Media90 – Universitas Lampung (Unila) menggelar kegiatan Pendampingan dan Pembinaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unila Tahun 2026 pada Rabu, 11 Maret 2026, di Aula K Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila. Kegiatan ini merupakan upaya strategis universitas untuk memperkuat kualitas proposal mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Acara dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Sunyono, M.Si., Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, kepala bagian akademik, Ketua Tim Pengelolaan Mahasiswa (TPM), Tim Pengelola Prestasi Mahasiswa (TP2M), Tim PKM Center Unila, panitia pelaksana, serta Ibnu Ubaidillah atau yang akrab disapa Kak Ubay sebagai narasumber dalam sesi PKM Class. Kegiatan ini juga diikuti sekitar 100 tim mahasiswa yang lolos seleksi internal kampus.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Sumargono, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa proses pembinaan PKM Unila 2026 telah dimulai sejak Oktober hingga Desember 2025 melalui tahap awal seleksi tingkat fakultas. Pada tahap ini, tercatat sebanyak 314 tim mahasiswa mendaftarkan proposal PKM mereka.
“Selanjutnya, pada Januari 2026 dilakukan seleksi tahap pertama di tingkat fakultas untuk memastikan kualitas proposal yang diajukan. Proses ini dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan dosen pembimbing dan tim penilai fakultas untuk memilih proposal yang dinilai layak dan potensial,” jelasnya.
Pada Februari 2026, seleksi internal tingkat universitas dilaksanakan dengan melibatkan tim PKM Center Unila. Dari rangkaian seleksi tersebut, pada 10 Maret 2026 ditetapkan sebanyak 100 proposal PKM yang lolos seleksi internal Unila, yang terdiri dari delapan bidang PKM, 14 proposal Gagasan Futuristik Tertulis (GFT), serta 15 proposal Artikel Ilmiah (AI).
Sementara itu, Prof. Sunyono menegaskan bahwa program yang diselenggarakan Belmawa merupakan ajang prestisius bagi mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi dalam program ini tidak hanya terjadi di tingkat universitas, tetapi juga pada level nasional.
“Program-program yang diselenggarakan Belmawa ini merupakan program yang paling baik untuk kita menunjukkan prestasi, terutama PKM. Ini menjadi ajang yang sangat bergengsi dibandingkan program yang lain,” tegasnya.
Dalam sesi pematerian, Kak Ubay mengarahkan para peserta untuk memperhatikan secara cermat panduan terbaru PKM tahun 2026. Ia menekankan proposal yang diajukan harus memiliki unsur kebaruan dan keunikan agar mampu bersaing hingga tahap Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan tim dalam menghadapi proses penilaian, mulai dari pemilihan metode penelitian, kekuatan data dan fakta pendukung, kejelasan target serta kebermanfaatan program, hingga strategi presentasi di hadapan dewan juri.
Antusiasme tinggi para peserta selama kegiatan menunjukkan semangat kreativitas dan inovasi mahasiswa Unila dalam mengembangkan gagasan ilmiah serta menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.














