Media90.id – Industri kecantikan internasional dikejutkan oleh kabar meninggalnya Kendal Ascher, seorang eksekutif senior di Estée Lauder. Fakta terbaru yang terungkap dari hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa kematiannya berkaitan dengan komplikasi serius setelah menjalani prosedur filler kosmetik.
Ascher meninggal dunia pada 25 Februari 2026 dalam usia 56 tahun. Namun, penyebab pasti kematiannya baru diketahui beberapa bulan kemudian setelah laporan resmi dari pemeriksa medis Kota New York dirilis. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Ascher meninggal akibat gagal napas akut yang dipicu emboli paru, yang berkaitan dengan material asing dari prosedur filler kosmetik.
Temuan medis menjelaskan bahwa material filler diduga masuk ke dalam sistem pembuluh darah dan kemudian menyebabkan penyumbatan pada arteri paru-paru. Kondisi ini dikenal sebagai emboli paru, yaitu gangguan serius yang dapat menghambat aliran darah dan oksigen ke organ vital, serta dapat berkembang cepat hingga berakibat fatal.
Komplikasi Langka dalam Prosedur Estetika
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa komplikasi seperti ini tergolong sangat jarang terjadi dalam dunia estetika medis. Namun, kasus ini kembali menyoroti risiko yang dapat muncul pada prosedur kecantikan tertentu, terutama jika terjadi komplikasi vaskular.
Dalam keterangan sang suami, William Howe, pagi hari sebelum kejadian berlangsung normal seperti biasa. Setelah selesai mandi, Ascher sempat mengeluhkan rasa pusing dan memilih untuk duduk sejenak.
Howe menunggu beberapa menit sebelum membantu istrinya berjalan menuju kamar tidur. Namun situasi berubah secara tiba-tiba ketika Ascher mengucapkan satu kata kepada suaminya.
“Tunggu,” ujar Ascher.
Beberapa saat setelah itu, ia langsung kehilangan tenaga dan jatuh ambruk. Howe segera memeriksa kondisi istrinya, namun tidak menemukan denyut nadi.
“Ini sangat menyedihkan. Aku menyaksikannya, karena itu terjadi seketika,” ujar Howe.
Ia juga menggambarkan betapa cepat kondisi sang istri memburuk.
“Semuanya terjadi dalam waktu delapan detik. Aku sangat hancur,” tambahnya.
Penjelasan Medis: Risiko Sangat Langka
Dalam kasus yang sangat jarang, bahan filler dapat masuk ke dalam pembuluh darah selama atau setelah prosedur estetika dilakukan. Material tersebut kemudian dapat terbawa aliran darah hingga mencapai paru-paru dan menyebabkan penyumbatan.
Ketika aliran darah dan pasokan oksigen terganggu, tubuh dapat mengalami gagal napas akut. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini berpotensi menyebabkan kematian mendadak.
Meski kasus seperti yang dialami Kendal Ascher sangat jarang terjadi, peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya memastikan prosedur estetika dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten serta sesuai standar keselamatan.
Catatan Redaksi
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan laporan resmi dan keterangan yang telah dipublikasikan. Redaksi tidak bermaksud menggiring opini pembaca terhadap individu, institusi, maupun prosedur medis tertentu. Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko yang berbeda pada setiap individu. Publik diharapkan tetap bersikap rasional serta tidak menarik kesimpulan sendiri tanpa mempertimbangkan informasi dari berbagai sumber yang kredibel. Redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait apabila terdapat informasi yang perlu diklarifikasi atau dilengkapi. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kebenaran klaim, spekulasi, atau interpretasi yang beredar di media sosial di luar informasi yang telah terverifikasi.














