ENTERTAINMENT

Viral Video Guru Kritik Siswa Kerjakan Soal Perkalian, Publik Terbelah Soal Metode Pembelajaran

Avatar
8
×

Viral Video Guru Kritik Siswa Kerjakan Soal Perkalian, Publik Terbelah Soal Metode Pembelajaran

Sebarkan artikel ini
Viral Guru Tegur Siswa Gagal Perkalian dalam 40 Detik, Netizen Malah Debat Soal Waktu
Viral Guru Tegur Siswa Gagal Perkalian dalam 40 Detik, Netizen Malah Debat Soal Waktu

Media90 – Sebuah video yang beredar luas di berbagai platform media sosial tengah menjadi perbincangan hangat publik. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang guru yang mengkritik kemampuan siswanya dalam menyelesaikan soal perkalian dalam waktu terbatas.

Dalam video itu, siswa terlihat hanya mampu menjawab empat soal dari puluhan pertanyaan yang diberikan. Dari empat jawaban tersebut, tiga di antaranya dinilai benar, sementara satu lainnya salah. Namun, sorotan publik bukan semata pada hasil jawaban, melainkan pada durasi pengerjaan yang hanya sekitar 40 detik.

Ads
close ads

Unggahan ini kemudian memicu berbagai reaksi dari warganet. Sebagian pihak menilai waktu yang diberikan terlalu singkat untuk jumlah soal yang cukup banyak, sehingga kritik terhadap siswa dianggap kurang tepat. Mereka mempertanyakan metode penilaian yang digunakan, khususnya terkait proporsionalitas antara jumlah soal dan waktu pengerjaan.

Di sisi lain, muncul pula pandangan berbeda. Sebagian netizen menilai bahwa soal yang diberikan tergolong dasar, yakni perkalian sederhana. Menurut mereka, dengan latihan yang cukup, soal seperti itu seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat, bahkan dalam hitungan detik.

Dalam diskusi yang berkembang, istilah “mencongak” kembali mencuat. Metode berhitung cepat tanpa alat bantu ini dikenal luas pada generasi sebelumnya dan sering digunakan untuk melatih kecepatan berpikir dalam matematika dasar. Sebagian pengguna media sosial bahkan membandingkan kemampuan berhitung generasi sekarang dengan generasi terdahulu yang dinilai lebih terbiasa dengan latihan kecepatan.

Perdebatan ini memperlihatkan adanya perbedaan sudut pandang dalam menilai kemampuan siswa, khususnya dalam pembelajaran matematika. Sebagian pihak menekankan pentingnya akurasi dan pemahaman konsep, sementara yang lain melihat kecepatan sebagai salah satu indikator kemampuan dasar yang juga perlu dilatih.

Fenomena viral ini sekaligus membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai pendekatan pendidikan yang efektif. Apakah tekanan waktu dapat mendorong peningkatan kemampuan siswa, atau justru berpotensi menimbulkan stres dan menurunkan performa belajar?

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, kasus ini menjadi pengingat bahwa metode pengajaran perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa, agar proses belajar dapat berjalan lebih seimbang, efektif, dan tidak hanya berfokus pada satu aspek penilaian saja.

Tinggalkan Balasan