INTERNASIONAL

Indonesia Peringkat Kedua Dunia dalam Kasus Penipuan, Modus Soceng Dominasi

124
×

Indonesia Peringkat Kedua Dunia dalam Kasus Penipuan, Modus Soceng Dominasi

Sebarkan artikel ini
RI Masuk Negara dengan Kasus Penipuan Tertinggi Kedua di Dunia, Soceng Dominan
RI Masuk Negara dengan Kasus Penipuan Tertinggi Kedua di Dunia, Soceng Dominan

Media90 – Posisi Indonesia dalam peta keamanan siber global kini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan Global Fraud Index 2025, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan tingkat perlindungan terhadap penipuan (fraud) paling rendah di dunia. Indonesia hanya berada satu tingkat di atas Pakistan yang menempati posisi terakhir.

Global Fraud Index mengukur ketahanan suatu negara terhadap kejahatan finansial melalui empat pilar utama, yaitu aktivitas penipuan, akses terhadap sumber daya keamanan, intervensi pemerintah, serta kondisi ekonomi secara umum. Dalam laporan tersebut, Indonesia berada di peringkat ke-111 dari total 112 negara.

Ads
close ads

Sebaliknya, sejumlah negara Eropa seperti Luksemburg, Denmark, Finlandia, Norwegia, dan Belanda justru berada di posisi teratas dengan sistem perlindungan terhadap fraud yang jauh lebih kuat.

Dominasi Modus Social Engineering

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Teguh Arifiyadi, mengungkapkan bahwa lemahnya pertahanan digital Indonesia banyak dipicu oleh maraknya serangan berbasis manipulasi psikologis atau social engineering (soceng).

Berdasarkan data Komdigi, lebih dari 70 persen kasus penipuan di Indonesia menggunakan metode soceng. Teknik ini memanfaatkan kelengahan, kepanikan, atau rasa percaya korban, tanpa perlu meretas sistem teknologi yang kompleks.

Merujuk pada definisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), social engineering adalah metode kejahatan yang mengandalkan manipulasi psikologis untuk memperoleh informasi sensitif seperti PIN, OTP, atau data pribadi lainnya.

“Kita sudah mengetahui bahwa kita sebagai negara dengan tingkat penipuan terbesar kedua di dunia. Kami dari sisi pemerintah sedang mengupayakan konsolidasi semua jalur pencegahan,” ujar Teguh dalam keterangannya pada 12 Februari 2026.

Konsolidasi Lintas Sektor dan Penguatan Regulasi

Pemerintah menyadari bahwa upaya pencegahan tidak bisa dilakukan secara parsial. Oleh karena itu, Komdigi tengah mengintegrasikan berbagai sistem perlindungan dari berbagai lembaga, termasuk layanan milik OJK, sistem internal pemerintah, serta unit siber dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Selain itu, sektor swasta juga dilibatkan dalam kampanye edukasi keamanan digital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Penguatan regulasi menjadi salah satu fokus utama, terutama dalam hal verifikasi identitas digital. Pemerintah berencana memperketat aturan terkait registrasi nomor ponsel, tanda tangan digital, hingga akses layanan publik berbasis digital.

Menariknya, korban penipuan tidak hanya berasal dari masyarakat awam. Banyak kasus soceng juga menimpa kalangan profesional seperti dokter hingga akademisi. Hal ini menunjukkan bahwa kejahatan ini lebih berkaitan dengan faktor psikologis dibanding tingkat pendidikan.

Ragam Modus Soceng yang Perlu Diwaspadai

Agar tidak menjadi korban, masyarakat perlu memahami berbagai metode social engineering yang sering digunakan pelaku:

  1. Phishing
    Penipuan melalui email atau pesan palsu yang menyerupai institusi resmi untuk mencuri data pribadi melalui tautan berbahaya.
  2. Pretexting
    Pelaku berpura-pura menjadi pihak berwenang, seperti petugas bank atau IT, untuk meminta informasi sensitif.
  3. Baiting
    Menggunakan umpan berupa hadiah gratis atau software ilegal yang ternyata mengandung malware.
  4. Vishing & Smishing
    Penipuan melalui panggilan telepon (vishing) atau SMS (smishing) yang mengaku sebagai layanan resmi.
  5. Tailgating
    Teknik infiltrasi fisik dengan mengikuti orang lain masuk ke area terbatas tanpa izin.

Cara Melindungi Diri dari Kejahatan Siber

Dampak social engineering sangat serius, mulai dari kerugian finansial hingga kebocoran data pribadi. Karena metode ini menargetkan kelemahan manusia, kewaspadaan menjadi kunci utama.

Masyarakat disarankan untuk selalu melakukan verifikasi informasi melalui jalur resmi sebelum memberikan data sensitif. Jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, atau kata sandi kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas resmi.

Selain itu, penggunaan autentikasi dua faktor (Multi-Factor Authentication) sangat dianjurkan sebagai lapisan perlindungan tambahan.

Dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan angka penipuan di Indonesia dapat ditekan. Upaya ini juga menjadi penting agar posisi Indonesia dalam Global Fraud Index dapat membaik di masa mendatang.

Israel Tuai Sorotan Internasional Usai Hentikan Kapal Bantuan untuk Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan terkait konflik Gaza kembali memanas setelah militer Israel mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla di kawasan Laut Mediterania. Insiden tersebut terjadi saat kapal bantuan berada di perairan internasional sekitar 460 kilometer di barat Siprus. Ads close ads Aksi pencegatan itu langsung menjadi perhatian dunia internasional setelah rekaman siaran langsung tersebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, sejumlah relawan dan penumpang sipil tampak mengangkat tangan ketika pasukan komando Israel memasuki kapal bantuan tersebut. Langkah militer Israel menuai kecaman dari berbagai pihak karena operasi dilakukan di luar wilayah perairan negaranya. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar…

Darah Buatan Super Clot Diklaim Mampu Menghentikan Pendarahan dalam Hitungan Detik
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia medis kembali mencatat kemajuan besar dengan hadirnya teknologi Engineered Blood Clots (EBCs), sebuah inovasi pembekuan darah buatan yang mampu menghentikan perdarahan hebat hanya dalam hitungan detik. Teknologi ini dikembangkan oleh tim peneliti lintas institusi dari Kanada dan Amerika Serikat melalui pendekatan revolusioner yang dikenal sebagai click clotting. Inovasi ini digadang-gadang menjadi solusi masa depan dalam penanganan darurat, terutama pada kasus kecelakaan, operasi besar, hingga pasien dengan gangguan pembekuan darah. Ads close ads Click Clotting: Cara Baru Membekukan Darah Berbeda dengan proses alami tubuh yang mengandalkan serat fibrin, teknologi EBCs justru memaksimalkan peran sel darah merah sebagai struktur…

Kabel Internet Global di Selat Hormuz Jadi Target, Iran Wacanakan ‘Toll Digital’ untuk Big Tech
INTERNASIONAL

Media90 – Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai jalur vital energi dunia kini mulai dipandang dari perspektif baru oleh Iran: sebagai pusat infrastruktur digital global yang strategis. Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Tasnim News Agency, mendorong pemerintah untuk mulai memonetisasi kabel serat optik bawah laut yang melintasi kawasan tersebut. Dalam laporan berjudul “Three practical steps for generating revenue from Strait of Hormuz internet cables”, Tasnim menyoroti bahwa Selat Hormuz tidak hanya menjadi jalur kapal tanker minyak, tetapi juga koridor penting bagi arus data global yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Ads close ads…

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik. Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan…

Hebat! Menteri Luar Negeri Singapura Gunakan AI Buatan Internal untuk Kerja Negara
INTERNASIONAL

Media90 – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, dunia diplomasi internasional dibuat kagum oleh langkah tidak biasa dari Vivian Balakrishnan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara mandiri melakukan coding untuk membangun sistem AI yang membantu menyelesaikan tugas-tugas diplomatik sehari-hari. Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kemampuan memahami teknologi kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan penting bagi pemimpin di era digital. Ads close ads AI Buatan Sendiri untuk Membantu Tugas Diplomasi AI yang dikembangkan oleh Vivian Balakrishnan dirancang untuk membantu menganalisis dokumen-dokumen diplomatik yang sangat kompleks dan panjang. Sistem ini mampu merangkum poin-poin penting secara otomatis sehingga proses pengambilan…

Tuai Kecaman, Indonesia Protes Israel atas Spanduk di Reruntuhan RS Indonesia Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman tegas terhadap tindakan militer Israel yang memasang spanduk propaganda di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Jalur Gaza. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu, 22 April 2026, Indonesia menilai aksi tersebut sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat diterima. Ads close ads Dinilai Provokatif dan Cederai Nilai Kemanusiaan Spanduk bertuliskan “Rising Lion” yang dipasang oleh pasukan Israel dinilai bukan sekadar simbol militer, tetapi juga bentuk propaganda yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih, spanduk tersebut ditempatkan di lokasi fasilitas kesehatan yang telah hancur. Kemlu RI menegaskan…