BERITA

Wakil Gubernur Lampung Dorong Penguatan Penanganan Flu Burung di Seluruh Daerah

Luluk RJMP
5
×

Wakil Gubernur Lampung Dorong Penguatan Penanganan Flu Burung di Seluruh Daerah

Sebarkan artikel ini
Penanganan Flu Burung Jadi Sorotan Wagub Lampung Dorong Langkah Lebih Optimal

Media90.id – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman penyakit zoonosis atau flu burung melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi wabah yang dapat berdampak luas bagi masyarakat.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan pengalaman pandemi Covid-19 memberikan pelajaran berharga bahwa kedaruratan kesehatan masyarakat tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga memengaruhi perekonomian, pendidikan, mobilitas masyarakat, ketahanan sosial, hingga kapasitas fiskal pemerintah.

Ads
close ads

“Keberhasilan pengendalian wabah sangat ditentukan oleh kecepatan deteksi kasus, ketepatan notifikasi, serta koordinasi yang kuat antarinstansi dan lintas sektor,” ujar Jihan saat membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) Investigasi Terkoordinasi Kasus Flu Burung Menggunakan Joint Outbreak Investigation (JOIN) Tool Provinsi Lampung Tahun 2026 di Hotel Swiss-Belhotel Lampung, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, ancaman flu burung perlu mendapatkan perhatian serius karena bukan hanya menjadi persoalan kesehatan hewan, tetapi juga bagian dari ancaman kesehatan masyarakat yang memerlukan kesiapsiagaan bersama.

Untuk itu, Jihan menekankan pentingnya penerapan pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan secara nyata dalam setiap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis.

Ia menjelaskan, ketika muncul sinyal risiko pada unggas maupun lingkungan, investigasi harus dilakukan secara cepat dan terpadu. Dalam kondisi tersebut, koordinasi antarsektor menjadi kunci utama agar penanganan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurut Jihan, investigasi wabah tidak hanya terbatas pada penelusuran epidemiologis, tetapi juga mencakup pengambilan dan pemeriksaan spesimen, identifikasi faktor risiko, komunikasi risiko kepada masyarakat, hingga pengambilan keputusan berbasis bukti.

“Seluruh proses tersebut membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, sektor peternakan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jihan juga menyoroti pentingnya pemanfaatan JOIN Tool sebagai instrumen untuk memperkuat investigasi wabah secara terkoordinasi. Melalui sistem tersebut, berbagai sektor dapat memiliki pemahaman situasi yang sama sehingga respons yang diambil menjadi lebih cepat, tepat, dan akuntabel.

Ia menegaskan bahwa data yang dikumpulkan tidak boleh berhenti sebagai laporan sektoral semata, melainkan harus menjadi dasar dalam menyusun langkah respons bersama yang terintegrasi.

Jihan menilai Lampung memiliki posisi strategis dalam penguatan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis. Selain memiliki aktivitas peternakan yang tinggi, Lampung juga merupakan salah satu daerah pemasok ternak dan produk peternakan dengan mobilitas manusia maupun barang yang cukup intensif.

“Lampung memiliki aktivitas peternakan, perdagangan, dan konektivitas antarwilayah yang tinggi. Karena itu, kapasitas deteksi dini dan respons terhadap penyakit zoonosis harus terus diperkuat,” tegasnya.

Melalui pelatihan tersebut, Pemprov Lampung berharap kapasitas sumber daya manusia dalam melakukan investigasi wabah dapat semakin meningkat. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga diharapkan semakin solid sehingga upaya pencegahan dan pengendalian flu burung maupun penyakit zoonosis lainnya dapat dilakukan secara lebih efektif.

Penguatan sistem kewaspadaan dini, kolaborasi antarlembaga, serta pemanfaatan teknologi investigasi menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus melindungi sektor peternakan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Dengan langkah tersebut, Lampung diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi ancaman penyakit zoonosis di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan