INTERNASIONAL

Ilmuwan China Kembangkan Sel Bahan Bakar Batu Bara Berpotensi Nol Emisi

7
×

Ilmuwan China Kembangkan Sel Bahan Bakar Batu Bara Berpotensi Nol Emisi

Sebarkan artikel ini
Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental.

Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional.

Ads
close ads

Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran

Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem ZC-DCFC menggunakan proses Elektrokimia untuk menghasilkan energi.

Berikut alur kerjanya:

  • Batu bara mentah diproses terlebih dahulu melalui penghancuran dan pengeringan
  • Material kemudian dimasukkan ke ruang anoda
  • Oksigen dialirkan ke sisi katoda
  • Terjadi reaksi oksidasi elektrokimia melalui membran oksida

Pendekatan ini menghilangkan proses pembakaran langsung, yang selama ini menjadi sumber utama emisi dan kehilangan energi pada pembangkit konvensional.

Efisiensi Tinggi dan Penangkapan Karbon

Meski tetap menghasilkan CO2, perbedaannya terletak pada sistem penanganan emisi. Gas karbon dioksida tidak dilepas ke atmosfer, melainkan ditangkap langsung dalam sistem dan diolah kembali menjadi bahan kimia bernilai, seperti gas sintesis (syngas).

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Energy Reviews menyebutkan bahwa teknologi ini mampu mencapai efisiensi energi hingga 40 persen. Angka ini dinilai lebih baik karena mampu menghindari kehilangan energi yang umum terjadi pada sistem berbasis pembakaran.

Sebelumnya, konsep direct coal fuel cell memang sudah pernah dikembangkan, namun sering terkendala umur komponen yang pendek dan performa rendah. Versi ZC-DCFC terbaru diklaim telah mengatasi hambatan tersebut, terutama dari sisi skalabilitas dan efisiensi konversi energi.

Potensi untuk Tambang Dalam

Selain menekan emisi, teknologi ini juga menawarkan solusi bagi eksploitasi batu bara di kedalaman ekstrem. Saat ini, banyak tambang harus menggali hingga lebih dari 2.000 meter karena cadangan dangkal mulai menipis.

Para peneliti mengusulkan penggunaan ZC-DCFC langsung di lokasi tambang bawah tanah. Dengan demikian, batu bara dapat diolah menjadi energi tanpa perlu diangkat ke permukaan, sehingga lebih efisien dan minim risiko.

Masih Perlu Kajian Lanjutan

Meski menjanjikan, klaim “nol emisi” dari teknologi ini masih memerlukan pengujian lebih lanjut. Para ahli menekankan pentingnya studi skala industri untuk memastikan efektivitas dan kelayakan ekonominya dalam penerapan nyata.

Jika berhasil dikembangkan secara komersial, teknologi ini berpotensi menjadi jembatan transisi energi—memanfaatkan sumber daya fosil yang ada, namun dengan dampak lingkungan yang jauh lebih terkendali.

Tinggalkan Balasan