Media90.id – BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya dalam mendorong deteksi dini kanker serviks melalui peningkatan layanan pemeriksaan pap smear di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperluas akses skrining bagi perempuan sekaligus menekan angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Deputi Direksi Bidang Kebijakan Penjaminan dan Manfaat BPJS Kesehatan, Afrizayanti, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 dan pencapaian rekor MURI pemeriksaan pap smear secara seri kepada perempuan terbanyak yang diselenggarakan IBI Lampung, Selasa (7/7/2026).
Kanker Serviks Masih Jadi Ancaman bagi Perempuan
Afrizayanti mengatakan BPJS Kesehatan turut prihatin karena kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan.
Menurutnya, sebagian besar kasus baru diketahui ketika telah memasuki stadium lanjut. Padahal, kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang dapat dicegah apabila deteksi dini dilakukan secara rutin dan konsisten.
“Sebagian kanker serviks ini banyak ditemukan stadium lanjut, padahal kanker serviks menjadi salah satu jenis yang bisa dicegah, sepanjang deteksi dini terus dilakukan secara konsisten,” kata Afrizayanti.
Apresiasi Rekor MURI Pemeriksaan Pap Smear
BPJS Kesehatan memberikan apresiasi atas keberhasilan IBI Lampung dalam menggelar pemeriksaan pap smear yang berhasil mencatatkan rekor MURI.
Menurut Afrizayanti, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks.
Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempertegas peran strategis para bidan dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan.
“Ini jadi momentum penegasan peran strategis bidan dalam menjaga reproduksi kesehatan perempuan. Dengan cara ini, maka Lampung telah gotong royong menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan pap smear,” ujarnya.
Perkuat Sinergi Tingkatkan Deteksi Dini
Melalui kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan pelayanan deteksi dini kanker serviks.
Salah satu fokusnya adalah mendorong semakin banyak perempuan memanfaatkan layanan pap smear melalui jejaring bidan dan fasilitas kesehatan agar penyakit dapat dideteksi sejak tahap awal.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan rutin, diharapkan angka kejadian kanker serviks stadium lanjut dapat terus ditekan.
Buka Kolaborasi Demi Optimalisasi Layanan JKN
Selain memperkuat layanan deteksi dini, BPJS Kesehatan juga menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Afrizayanti, keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya diukur dari luasnya cakupan kepesertaan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat merasakan manfaat layanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses.
Melalui kolaborasi bersama tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta fasilitas pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan berharap upaya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks dapat semakin optimal sehingga mampu melindungi kesehatan perempuan Indonesia secara menyeluruh.














