INTERNASIONAL

Strategi Xi Jinping: AI dan Militer Jadi Pilar Utama China Hadapi Amerika Serikat

46
×

Strategi Xi Jinping: AI dan Militer Jadi Pilar Utama China Hadapi Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini
Persaingan Global Memanas, Xi Jinping Andalkan AI dan Militer Lawan Amerika Serikat
Persaingan Global Memanas, Xi Jinping Andalkan AI dan Militer Lawan Amerika Serikat

Media90 – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan kedua negara kini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga merambah ke teknologi canggih dan kekuatan militer. Dalam konteks ini, Presiden Xi Jinping disebut mulai memperkuat strategi jangka panjang yang bertumpu pada kecerdasan buatan (AI) dan modernisasi militer sebagai kunci utama menghadapi rivalitas global dengan Washington.

AI dan Teknologi Jadi Arah Strategis Masa Depan

China saat ini tengah mempercepat pembangunan ekosistem teknologi nasional yang lebih mandiri. Dalam rencana lima tahunannya, Beijing memprioritaskan sektor strategis seperti AI, komputasi kuantum, dan jaringan 6G sebagai fondasi utama pertumbuhan masa depan.

Ads
close ads

Selain itu, pengembangan juga mencakup bidang-bidang baru seperti bio-manufaktur, energi hidrogen, hingga antarmuka otak-komputer. Seluruh inisiatif ini diarahkan untuk menciptakan kemandirian teknologi yang tidak lagi bergantung pada negara Barat.

Bagi Xi Jinping, teknologi bukan hanya alat ekonomi, tetapi juga instrumen kekuatan nasional yang dapat memengaruhi militer, politik, hingga budaya global.

Tekanan Amerika Serikat Mendorong Kemandirian Teknologi

Strategi ini tidak terlepas dari tekanan yang diberikan oleh Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun terakhir, Washington membatasi akses China terhadap teknologi penting, khususnya di sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan.

Salah satu kebijakan yang paling berdampak adalah pembatasan ekspor chip canggih dari Nvidia pada 2023, yang sempat menghambat perkembangan industri AI di China. Meski sebagian kebijakan dilonggarkan pada 2025, dampaknya masih terasa hingga kini.

Perusahaan teknologi besar seperti Huawei dan ZTE juga menghadapi pembatasan dari AS, termasuk hilangnya akses ke ekosistem Android milik Google.

Sebagai respons, China mempercepat pengembangan teknologi domestik seperti sistem operasi HarmonyOS sebagai alternatif mandiri. Langkah ini mempertegas bahwa kemandirian teknologi kini menjadi kebutuhan strategis utama.

Dinamika Global dan Kesiapan Militer

Selain faktor teknologi, dinamika geopolitik global juga memengaruhi arah kebijakan China. Intervensi militer Amerika Serikat di berbagai kawasan dunia menjadi sinyal bahwa kekuatan militer masih menjadi instrumen utama dalam politik internasional.

Bagi Beijing, kondisi ini menjadi peringatan untuk terus meningkatkan kesiapan militer, baik dalam skenario konflik terbatas maupun ketegangan jangka panjang.

Beberapa pengamat menilai bahwa tekanan dari Washington justru mempercepat modernisasi militer China sekaligus mempererat kerja sama strategis dengan negara lain, termasuk Rusia.

Anggaran Militer Terus Meningkat

Sejalan dengan fokus tersebut, China terus meningkatkan anggaran pertahanannya. Tahun ini, anggaran militer diperkirakan mencapai sekitar 277 miliar dolar AS, meningkat sekitar 7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, Xi Jinping menegaskan bahwa kekuatan militer tanpa dukungan teknologi tidak akan cukup untuk memenangkan persaingan global. Oleh karena itu, modernisasi militer kini diarahkan pada integrasi teknologi seperti AI, robotika, dan sistem otonom.

Transformasi ini menandai pergeseran besar dari model perang konvensional menuju perang berbasis teknologi tinggi.

Tantangan di Balik Ambisi Besar

Meski memiliki visi besar, implementasi strategi ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu masalah utama adalah koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah di China yang kerap menyebabkan kelebihan kapasitas produksi di beberapa sektor.

Selain itu, kebijakan industri yang agresif juga berpotensi membuat produk China membanjiri pasar global, yang pada akhirnya dapat memicu ketegangan perdagangan baru.

Namun demikian, China tetap optimistis dapat melampaui Amerika Serikat dalam berbagai sektor strategis seperti AI, robotika, dan komputasi kuantum melalui investasi besar dan kebijakan industri yang terarah.

Persaingan Jangka Panjang Dua Kekuatan Besar

Strategi yang dijalankan Xi Jinping menegaskan bahwa persaingan antara China dan Amerika Serikat bukanlah konflik sesaat, melainkan kompetisi jangka panjang yang akan ditentukan oleh inovasi teknologi, kekuatan ekonomi, dan kapabilitas militer.

Dengan menjadikan AI sebagai salah satu “senjata utama” dalam strategi nasionalnya, China berupaya mempertahankan posisinya sebagai kekuatan global utama di masa depan. Sementara itu, dunia terus menyaksikan bagaimana rivalitas dua negara ini membentuk arah baru geopolitik internasional.

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik. Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan…

Hebat! Menteri Luar Negeri Singapura Gunakan AI Buatan Internal untuk Kerja Negara
INTERNASIONAL

Media90 – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, dunia diplomasi internasional dibuat kagum oleh langkah tidak biasa dari Vivian Balakrishnan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara mandiri melakukan coding untuk membangun sistem AI yang membantu menyelesaikan tugas-tugas diplomatik sehari-hari. Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kemampuan memahami teknologi kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan penting bagi pemimpin di era digital. Ads close ads AI Buatan Sendiri untuk Membantu Tugas Diplomasi AI yang dikembangkan oleh Vivian Balakrishnan dirancang untuk membantu menganalisis dokumen-dokumen diplomatik yang sangat kompleks dan panjang. Sistem ini mampu merangkum poin-poin penting secara otomatis sehingga proses pengambilan…

Tuai Kecaman, Indonesia Protes Israel atas Spanduk di Reruntuhan RS Indonesia Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman tegas terhadap tindakan militer Israel yang memasang spanduk propaganda di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Jalur Gaza. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu, 22 April 2026, Indonesia menilai aksi tersebut sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat diterima. Ads close ads Dinilai Provokatif dan Cederai Nilai Kemanusiaan Spanduk bertuliskan “Rising Lion” yang dipasang oleh pasukan Israel dinilai bukan sekadar simbol militer, tetapi juga bentuk propaganda yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih, spanduk tersebut ditempatkan di lokasi fasilitas kesehatan yang telah hancur. Kemlu RI menegaskan…

Teknologi Satelit China Diduga Digunakan Iran untuk Intai dan Serang Basis AS
INTERNASIONAL

Media90 – Isu penggunaan kecerdasan buatan dalam konflik militer kembali mencuat. Kali ini, laporan intelijen Amerika Serikat menyebut adanya dugaan bahwa Iran memanfaatkan teknologi citra satelit berbasis AI dari perusahaan China untuk menentukan target serangan di Timur Tengah. Dugaan ini semakin memperkeruh situasi geopolitik yang memang sudah memanas di kawasan tersebut. Informasi ini pertama kali diungkap oleh sumber internal dari Defense Intelligence Agency (DIA), badan intelijen militer di bawah Pentagon. Menurut sumber tersebut, teknologi AI memungkinkan Iran mengidentifikasi target militer dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibanding metode konvensional. Ads close ads Peran AI dalam Analisis Target Militer Teknologi…

Peluang Karier: Amerika Rekrut Gamer Jadi Petugas ATC, Gaji Tembus Rp2,6 Miliar
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia gaming kini tidak lagi sekadar dianggap sebagai hiburan atau hobi, tetapi mulai dipandang sebagai sumber keterampilan kognitif yang bernilai tinggi di dunia kerja profesional. Kabar mengejutkan datang dari Amerika Serikat, di mana otoritas penerbangan mulai merekrut para gamer untuk mengisi posisi strategis sebagai Air Traffic Controller (ATC) atau petugas lalu lintas udara. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga ahli di sektor penerbangan, sekaligus memanfaatkan kemampuan khas yang dimiliki para pemain gim, terutama dalam hal refleks cepat, pengambilan keputusan, dan pengelolaan informasi kompleks. Ads close ads Gamer Dinilai Punya Kecocokan dengan Dunia ATC Menurut evaluasi Federal…

Tol Bitcoin di Selat Hormuz Diterapkan Iran, Kapal Kena Biaya Fantastis Rp32 Miliar
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia maritim dan ekonomi global kembali dikejutkan oleh kebijakan baru Iran yang menerapkan sistem tarif tol berbasis Bitcoin di salah satu jalur perdagangan paling strategis di dunia, Selat Hormuz. Mulai April 2026, setiap kapal tanker internasional yang melintas di wilayah tersebut diwajibkan membayar biaya lintas menggunakan aset kripto, dengan nilai yang diperkirakan mencapai Rp32 miliar per kapal. Kebijakan ini menjadi langkah besar Iran dalam memanfaatkan teknologi blockchain untuk mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan konvensional yang kerap terdampak oleh tekanan geopolitik dan sanksi internasional. Ads close ads Selat Hormuz Jadi Jalur Tol Digital Selat Hormuz dikenal sebagai jalur vital…