Media90.id – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Kali ini, tim dosen Polinela mengimplementasikan teknologi bio-nanopestisida kepada Kelompok Tani Makmur Mandiri di Desa Krawang Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polinela dalam mengenalkan teknologi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman padi.
Teknologi bio-nanopestisida yang diperkenalkan merupakan hasil riset dosen Polinela yang telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah nasional maupun internasional. Inovasi tersebut juga didukung paten sederhana berbasis pemanfaatan tanaman lokal.
Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia yang selama ini masih menjadi pilihan utama dalam mengendalikan serangan hama.
Ketua Tim PkM Polinela, Prof. Dr. Ir. Ni Siluh Putu Nuryanti, M.P., mengatakan Desa Krawang Sari memiliki potensi sumber daya hayati yang melimpah untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pestisida nabati.
Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Akibatnya, petani masih banyak mengandalkan pestisida sintetis untuk mengatasi serangan hama, seperti wereng batang cokelat dan walang sangit.
“Melalui kegiatan ini, kami memperkenalkan teknologi bio-nanopestisida berbahan tanaman lokal sebagai alternatif pengendalian OPT yang lebih aman bagi lingkungan, efektif, dan mudah diterapkan oleh petani,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim Polinela memberikan penyuluhan mengenai konsep pengendalian hama berbasis monitoring, dampak penggunaan pestisida kimia secara berlebihan, potensi tanaman lokal sebagai bahan bio-nanopestisida, hingga teknik identifikasi hama utama pada tanaman padi.
Para petani juga tidak hanya menerima materi secara teori. Mereka mengikuti praktik langsung pembuatan dan aplikasi bio-nanopestisida melalui demplot di lahan pertanian.
Pendekatan praktik tersebut diharapkan dapat membantu petani memahami teknologi yang diperkenalkan sekaligus mendorong mereka untuk menerapkannya secara mandiri dalam kegiatan budidaya.
Anggota Tim PkM Polinela, Sigit Ardiansyah, S.P., M.Tr.P., menjelaskan bahwa penerapan bio-nanopestisida tidak hanya ditujukan untuk mengendalikan hama secara efektif.
Menurutnya, teknologi tersebut juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian sekaligus menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani.
“Teknologi ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan pestisida kimia, menjaga kelestarian lingkungan, dan meningkatkan efisiensi usaha tani,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim PkM Polinela turut menyerahkan produk bio-nanopestisida beserta peralatan aplikasinya kepada Kelompok Tani Makmur Mandiri.
Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara langsung dalam kegiatan budidaya tanaman padi sehingga petani mampu menerapkan teknologi tersebut secara berkelanjutan.
Selain memberikan bantuan, tim PkM Polinela juga melakukan pendampingan dan evaluasi melalui diskusi lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan teknologi yang diperkenalkan dapat diadopsi sesuai dengan kondisi pertanian di wilayah setempat.
Program PkM tersebut melibatkan dosen lintas disiplin bersama mahasiswa Polinela. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi hasil penelitian sekaligus pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Polinela berharap dapat meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan OPT, memperkuat kelembagaan kelompok tani, serta mendorong terwujudnya sistem budidaya padi yang lebih produktif, sehat, dan ramah lingkungan.
Tim PkM Polinela yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Dr. Ir. Ni Siluh Putu Nuryanti, M.P. sebagai ketua tim, bersama Dr. Rakhmawati, S.Pi., M.Si., Prof. Dr. Fitriani, S.P., M.E.P., Sigit Ardiansyah, S.P., M.Tr.P., Dr. Ir. Ahfandi Ahmad, S.P., M.Si., Dr. Ir. Yana Sukaryana, M.P., dan Evi Yunita Sari, S.Pd., M.Si.
Kegiatan tersebut juga melibatkan dua mahasiswa yang turut mendampingi petani selama proses implementasi teknologi bio-nanopestisida.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai melalui DIPA Politeknik Negeri Lampung Tahun Anggaran 2026. Dukungan tersebut menjadi wujud komitmen Polinela dalam menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Provinsi Lampung.














