INTERNASIONAL

Ilmuwan Temukan Penyebab Pembekuan Darah Langka Usai Vaksin COVID-19

5
×

Ilmuwan Temukan Penyebab Pembekuan Darah Langka Usai Vaksin COVID-19

Sebarkan artikel ini
Terungkap! Ilmuwan Identifikasi Penyebab Pembekuan Darah Langka Pasca Vaksin COVID-19
Terungkap! Ilmuwan Identifikasi Penyebab Pembekuan Darah Langka Pasca Vaksin COVID-19

Media90 – Sejak awal pandemi COVID-19, vaksin menjadi salah satu solusi utama untuk menekan penyebaran virus dan menurunkan angka kematian. Namun, di balik keberhasilan program vaksinasi global, sempat muncul kekhawatiran terkait efek samping langka yang dikaitkan dengan beberapa jenis vaksin tertentu. Kini, penelitian terbaru akhirnya mengungkap penyebab di balik fenomena tersebut.

Efek Samping Langka: VITT

Kondisi yang dimaksud dikenal sebagai vaccine-induced immune thrombocytopenia and thrombosis (VITT), yaitu pembekuan darah yang disertai penurunan jumlah trombosit. Meski jarang, kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Awal Mula Kekhawatiran

Pada masa awal distribusi vaksin, dunia mengandalkan berbagai jenis vaksin, termasuk vaksin berbasis adenovirus seperti yang dikembangkan University of Oxford bersama AstraZeneca, serta vaksin dari Johnson & Johnson. Vaksin ini populer karena lebih mudah disimpan dan didistribusikan dibanding vaksin berbasis mRNA.

Baca Juga:  Pertumbuhan Ekonomi Lampung Melonjak ke 4,55 Persen di Triwulan IV 2023 Menurut OJK

Namun, setelah jutaan dosis diberikan, laporan mengenai VITT mulai muncul di sejumlah negara. Para ilmuwan berupaya keras menelusuri penyebabnya, karena mekanisme kondisi ini awalnya belum sepenuhnya dipahami.

Peran Sistem Imun yang “Keliru”

Studi terbaru dari tim Flinders University, yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, mengungkap mekanisme biologis di balik VITT. Penelitian menemukan bahwa kondisi ini dipicu oleh autoantibodi yang menyerang protein tubuh bernama platelet factor 4 (PF4).

PF4 berperan penting dalam proses pembekuan darah normal. Namun, pada sebagian kecil individu, sistem imun “salah mengenali” protein dari adenovirus sebagai PF4, memicu produksi autoantibodi berlebihan dan menyebabkan pembekuan darah abnormal.

Faktor Genetik dan Pemicu Alami

Faktor genetik juga berperan dalam menentukan kerentanan seseorang terhadap kondisi ini. Selain itu, respons serupa dapat terjadi setelah paparan adenovirus alami, seperti virus penyebab flu biasa. Hal ini menegaskan bahwa pemicu utama bukan vaksin secara keseluruhan, melainkan karakteristik tertentu dari adenovirus itu sendiri.

Baca Juga:  Nestlé Tarik Susu Formula di 49 Negara Setelah Terdeteksi Racun Ceurelide

Implikasi untuk Pengembangan Vaksin

Dengan memahami mekanisme di balik VITT, ilmuwan kini memiliki peluang untuk mengembangkan vaksin adenovirus yang lebih aman. Salah satu pendekatan adalah memodifikasi atau menghilangkan bagian protein adenovirus yang memicu reaksi imun berlebihan, sehingga vaksin tetap efektif tanpa meningkatkan risiko efek samping.

Temuan ini juga membantu pembuat kebijakan menentukan strategi distribusi vaksin lebih tepat, khususnya bagi kelompok yang berisiko tinggi.

Masa Depan Vaksin Adenovirus

Meskipun vaksin berbasis mRNA kini lebih umum, teknologi vaksin adenovirus tetap memiliki potensi besar, terutama menghadapi pandemi di masa depan. Dengan inovasi desain yang lebih canggih, risiko efek samping langka seperti VITT dapat diminimalkan.

Baca Juga:  Tragis, Bocah 6 Tahun Asal Indonesia Tewas dalam Kecelakaan di Chinatown Singapura

Studi ini menegaskan bahwa sains terus maju, memastikan setiap risiko dapat dipelajari dan dikendalikan demi keamanan masyarakat luas. Masyarakat pun dapat memiliki kepercayaan lebih terhadap inovasi vaksin yang terus disempurnakan oleh para ilmuwan di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *