INTERNASIONAL

Dugaan Iran Manfaatkan Satelit AI China untuk Bidik Pangkalan AS, Ketegangan Global Meningkat

75
×

Dugaan Iran Manfaatkan Satelit AI China untuk Bidik Pangkalan AS, Ketegangan Global Meningkat

Sebarkan artikel ini
Teknologi Satelit China Diduga Digunakan Iran untuk Intai dan Serang Basis AS
Teknologi Satelit China Diduga Digunakan Iran untuk Intai dan Serang Basis AS

Media90 – Isu penggunaan kecerdasan buatan dalam konflik militer kembali mencuat. Kali ini, laporan intelijen Amerika Serikat menyebut adanya dugaan bahwa Iran memanfaatkan teknologi citra satelit berbasis AI dari perusahaan China untuk menentukan target serangan di Timur Tengah. Dugaan ini semakin memperkeruh situasi geopolitik yang memang sudah memanas di kawasan tersebut.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh sumber internal dari Defense Intelligence Agency (DIA), badan intelijen militer di bawah Pentagon. Menurut sumber tersebut, teknologi AI memungkinkan Iran mengidentifikasi target militer dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibanding metode konvensional.

Ads
close ads

Peran AI dalam Analisis Target Militer

Teknologi yang dimaksud bukan sekadar citra satelit biasa. Dengan bantuan AI, data visual dapat dianalisis untuk mengenali objek penting seperti sistem pertahanan udara, pesawat tempur, hingga radar militer. Hal ini membuat proses identifikasi target menjadi jauh lebih cepat dan akurat.

Intelijen AS menduga Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memanfaatkan data tersebut untuk menentukan sasaran serangan, baik melalui rudal maupun drone. Penggunaan AI dalam konteks ini dinilai sebagai lompatan besar dalam strategi militer modern.

Jejak Publikasi Citra Satelit

Sorotan utama mengarah pada perusahaan AI geospasial asal China, MizarVision. Perusahaan ini dilaporkan mempublikasikan citra satelit sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah, lengkap dengan penandaan lokasi strategis.

Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah Prince Sultan Air Base di Arab Saudi. Beberapa hari sebelum konflik memanas, citra satelit pangkalan tersebut diunggah berulang kali di Weibo.

Dalam salah satu unggahan, terlihat lokasi sistem pertahanan rudal Patriot, sementara unggahan lain menunjukkan posisi puluhan pesawat militer. Menariknya, tidak lama setelah publikasi terakhir, pangkalan tersebut dilaporkan menjadi target serangan yang menyebabkan korban di pihak militer AS. Hal ini memunculkan dugaan bahwa data tersebut dimanfaatkan untuk menentukan prioritas target secara lebih efektif.

Bukan Sekadar Bisnis?

Pengamat keamanan dari Elliott School of International Affairs, Michael Dahm, menilai bahwa model bisnis perusahaan seperti MizarVision patut dipertanyakan. Ia menyoroti praktik distribusi data secara gratis yang dinilai tidak lazim bagi perusahaan komersial.

Menurutnya, jika data bernilai tinggi terus dibagikan tanpa model monetisasi yang jelas, ada kemungkinan adanya pihak lain yang mendukung operasional tersebut. Hal ini memicu spekulasi adanya kepentingan strategis di balik aktivitas tersebut. Di sisi lain, China diketahui memiliki hubungan ekonomi erat dengan Iran, terutama di sektor energi.

Bantahan dari Pemerintah China

Menanggapi tudingan tersebut, pemerintah China membantah adanya keterlibatan dalam aktivitas militer Iran. Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan di negaranya beroperasi sesuai hukum yang berlaku.

Mereka juga menyatakan bahwa citra satelit yang dipublikasikan berasal dari sumber terbuka, yang merupakan praktik umum dalam industri teknologi. Pemerintah China menilai tudingan tersebut sebagai upaya mengaitkan negaranya dengan konflik secara tidak berdasar.

Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan ini, satu hal menjadi jelas: kecerdasan buatan kini memainkan peran penting dalam dinamika perang modern. Kemampuan analisis data yang cepat dan akurat menjadikan teknologi ini sebagai aset strategis yang tidak bisa diabaikan. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin konflik di masa depan akan semakin dipengaruhi oleh AI, bukan hanya kekuatan militer konvensional.

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik. Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan…

Hebat! Menteri Luar Negeri Singapura Gunakan AI Buatan Internal untuk Kerja Negara
INTERNASIONAL

Media90 – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, dunia diplomasi internasional dibuat kagum oleh langkah tidak biasa dari Vivian Balakrishnan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara mandiri melakukan coding untuk membangun sistem AI yang membantu menyelesaikan tugas-tugas diplomatik sehari-hari. Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kemampuan memahami teknologi kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan penting bagi pemimpin di era digital. Ads close ads AI Buatan Sendiri untuk Membantu Tugas Diplomasi AI yang dikembangkan oleh Vivian Balakrishnan dirancang untuk membantu menganalisis dokumen-dokumen diplomatik yang sangat kompleks dan panjang. Sistem ini mampu merangkum poin-poin penting secara otomatis sehingga proses pengambilan…

Tuai Kecaman, Indonesia Protes Israel atas Spanduk di Reruntuhan RS Indonesia Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman tegas terhadap tindakan militer Israel yang memasang spanduk propaganda di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Jalur Gaza. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu, 22 April 2026, Indonesia menilai aksi tersebut sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat diterima. Ads close ads Dinilai Provokatif dan Cederai Nilai Kemanusiaan Spanduk bertuliskan “Rising Lion” yang dipasang oleh pasukan Israel dinilai bukan sekadar simbol militer, tetapi juga bentuk propaganda yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih, spanduk tersebut ditempatkan di lokasi fasilitas kesehatan yang telah hancur. Kemlu RI menegaskan…

Persaingan Global Memanas, Xi Jinping Andalkan AI dan Militer Lawan Amerika Serikat
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan kedua negara kini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga merambah ke teknologi canggih dan kekuatan militer. Dalam konteks ini, Presiden Xi Jinping disebut mulai memperkuat strategi jangka panjang yang bertumpu pada kecerdasan buatan (AI) dan modernisasi militer sebagai kunci utama menghadapi rivalitas global dengan Washington. AI dan Teknologi Jadi Arah Strategis Masa Depan China saat ini tengah mempercepat pembangunan ekosistem teknologi nasional yang lebih mandiri. Dalam rencana lima tahunannya, Beijing memprioritaskan sektor strategis seperti AI, komputasi kuantum, dan jaringan 6G sebagai fondasi…

Peluang Karier: Amerika Rekrut Gamer Jadi Petugas ATC, Gaji Tembus Rp2,6 Miliar
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia gaming kini tidak lagi sekadar dianggap sebagai hiburan atau hobi, tetapi mulai dipandang sebagai sumber keterampilan kognitif yang bernilai tinggi di dunia kerja profesional. Kabar mengejutkan datang dari Amerika Serikat, di mana otoritas penerbangan mulai merekrut para gamer untuk mengisi posisi strategis sebagai Air Traffic Controller (ATC) atau petugas lalu lintas udara. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga ahli di sektor penerbangan, sekaligus memanfaatkan kemampuan khas yang dimiliki para pemain gim, terutama dalam hal refleks cepat, pengambilan keputusan, dan pengelolaan informasi kompleks. Ads close ads Gamer Dinilai Punya Kecocokan dengan Dunia ATC Menurut evaluasi Federal…

Tol Bitcoin di Selat Hormuz Diterapkan Iran, Kapal Kena Biaya Fantastis Rp32 Miliar
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia maritim dan ekonomi global kembali dikejutkan oleh kebijakan baru Iran yang menerapkan sistem tarif tol berbasis Bitcoin di salah satu jalur perdagangan paling strategis di dunia, Selat Hormuz. Mulai April 2026, setiap kapal tanker internasional yang melintas di wilayah tersebut diwajibkan membayar biaya lintas menggunakan aset kripto, dengan nilai yang diperkirakan mencapai Rp32 miliar per kapal. Kebijakan ini menjadi langkah besar Iran dalam memanfaatkan teknologi blockchain untuk mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan konvensional yang kerap terdampak oleh tekanan geopolitik dan sanksi internasional. Ads close ads Selat Hormuz Jadi Jalur Tol Digital Selat Hormuz dikenal sebagai jalur vital…