ENTERTAINMENT

Viral Della Septiani vs Dealer BYD Bali, Curhatan Pelayanan Berujung Klarifikasi CCTV

Avatar
12
×

Viral Della Septiani vs Dealer BYD Bali, Curhatan Pelayanan Berujung Klarifikasi CCTV

Sebarkan artikel ini
Della Septiani vs Dealer BYD Bali Jadi Sorotan, Curhatan Pelayanan Berujung Klarifikasi Kamera CCTV
Della Septiani vs Dealer BYD Bali Jadi Sorotan, Curhatan Pelayanan Berujung Klarifikasi Kamera CCTV

Media90 – Nama Della Septiani mendadak ramai diperbincangkan setelah membagikan pengalaman pribadinya saat mengunjungi sebuah showroom mobil listrik di Bali. Awalnya, video tersebut hanya terlihat seperti curahan hati biasa, namun kemudian berkembang menjadi perdebatan luas di media sosial.

Dalam unggahannya, Della mengaku mengalami perlakuan yang kurang menyenangkan saat mendatangi dealer BYD di Bali. Ia menyebut datang dengan penampilan santai, menggunakan sandal jepit dan mengendarai sepeda motor, namun merasa tidak mendapatkan sambutan yang baik dari pihak tenaga penjual.

Ads
close ads

Menurut penuturannya, interaksi dengan sales di lokasi terasa tidak ramah dan pelayanan yang diberikan dinilai minim. Hal tersebut membuatnya merasa kecewa hingga akhirnya mengurungkan niat untuk membeli mobil di showroom tersebut. Ia juga sempat membandingkan pengalamannya dengan beberapa showroom lain di Jakarta, termasuk XPeng, yang menurutnya memberikan pelayanan lebih baik.

Namun, cerita ini tidak berhenti pada satu sudut pandang saja. Pihak dealer BYD di Bali kemudian memberikan klarifikasi resmi dengan merilis rekaman CCTV dari kejadian yang dimaksud. Dalam penjelasannya, pihak dealer menyebut bahwa situasi di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan narasi yang beredar di media sosial.

Klarifikasi tersebut langsung memicu reaksi lanjutan dari publik. Jika sebelumnya banyak warganet menunjukkan simpati kepada Della, setelah rekaman CCTV itu muncul, sebagian mulai mempertanyakan kembali kronologi kejadian yang sebenarnya.

Tidak sedikit netizen yang menilai bahwa potongan video atau cerita yang viral di media sosial bisa saja tidak menggambarkan keseluruhan peristiwa. Hal ini kemudian memunculkan diskusi lebih luas mengenai pentingnya verifikasi sebelum menarik kesimpulan dari sebuah konten yang beredar di internet.

Tinggalkan Balasan