkan. Pemerintah dan sektor swasta berkolaborasi untuk mencari solusi, termasuk dengan mengembangkan industri tepung.

PT Bogasari, yang didirikan oleh Sudono Salim, Djuhar Sutanto, Sudwikatmono, dan Ibrahim Risjad, menjadi salah satu pemain utama dalam industri tepung.

Salim, yang pada waktu itu memesan 20 lini produksi mi instan dari pemasok Jepang, berharap mi instan bisa menjadi alternatif pengganti beras.

Namun, pada tahun 1980-an, pasokan beras kembali membaik, dan usaha Salim untuk menjadikan mi sebagai makanan pokok gagal.

Dalam upayanya menghadapi persaingan yang semakin ketat, Salim mendekati Djajadi Djaja, pemilik Indomie.

Salim ingin bekerja sama untuk tetap bersaing dalam industri mi instan. Djajadi awalnya ragu, mengingat Indomie juga bergantung pada pasokan tepung dari Bogasari.

Pertarungan bisnis antara Salim dan Djajadi dimulai, dan Salim berani menginvestasikan dana besar sebesar USD$10 untuk memasarkan mi instan dengan harga yang lebih murah dari Indomie.

Strategi ini berhasil, dan Sarimi berhasil merebut 40% pangsa pasar mi instan.

Dengan hasil yang memuaskan, Salim kembali menawarkan usulan kerja sama kepada Djajadi Djaja. Kali ini, Djajadi setuju dengan tawaran tersebut, dan keduanya sepakat untuk membentuk perusahaan patungan bernama PT Indofood Interna pada tahun 1984.

Dalam perusahaan ini, Djajadi memiliki 57,7% saham sementara Salim memiliki 42,5% saham. CEO perusahaan ini dipegang oleh orang dekat Djajadi, yaitu Hendy Rusli.

Namun, seiring berjalannya waktu, kekuasaan dalam perusahaan bergeser ke tangan Salim. Djajadi akhirnya terpaksa mengundurkan diri dari posisinya.

Pada tahun 1994, Salim mengakuisisi sepenuhnya Indomie dan menggabungkannya ke dalam PT Indofood Sukses Makmur.

Setelah lengsernya Soeharto dari jabatan presiden, Djajadi Djaja memutuskan untuk melawan kembali.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa menjual perusahaan dan 11 mereknya pada tahun 1986 dengan harga yang sangat rendah, hanya sekitar Rp30.000.

Djajadi mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) untuk menuntut ganti rugi sebesar Rp620 miliar dari Indofood.

Dalam gugatannya, ia juga menuntut beberapa tokoh terkait seperti Anthony Salim, Sudwikatmono, Ibrahim Risjad, dan Djuhar Sutanto. Namun, gugatan ini ditolak oleh PN Jaksel.

Djajadi tak menyerah dan meneruskan perjuangannya ke Mahkamah Agung (MA).

Setelah tujuh tahun berjuang, pada tahun 2005, MA menolak tuntutan Djajadi dan menyatakan bahwa tidak ada masalah dalam proses pengalihan bisnis yang terjadi.

Dengan putusan ini, Djajadi akhirnya harus menerima kenyataan.

Meskipun begitu, Salim terus melanjutkan produksi Indomie. Djajadi Djaja akhirnya terlibat dalam bisnis PT Wicaksana Overseas dan merintis merek mi instan Mie Gaga melalui PT Jakarana Tama.

Terkait dengan klaim bahwa Indomie adalah hasil dari kudeta bisnis, Djajadi Djaja mengklarifikasinya dengan tegas.

Ia menyatakan bahwa dia dan PT Jakarana Tama tidak pernah terlibat dalam pembuatan, penyebaran, ataupun memberikan keterangan kepada pihak-pihak yang membuat berita dan konten di media online dan sosial media.

Mengenang perjalanan bisnis ini, cerita Indomie dan Mie Gaga mengajarkan bahwa dunia bisnis seringkali penuh dengan persaingan dan dinamika yang kompleks.

Keberhasilan dan perubahan kepemilikan serta keterlibatan pihak-pihak yang berbeda menjadi bagian penting dari narasi ini.

Sebuah peringatan bagi kita semua untuk selalu memeriksa fakta sebelum mempercayai klaim atau informasi yang beredar di media sosial.

Penemuan Jasad Bocah Perempuan di Lampung Selatan Hebohkan Warga Surat Wasiat Orang Tua Jadi Sorotan
BERITA

Media90.id – Warga Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang anak perempuan tanpa identitas di tepi jalan pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026. Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian masyarakat karena korban ditemukan bersama sepucuk surat wasiat yang menyentuh hati. Ads close ads Berdasarkan informasi yang beredar, jasad korban ditemukan dalam kondisi terbungkus kain putih dan kardus. Di samping tubuh korban terdapat surat yang diduga ditinggalkan pihak keluarga atau orang yang mengantarkan jenazah tersebut. Isi surat itu berisi permohonan kepada siapa saja yang menemukan korban agar bersedia membantu mengurus jenazah, menyalatkan, hingga memakamkannya secara layak….

Pemkab Tubaba Gelar Pasar Murah dan Pantau Harga Sembako di Mulya Asri
BERITA

Media90.id – Ketua I TP PKK Tulangbawang Barat (Tubaba), Ana Nadirsyah, membuka pelaksanaan operasi pasar murah sekaligus melakukan monitoring harga bahan pokok di Pasar Tradisional Mulya Asri pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan pasar murah tersebut digelar sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Ads close ads Dalam operasi pasar itu, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras SPHP Rp57 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, serta tepung terigu Rp10 ribu per kilogram. Usai membuka kegiatan, Ana Nadirsyah turut…

Bupati Tubaba Bagikan Tali Asih dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk Petugas Pasar
BERITA

Media90.id – Bupati Tulangbawang Barat, Novriwan Jaya, memberikan tali asih berupa paket sembako dan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada petugas penarik retribusi, petugas parkir pasar, serta petugas retribusi sampah di lingkungan pasar daerah Tulangbawang Barat pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pasar Dayamurni dan turut didampingi Ketua Baznas Tulangbawang Barat serta perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, kegiatan juga dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengelola pasar, dan para petugas pasar penerima bantuan. Ads close ads Bupati Tulangbawang Barat, Novriwan Jaya, mengatakan pihaknya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh petugas pasar yang selama ini berperan aktif dalam menjaga ketertiban, kebersihan,…

Eva Dwiana Salurkan Sapi Kurban Bantuan Presiden Berbobot 1 Ton ke Ponpes Madarijul Ulum
BERITA

Media90.id – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyerahkan bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berupa sapi limosin seberat satu ton di Pondok Pesantren Madarijul Ulum, Telukbetung Barat, Selasa, 26 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Eva Dwiana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan hewan kurban yang diberikan kepada masyarakat Kota Bandar Lampung. Ads close ads Menurut Eva, bantuan sapi kurban tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar pondok pesantren, terutama menjelang Hari Raya Iduladha. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden. Semoga bantuan hewan kurban ini dapat tersalurkan dengan baik dan bermanfaat…

Digitalisasi Transaksi Daerah Jadi Fokus Pemkot Bandar Lampung untuk Tingkatkan PAD
BERITA

Media90 – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, menghadiri Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Aula Mahan Agung pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung tersebut mengusung tema “Sinkronisasi Peta Jalan dan Rencana Aksi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah Wilayah Provinsi Lampung”. Ads close ads Dalam rapat tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa digitalisasi transaksi daerah menjadi strategi penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mempercepat pelayanan publik. Menurutnya, penerapan sistem transaksi digital mampu menciptakan tata kelola pemerintahan…

Wali Kota Eva Dwiana Bagikan Bantuan Sosial untuk Ribuan Warga di Way Halim Tanjung Senang dan Kemiling
BERITA

Media90 – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung pada Senin, 25 Mei 2026. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bandar Lampung terhadap kebutuhan pangan masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat (KPM). Ads close ads Penyaluran bantuan dilakukan melalui Dinas Sosial dan Dinas Pangan Kota Bandar Lampung. Berdasarkan data penerima, sebanyak 43.582 KPM menerima bantuan melalui Dinas Sosial, sedangkan 102.624 KPM menerima bantuan melalui Dinas Pangan. Di Kecamatan Way Halim, bantuan disalurkan kepada 1.919 KPM di Kelurahan Jagabaya II, 1.470 KPM di Kelurahan Gunung Sulah, serta 709 KPM di…

DPRD Lampung Beri Apresiasi atas Prestasi Nasional Kejati Lampung di Anugerah Komisi Kejaksaan RI 2026
BERITA

Media90 – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung atas prestasi yang diraih Kejaksaan Tinggi Lampung dalam ajang Anugerah Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (Komjak RI) Tahun 2026. Dalam ajang tersebut, Kejati Lampung berhasil meraih penghargaan sebagai Juara I Kejaksaan Tinggi Tipe B Terbaik se-Indonesia. Ads close ads Penghargaan itu diberikan oleh Komjak RI berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja, profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan hukum yang diberikan kepada masyarakat. Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri…