Media90 – Aktivitas Gunung Semeru kembali menunjukkan dinamika yang perlu diwaspadai. Berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini masih mengalami aktivitas kegempaan yang mengindikasikan erupsi belum sepenuhnya mereda.
Aktivitas Vulkanik Masih Berlangsung
Dalam periode pengamatan terbaru, tercatat sebanyak 18 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 12–22 mm dan durasi mencapai 151 detik. Selain itu, sejumlah aktivitas lain juga ikut terdeteksi, di antaranya:
- 1 kali gempa hembusan
- 5 kali gempa harmonik (indikasi pergerakan fluida magma)
- 1 kali gempa tektonik jauh
Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan di dalam tubuh Gunung Semeru masih aktif dan berpotensi memicu erupsi lanjutan.
Secara visual, puncak gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis (0–III), namun tidak teramati adanya asap kawah selama periode pemantauan.
Kondisi Cuaca Relatif Stabil
Cuaca di sekitar Gunung Semeru dilaporkan berawan dengan angin lemah yang bergerak ke arah timur laut. Suhu udara berada pada kisaran 20 hingga 33°C, yang menunjukkan kondisi relatif stabil meskipun dapat berubah secara cepat sewaktu-waktu.
Zona Bahaya Diperketat
PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan yang wajib dipatuhi masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana.
Sektor Tenggara (Besuk Kobokan)
Aktivitas dilarang hingga radius 13 km dari puncak gunung. Bahkan di luar radius tersebut, masyarakat diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai karena potensi perluasan awan panas dan lahar hingga 17 km.
Radius Kawah dan Puncak
Aktivitas manusia dilarang dalam radius 5 km dari kawah karena ancaman lontaran material pijar.
Potensi Bahaya Lainnya
Selain erupsi, masyarakat juga diminta mewaspadai:
- Awan panas guguran
- Aliran lava
- Banjir lahar
Wilayah sungai yang berisiko terdampak meliputi:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Sungai-sungai kecil yang terhubung dengan aliran utama Besuk Kobokan juga turut berpotensi terdampak material vulkanik.
Imbauan untuk Warga
Meski tidak teramati adanya asap kawah secara visual, data kegempaan menunjukkan aktivitas Gunung Semeru masih cukup tinggi. PVMBG menegaskan agar masyarakat tidak beraktivitas di zona berbahaya dan selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Kewaspadaan tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika aktivitas Gunung Semeru yang masih berlangsung hingga saat ini.














